Oleh: Prihandoyo Kuswanto | Ketua Pusat Study Kajian Rumah Panca Sila
Post power syndrome atau sindrom pasca kekuasaan adalah kondisi ketika seseorang hidup dalam bayang-bayang kekuasaan yang pernah dimilikinya dan belum bisa menerima hilangnya kekuasaan itu.
Post power syndrome sering dialami oleh orang yang baru saja memasuki masa pensiun.
Tidak sedikit orang yang menjadikan pekerjaan sebagai bentuk aktualisasi diri dan tujuan hidupnya.
Saat memasuki masa pensiun, orang-orang seperti ini tidak hanya kehilangan pekerjaan yang dicintai, tetapi juga segala bentuk penghargaan diri yang mereka dapatkan saat masih bekerja, seperti pujian, rasa hormat, dan rasa dibutuhkan oleh orang lain.
Perubahan besar ini bisa mengakibatkan timbulnya perasaan bahwa mereka sudah tidak lagi berguna, bahkan tidak memiliki tujuan hidup lagi. Kondisi inilah yang disebut dengan post power syndrome.
Begitu juga kalau kita amati pada Presiden Jokowidodo rupa nya tidak legowo terhadap masa berakhir nya kekuasaan nya .
Musra yang dibuat untuk menyalurkan politik nya menjadi sangat aneh jika presiden yang sudah tidak bisa dicalonkan lagi masih berusaha untuk membuat diri nya tiga periode .Dan akhir nya mentok sebab konstitusi memang tidak menghendaki itu .
Rupa nya kegelisahan Presiden Jokowi ini terungkap didalam pidato nya .
Kepemimpinan itu ibarat tongkat estafet, bukan meteran pom bensin. Kalau meteran pom bensin itu dimulai dari nol ya. Ini apa kita mau seperti itu? Endak kan?” ujar Jokowi dalam peluncuran Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-20245 di Jakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (15/6/2023).
“Masa kaya meteran pom bensin. Mestinya kalau sudah dari TK, SD, SMP, kepemimpinan berikutnya masuk SMA, universitas. Nanti kepemimpinan berikut masuk S2, S3. Tidak maju mundur, poco-poco,” tegasnya.
Pikiran Jokowi terhadap kemajuan yang dia pikirkan justru terbalik dalam pemikiran rakyat banyak ,penggusuran tanah tanah pribumi demi investor jusyru menuai konflik yang mengorbankan rakyat Rempang Galang ,Kalimantan ,Konawe ,Halmahera ,Morowali mandar ,jerysakan lingkungan yang harus diterima rakyat mengakibatkan ada nya perlawanan yang masif di setiap daerah .
Hutang menggunung ,Korupsi , yang semakin merajalela ,kereta api cepat yang akhir nya rakyat yang menanggung sampai 100 tahun jelas menyakiti hati rakyat .memberikan tanah padah Investor sampai 190 tahun adalah bentuk pelanggaran konstitusi dan UU pokok agraria ,justru cara cara pemerintahan harus di koreksi dan di batalkan sebab sudah melanggar kinstitusi .
Banyak nya pelanggaran kintitusi itulah yang membuat rakyat tidak percaya sampai MUI menyatakan mosi tidak percaya .
Rupa nya Jokowi sudah mata gelap dan menyimpang dari kaedah berbangsa dan bernegara nafsu meberuskan kekuasaan tanpa risih dan tanpa malu dan tidak takut pada siapapun ,dan tidak merasa bersalah ,menganggkat anak nya Kaesang untuk menjadi ketua PSI tanpa seharipun menjadi anggota apa lagi pengurus .dan sepanjang sejarah pemimpin partai tanpa rekam jejak perjuangan cukup karena bapak nya seorang Presiden maka rusak lah demokrasi dan proses pembangunan karakter kebangsaan .
Ini adalah budaya Gudel nyusu Kebo ,tanpa perlu paham apa apa dalam politik .Demokrasi diamputasi rusak semua tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara .
Dengan langkah menguasai PSI kemudian menggugat persyaratan Umur peserta capres dan cawapres dan kongkalikong dengan skenario super rigit antara Kaesang ketua PSI ,Gilbran yang dugadang menjadi Cawapres dan Hakim Makama Konstitusi Om nya Gilbran ,Anwar Usman . Kita lihat saja hari senin besuk apakah Makamah Konstitusi sudah menceng menjadi Makamah Keluarga kita tunggu saja .
Tentu saja semua skenario itu adalah rekayasa Jokowi ,tanpa cawe cawe Jokowi tidak mungkin terjadi .
Power syndrome yang dualami Jokowidodo sudah tahap menghalalkan segala cara demi kekuasaan dan masalah nya Jokowi tidak merasa bersalah atas cawe -cawe yang dilakukan karena sudah mati rasa akibat kesalahan -kesalahan yang dilakukan tudak ada yang mengontrol DPR dan semua lembaga negara melakukan ABS asal bapak senang puja puji yang di tebar pendukung nya dan ketua ketua partai membutakan mata hati nya .
Hanya dengan kembali kepada UUD 1945 dan Pancasila akan selamat jika tidak negara ini akan hancur lebur .
























