• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Potret Buram : Polisi Itu Penegak Hukum, Bukan Malaikat Pencabut Nyawa

Ali Syarief by Ali Syarief
July 5, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Ada Apa Kendaraan Taktis Brimob Datangi Bareskrim Mabes Polri?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ada kalimat yang sering kita dengar tapi jarang kita resapi maknanya: Polisi adalah penegak hukum. Kalimat ini sederhana, terang benderang, seakan tak menyimpan rahasia. Tapi kenyataannya, kalimat ini lebih sering diperlakukan seperti slogan kosong yang digantung di dinding kantor yang berdebu.

Penegak hukum, bukan penentu hidup dan mati. Ia bukan hakim, bukan juri, dan sama sekali bukan eksekutor. Maka, ketika seorang polisi menembak mati seseorang yang belum sempat bicara di ruang sidang, kita seharusnya gelisah. Negara ini bukan rimba, dan peluru bukan argumen.

Polisi, dalam wajah idealnya, adalah perpanjangan tangan dari keadilan yang sabar. Ia boleh melumpuhkan, tapi bukan menghabisi. Ia boleh menciduk, tapi bukan mencabut nyawa. Tapi di banyak tempat di negeri ini, kita melihat lain: polisi jadi bayangan samar antara pelindung dan predator. Di jalanan, ia menodong. Di ruang interogasi, ia mengintimidasi. Di lorong sunyi penjara, ia kadang menyetrum.

Maka kita pun bertanya, kepada siapa kita percaya hukum?


Yang lebih menyedihkan adalah ketika kekuasaan berseragam itu menyentuh ranah yang lebih gelap: narkoba, seks, pemerasan. Dalam berita-berita yang kita baca dengan campur antara bosan dan marah, polisi tertangkap tangan membawa sabu, menyuplai pil ekstasi, bahkan menjadi pengatur jaringan gelap yang mestinya mereka berantas.

Ada ironi yang menyakitkan ketika tangan yang memegang borgol ternyata tangan yang juga menyebar racun. Polisi tak ubahnya aktor ganda—di siang hari menertibkan, di malam hari memperdagangkan kegelapan.

Kita tahu ada polisi yang menjebak orang dengan perempuan, lalu memeras. Ada yang menggunakan jabatan sebagai alat intimidasi. Ada pula yang menjadi penagih utang ilegal, pemburu rente, bahkan centeng para pemilik modal.

Apakah semua polisi begitu? Tentu tidak. Tapi dalam sistem yang korup dan beku, yang baik justru bisa ditenggelamkan. Ia akan dianggap aneh, terlalu idealis, dan bahkan dibungkam.


Di era yang serba terekam, di mana kamera bisa mengabadikan ketidakadilan lebih cepat dari berita resmi, seharusnya kita hidup dalam pengawasan yang lebih adil. Tapi tidak. Yang sering kita saksikan adalah negara yang gelagapan menghadapi kejahatan yang dilakukan oleh aparatusnya sendiri.

Yang dibutuhkan bukan polisi yang makin keras, makin bersenjata, makin represif. Tapi polisi yang bisa berkata: saya bekerja bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk melindungi. Saya membawa manusia ke pengadilan, bukan ke liang kubur.

Hukum itu bukan peluru. Ia adalah argumen, bukti, dan proses. Ia mungkin lambat, tapi itulah sebabnya hukum tak boleh digantikan oleh letusan senjata.

Polisi, bila tetap ingin disebut penegak hukum, harus mulai menolak jadi algojo.

Dengan jeda. Dengan kesadaran bahwa satu kalimat bisa menyimpan luka bangsa. Dan ia tahu, luka itu belum sembuh. Kita pun tahu, tapi barangkali sudah lupa bagaimana caranya berharap.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tina Astari: Dari Sinetron ke “Sinetronisasi Negara”

Next Post

Tragedi Buah Khuldi: Habis Yandri Terbitlah Maman!

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)
Feature

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Next Post
Tragedi Buah Khuldi: Habis Yandri Terbitlah Maman!

Tragedi Buah Khuldi: Habis Yandri Terbitlah Maman!

Menteri Sri Mulyani Pusing, Dipaksa Blokir Anggaran K/L Rp50 T?

Ekonomi Dunia Terjerembap, Sri Mulyani Suntik Stimulus Rp34 Triliun Demi Selamatkan Pertumbuhan RI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist