• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prabowo 1.5 Tahun Berkuasa – 50 kali ke Luar Negeri

Diplomasi yang Terlalu Sibuk, Negara yang Terlalu Boros

Ali Syarief by Ali Syarief
April 3, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Prabowo 1.5 Tahun Berkuasa – 50 kali ke Luar Negeri
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam waktu yang bahkan belum genap dua tahun, Prabowo Subianto telah melakukan sekitar 50 kunjungan luar negeri. Sebuah angka yang, di atas kertas, bisa dibaca sebagai intensitas diplomasi. Namun di balik statistik itu, muncul pertanyaan yang jauh lebih mendasar: apakah ini efisiensi—atau justru pemborosan yang dilegalkan?

Di tengah krisis energi global yang memaksa banyak negara mengetatkan ikat pinggang, Indonesia justru memamerkan paradoks. Satu sisi, rakyat didorong untuk hemat energi, bekerja dari rumah, dan mengurangi mobilitas. Di sisi lain, elit kekuasaan justru menunjukkan mobilitas tanpa batas—lintas benua, lintas forum, lintas agenda.

Apakah setiap kunjungan itu benar-benar mendesak?

Diplomasi memang penting. Tidak ada yang menyangkal itu. Tetapi diplomasi tanpa prioritas adalah perjalanan tanpa arah. Dan perjalanan tanpa arah, pada akhirnya, hanya menjadi biaya.

Bayangkan biaya dari 50 kunjungan luar negeri: pesawat kepresidenan, pengamanan, protokoler, akomodasi, hingga rombongan yang tidak kecil. Semua itu dibayar oleh uang publik. Uang yang sama yang seharusnya bisa dialokasikan untuk memperkuat ketahanan energi, membangun transportasi publik, atau bahkan sekadar menekan dampak krisis bagi masyarakat kecil.

Di sinilah ironi itu semakin terasa.

Ketika negara lain seperti Filipina dan Sri Lanka berani mengambil langkah ekstrem demi efisiensi energi, Indonesia justru tampak permisif terhadap inefisiensi di level atas. Seolah ada dua standar yang berjalan bersamaan: penghematan untuk rakyat, kelonggaran untuk kekuasaan.

Lebih jauh lagi, pertanyaan tentang output menjadi tak terhindarkan. Dari puluhan kunjungan itu, berapa yang benar-benar menghasilkan dampak konkret bagi rakyat? Berapa investasi strategis yang terealisasi? Berapa kerja sama yang langsung menyentuh kebutuhan domestik, seperti energi, pangan, atau lapangan kerja?

Jika jawabannya tidak sebanding dengan frekuensi perjalanan, maka yang terjadi bukan diplomasi strategis—melainkan diplomasi simbolik.

Dan simbol, betapapun megahnya, tidak pernah cukup untuk menyelesaikan persoalan nyata.

Efisiensi bukan hanya soal kebijakan teknis seperti WFH atau pengurangan konsumsi BBM. Efisiensi adalah soal keteladanan. Ketika pemimpin menunjukkan disiplin dalam penggunaan sumber daya, maka kebijakan penghematan akan memiliki legitimasi moral. Sebaliknya, ketika pemimpin terlihat boros, maka setiap seruan penghematan akan terdengar kosong.

Indonesia hari ini tidak kekurangan sumber daya. Yang kurang adalah konsistensi antara kata dan tindakan.

Jika krisis energi global saja tidak cukup untuk memaksa perubahan perilaku di level tertinggi, lalu krisis apa lagi yang dibutuhkan?

Mungkin sudah saatnya kita mengajukan pertanyaan yang lebih jujur: apakah negara ini sedang membangun masa depan—atau sekadar membiayai kesibukan?

Karena pada akhirnya, sejarah tidak akan mencatat seberapa sering seorang pemimpin bepergian. Sejarah hanya akan mencatat satu hal: apakah ia membawa pulang solusi, atau hanya membawa pulang cerita.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Negeri Kaya Energi yang Selalu Panik: Indonesia di Tengah Krisis yang Tak Pernah Dipelajari

Next Post

Vila Kapal Tua: Haluan Pencitraan dan Buritan Takdir

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen
Economy

Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

May 19, 2026
Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik
Economy

Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

May 19, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi
Economy

The Economist vs Menteri Purbaya: Ketika Sorotan Dunia Bertemu Pembelaan Kekuasaan

May 19, 2026
Next Post

Vila Kapal Tua: Haluan Pencitraan dan Buritan Takdir

BMKG Catat Gempa Bumi Susulan di Bandung Capai 33 Kali Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Dua Gempa, Satu Akibatnya.

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ada “Dewan Kolonel” di PDIP

Kabinet 100 Menteri Sudah Tak Diterima Pasar

May 19, 2026
Aksi Jual SUN Dorong Nilai Tukar Rupiah Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Tahun

Rupiah Tembus Rp17.600: Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Respons Presiden Picu Kontroversi

May 19, 2026
Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

Paradoks Indonesia: Menjadi Negara Konsumen, Bukan Produsen

May 19, 2026
Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

Di Balik Narasi Optimisme yang Menggelegar – Rupiah Anjlok – Prabowo Mulai Panik

May 19, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi

The Economist vs Menteri Purbaya: Ketika Sorotan Dunia Bertemu Pembelaan Kekuasaan

May 19, 2026

Rebuilding the Lost Concept of Knowledge in Islam

May 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ada “Dewan Kolonel” di PDIP

Kabinet 100 Menteri Sudah Tak Diterima Pasar

May 19, 2026
Aksi Jual SUN Dorong Nilai Tukar Rupiah Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Tahun

Rupiah Tembus Rp17.600: Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Respons Presiden Picu Kontroversi

May 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...