• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prabowo dan “Cebol Nggayuh Lintang”

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
March 2, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Prabowo dan Politik Perdamaian Dunia: Menjawab Amanah Konstitusi di Sidang PBB ke-80
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Entah apa yang berkecamuk dalam benak Prabowo Subianto ketika mendengar pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas akibat serangan militer Amerika Serikat (AS)-Israel di Teheran, Sabtu (28/2/2026).

Mungkin Presiden RI itu langsung tercenung: tawarannya sebagai mediator konflik AS-Israel versus Iran belum diterima, eh Khamenei keburu tak ada.

Mungkin ia kecewa. Atau mungkin justru lega karena tugas berat tak jadi diembannya. Padahal, semua itu hanya terjadi dalam halusinasi Prabowo. Faktanya, nyaris dapat dipastikan Iran tak akan menerima Prabowo sebagai mediator. Apalagi AS.

Begitu Khamenei gugur, Iran langsung menyatakan tak ada negosiasi dengan AS. Iran bahkan melancarkan serangan balasan secara membabi buta ke target-target yang terafiliasi dengan AS.

AS pun bersikeras akan melanjutkan serangan ke Iran dengan target perang yang akan selesai dalam 14 hari.

Di mata Presiden AS Donald Trump, dan mungkin Khamenei sebelum gugur, Prabowo itu siapa? Mungkin ia hanya seorang yang dalam pepatah Jawa disebut, “cebol nggayuh lintang”, atau dalam pepatah bahasa Indonesia, “pungguk merindukan bulan”.

Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai. Maksud hati menjadi pendamai, apa daya yang mau didamaikan tak mau.

Di mata Trump, Prabowo mungkin bukan siapa-siapa. Hal itu terlihat saat penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) atau Perjanjian Perdagangan Timbal-balik antara Prabowo dan Trump di Washington, DC, 19 Februari lalu. Perjanjian itu tak seimbang: merugikan Indonesia, menguntungkan AS.

Bahkan akibat perjanjian itu, kedaulatan Indonesia sebagai negara merdeka tergadaikan. Prabowo bak berada di ketiak Trump.

Sebelumnya, Prabowo juga membawa Indonesia masuk ke Board of Peace (BoP) yang diinisiasi Trump. Apa pun kata Trump, Prabowo harus mengikutinya. Termasuk bayar iuran US$1 miliar atau nyaris Rp17 triliun. Padahal Israel sendiri enggan membayar iuran.

Dengan berada di ketiak Trump, bagaimana bisa Khamenei sebelum gugur, atau kini penggantinya mau menerima Prabowo sebagai mediator konfliknya dengan AS-Israel?

Prabowo dianggap Iran sudah tak netral lagi. Dalam mediator, modal utamanya adalah “trust” (kepercayaan), di samping kesetaraan.

Dus, inisiatif Prabowo memediasi konflik AS-Israel vs Iran ibarat “cebol nggayuh lintang”. Mission impossible.

Ketakutan

Sesungguhnya penyebab dari semua kekacauan ini, AS-Israel menyerang Iran, serta Indonesia masuk BoP dan menandatangani ART dengan AS adalah ketakutan.

Trump dan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu takut program nuklir Iran berjalan. Padahal, itu hanya ketakutan yang dibuat-buat. Kamuflase. Misi sesungguhnya Trump menumbangkan Khamenei adalah menguasai minyak Iran, sebagaimana misi Trump menculik Presiden Nicolás Maduro dan istrinya untuk menguasai minyak Venezuela.

Prabowo juga ketakutan bakal dimusuhi Trump. Sebab itu, ia mau saja masuk BoP dan meneken ART yang timpang itu.

Prabowo tak berani melawan Trump. Lalu ia pun terinspirasi ungkapan, “If you can’t beat them, join them”.

Kini, ketika Trump telah melakukan agresi militer ke Iran dengan melanggar hukum internasional, masih percayakah Prabowo dengan BoP yang konon akan membangun kembali kota Gaza, Palestina, dari kehancuran akibat agresi militer Israel, dan mengusahakan perdamaian Israel-Palestina? Apalagi, Netanyahu sudah berulang kali menyatakan tak akan melepaskan Palestina untuk merdeka.

Dus, tak ada cara lain kecuali Indonesia segera keluar dari BoP. Lalu kembali ke prinsip politik luar negeri bebas aktif. Jangan mau lagi jadi kaki tangan AS, agresor terbesar di dunia. Kecuali kalau Prabowo memang benar-benar takut kepada Trump.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Amerika Bertambah Luas Wilayahnya, China Bertambah Luas Wilayah Ekonominya

Next Post

Iran: Negeri Para “Dokter” yang Kelaparan

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru
News

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?
Feature

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara
Feature

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Next Post
Iran: Negeri Para “Dokter” yang Kelaparan

Iran: Negeri Para "Dokter" yang Kelaparan

Perselingkuhan: Domino yang Menjatuhkan Amanah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat...

Read more
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

June 3, 2026
Mengapa Jokowi Tak Diundang Prabowo?

Mengapa Jokowi Tak Diundang Prabowo?

June 3, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

June 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...