• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Amerika Bertambah Luas Wilayahnya, China Bertambah Luas Wilayah Ekonominya

Ali Syarief by Ali Syarief
March 2, 2026
in Feature, Perang
0
Amerika Bertambah Luas Wilayahnya, China Bertambah Luas Wilayah Ekonominya
Share on FacebookShare on Twitter

Sejarah mencatat satu pelajaran penting: kekuasaan tidak selalu tumbuh dengan cara yang sama. Amerika Serikat dan China adalah dua contoh paling kontras tentang bagaimana sebuah negara membesarkan pengaruhnya. Yang satu menambah wilayah, yang lain memperluas ekonomi. Keduanya sama-sama ekspansif, tetapi dengan logika dan strategi yang sangat berbeda.

Amerika Serikat lahir dari ekspansi teritorial. Sejak abad ke-18 hingga abad ke-19, Amerika tumbuh dengan membeli, merebut, dan mengintegrasikan wilayah. Louisiana Purchase dari Prancis, aneksasi Texas, perang dengan Meksiko yang melahirkan California dan New Mexico—semua menunjukkan satu pola: kekuasaan diwujudkan lewat peta. Semakin luas wilayah, semakin besar sumber daya, semakin kuat negara.

Ekspansi ini dilandasi keyakinan ideologis yang dikenal sebagai Manifest Destiny—kepercayaan bahwa Amerika ditakdirkan untuk meluas dari Samudra Atlantik hingga Pasifik. Wilayah adalah simbol kedaulatan, keamanan, dan kejayaan. Bahkan di abad ke-20, naluri ini tidak benar-benar hilang. Bedanya, ekspansi Amerika kemudian beralih dari fisik ke militer dan politik: pangkalan di berbagai negara, aliansi global, dan dominasi institusi internasional.

China mengambil jalan yang berbeda. Sejarah panjang peradaban membuat China relatif stabil secara teritorial. Hampir tidak ada ambisi serius untuk menambah wilayah daratan melalui perang besar. Namun jangan salah: China tetap ekspansif—bukan lewat peta, melainkan lewat neraca ekonomi.

Dalam beberapa dekade terakhir, China memperluas pengaruhnya melalui perdagangan, investasi, dan infrastruktur. Belt and Road Initiative (BRI) adalah contoh paling nyata: pelabuhan di Afrika, jalur kereta di Asia Tengah, proyek energi di Amerika Latin. China tidak mengibarkan bendera, tetapi menanam modal. Tidak mengirim pasukan, tetapi mengirim pinjaman dan teknologi.

Jika Amerika membangun kekuasaan dengan kehadiran militer, China membangunnya dengan ketergantungan ekonomi. Negara-negara yang terhubung dengan rantai pasok China, bergantung pada investasinya, atau terikat utang proyeknya, secara perlahan masuk dalam orbit pengaruh Beijing. Wilayah China tidak bertambah secara geografis, tetapi jangkauan ekonominya melampaui batas negara.

Perbedaan ini mencerminkan dua cara pandang tentang kekuatan. Amerika melihat dunia sebagai ruang yang perlu diamankan dan dikendalikan. China melihat dunia sebagai pasar yang perlu dihubungkan dan dikuasai. Amerika menegaskan dominasi lewat kekuatan keras (hard power), China menggabungkannya dengan kekuatan ekonomi dan ketergantungan struktural.

Namun, keduanya memiliki konsekuensi. Ekspansi wilayah Amerika di masa lalu meninggalkan luka sejarah bagi penduduk asli dan negara lain. Sementara ekspansi ekonomi China memunculkan kekhawatiran baru: jebakan utang, ketimpangan kekuasaan, dan kedaulatan ekonomi yang terkikis.

Pada akhirnya, dunia hari ini sedang menyaksikan pergeseran makna imperialisme. Jika dulu kekuasaan diukur dari luas tanah, kini ia diukur dari luas jaringan ekonomi. Amerika adalah produk era lama: kejayaan lewat wilayah. China adalah simbol era baru: dominasi tanpa harus menaklukkan tanah.

Peta mungkin tidak berubah, tetapi kekuasaan tetap bergerak. Dan dalam dunia modern, ekonomi sering kali lebih menentukan daripada batas negara.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Minyak = Kekuasaan Dunia: Imperialisme AS yang Brutal dalam Perebutan Sumber Daya

Next Post

Prabowo dan “Cebol Nggayuh Lintang”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?
Feature

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara
Feature

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik
Birokrasi

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

June 3, 2026
Next Post
Prabowo dan Politik Perdamaian Dunia: Menjawab Amanah Konstitusi di Sidang PBB ke-80

Prabowo dan "Cebol Nggayuh Lintang"

Iran: Negeri Para “Dokter” yang Kelaparan

Iran: Negeri Para "Dokter" yang Kelaparan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat...

Read more
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

June 3, 2026
Mengapa Jokowi Tak Diundang Prabowo?

Mengapa Jokowi Tak Diundang Prabowo?

June 3, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

June 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...