• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Politik

Prabowo Tak Faham Atas Dirinya Sendiri – “Masih Perlu Dukungan”

fusilat by fusilat
April 10, 2026
in Politik, Tokoh/Figur
0
Jokowi: Intervensi Politik Kepada Lembaga Kerier Militer
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ali Syarief


Dalam sistem presidensial, mandat kekuasaan tidak lahir dari kompromi elit, melainkan dari pilihan langsung rakyat. Itulah fondasi utama yang membedakannya dari sistem parlementer. Rakyat memilih presiden, bukan sekadar memilih partai. Karena itu, legitimasi seorang presiden berdiri di atas kehendak mayoritas pemilih, bukan pada restu politik segelintir elite di parlemen.

Kemenangan Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden dengan perolehan suara lebih dari 50 persen adalah bukti konkret dari prinsip tersebut. Ia tidak sekadar menang secara administratif, tetapi memperoleh mandat langsung dari rakyat. Dalam logika sistem presidensial, kemenangan itu sudah cukup untuk memberikan legitimasi penuh dalam menjalankan pemerintahan.

Di titik inilah problem mulai tampak. Ketika seorang presiden yang telah memperoleh dukungan mayoritas rakyat, didukung pula oleh koalisi besar partai politik, bahkan menguasai struktur birokrasi hingga level eselon dan BUMN, masih merasa “kekurangan” pihak yang mau bekerja sama, maka patut dipertanyakan: apa sebenarnya yang dimaksud dengan kerja sama?

Pernyataan Presiden Prabowo yang menyinggung adanya kelompok yang tidak mau bekerja sama, tetapi tetap mengkritik, justru menunjukkan adanya kesalahpahaman mendasar terhadap esensi demokrasi. Kritik bukanlah bentuk pembangkangan. Kritik adalah bagian inheren dari sistem itu sendiri.

Apa yang disampaikan oleh Andreas Hugo Pareira menjadi relevan. Dalam negara demokrasi, kritik adalah hal yang lumrah, bahkan diperlukan. Ia adalah mekanisme kontrol agar kekuasaan tidak tergelincir menjadi otoritarianisme. Tanpa kritik, kekuasaan akan hidup dalam ilusi—merasa benar, tanpa pernah diuji oleh realitas.

Sistem presidensial tidak pernah menuntut semua pihak untuk “bekerja sama” dalam arti mendukung pemerintah. Yang dituntut adalah penghormatan terhadap konstitusi dan proses demokrasi. Oposisi bukan musuh negara. Ia adalah bagian dari negara itu sendiri.

Di sinilah tampak ironi. Ketika kekuasaan sudah begitu besar—dukungan rakyat, dukungan parlemen, penguasaan birokrasi—justru yang muncul adalah kegelisahan terhadap suara-suara yang berbeda. Padahal, dalam sistem presidensial, presiden tidak bergantung pada parlemen untuk mempertahankan kekuasaannya. Ia tidak bisa dijatuhkan hanya karena kritik atau oposisi politik, kecuali melalui mekanisme konstitusional yang ketat.

Maka menjadi aneh jika kritik diposisikan seolah-olah sebagai ancaman terhadap stabilitas pemerintahan.

Lebih jauh, kekhawatiran terhadap kritik justru menunjukkan potensi bahaya yang lebih besar: ketergantungan pada pujian. Dalam banyak kasus kekuasaan, sejarah mencatat bahwa kehancuran sering kali bukan disebabkan oleh kritik yang keras, melainkan oleh lingkaran orang-orang yang hanya menyampaikan hal-hal menyenangkan, meskipun tidak sesuai dengan kenyataan.

Seorang presiden dalam sistem presidensial seharusnya berdiri tegak di atas mandat rakyat, bukan mencari kenyamanan dari keseragaman dukungan. Ia tidak perlu takut pada kritik, karena legitimitasnya tidak ditentukan oleh mereka yang bersuara berbeda.

Jika masih ada kegelisahan terhadap kritik, maka persoalannya bukan pada sistem, melainkan pada cara memahami posisi diri dalam sistem itu.

Dengan kata lain, persoalan ini bukan tentang siapa yang tidak mau bekerja sama. Persoalannya adalah: apakah seorang presiden telah benar-benar memahami hakikat kekuasaannya sendiri?

Sebab dalam sistem presidensial, kekuasaan yang besar seharusnya melahirkan ketenangan, bukan kecemasan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

DHL: Perbandingan Eggi Versus A. Khoizinudin dan Fitnah Versi Refly Harun–dr. Tifa

Next Post

GENCATAN SENJATA AS–IRAN: KEMENANGAN BAGI KEMANUSIAAN

fusilat

fusilat

Related Posts

Gula-gula Prabowo
Feature

Gula-gula Prabowo

May 29, 2026
Kiai Kok “Ngaceng”-an?
Feature

Kiai Kok “Ngaceng”-an?

May 29, 2026
PSN PIK 2 Terindikasi Dugaan Korupsi
Birokrasi

Prabowo Tidak Berani Mengembalikan Ke UU KPK Yg Awal – Mengejar Koruptor Hingga ke Antartika: Omon-Omon Belaka?

May 28, 2026
Next Post

GENCATAN SENJATA AS–IRAN: KEMENANGAN BAGI KEMANUSIAAN

Soal Motor Listrik BGN dan Pikap India: APBN Bisa “Dibypass” di Program Prioritas?

Soal Motor Listrik BGN dan Pikap India: APBN Bisa “Dibypass” di Program Prioritas?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Jembatan Akselerasi Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja (Program Sertifikasi dan Standardisasi Kapasitas SDM)

May 30, 2026

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (3)

May 30, 2026

EKONOMI KEDAULATAN NASIONAL; JALAN TENGAH ANTARA NEGARA PASIF DAN NEGARA SERAKAH

May 29, 2026
Aksi Jual SUN Dorong Nilai Tukar Rupiah Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Tahun

Rupiah Melemah, Intervensi Bank Indonesia Bukan Solusi Tunggal

May 29, 2026
Gula-gula Prabowo

Gula-gula Prabowo

May 29, 2026
Belajar Memanusiakan Sesama: Menyelami Dunia yang Selama Ini Terabaikan

Belajar Memanusiakan Sesama: Menyelami Dunia yang Selama Ini Terabaikan

May 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jembatan Akselerasi Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja (Program Sertifikasi dan Standardisasi Kapasitas SDM)

May 30, 2026

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (3)

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...