• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

PRABOWO VS. KAPOLRI: MANUVER INSUBORDINASI ATAU SEKADAR SALAH PAHAM?

fusilat by fusilat
September 27, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Rekomendasi untuk Kasus Ferdy Sambo
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Malika Dwi Ana

Presiden Prabowo Subianto sedang diuji. Baru beberapa bulan menjabat, bayang-bayang insubordinasi dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencuat, menyulut pertanyaan: apakah pemerintahan baru ini sudah retak dari dalam? Aksi Kapolri membentuk Tim Transformasi Reformasi Polri, yang diumumkan 22 September 2025 melalui Sprin No. 2749/IX/2025, terasa seperti tamparan halus ke wajah presiden. Tim ini, beranggotakan 52 perwira Polri yang didominasi jenderal-jenderal tinggi, seolah-olah ingin menegaskan: “Kami yang pegang kendali reformasi Polri, bukan Anda, Pak Presiden.” Tapi benarkah ini pemberontakan terbuka, atau cuma kegagapan koordinasi khas pemerintahan baru?

Konteks: Polri di Ujung Tanduk

Polri sedang jadi bulan-bulanan publik. Demo besar Agustus 2025 menuntut reformasi menyeluruh setelah kasus kekerasan polisi dalam penanganan unjuk rasa mencoreng wajah institusi. Citra Polri yang sudah babak belur di era Jokowi kini makin terpuruk. Prabowo, dengan naluri politiknya yang tajam, langsung bergerak. Ia menunjuk mantan Wakapolri (purn) Ahmad Dofiri sebagai Penasihat Khusus Bidang Reformasi Polri melalui Keppres No. 97/2025. Tak cukup di situ, ia merancang Komite Reformasi Polri yang independen, melibatkan tokoh sekaliber Mahfud MD—mantan Menko Polhukam sekaligus lawan politiknya di Pilpres 2024. Langkah ini cerdas: menggandeng Mahfud bukan hanya menunjukkan jiwa besar, tapi juga memastikan reformasi punya legitimasi publik.

Namun, di tengah langkah strategis itu, Kapolri Listyo Sigit malah bermain solo. Pada 17 September 2025, bersamaan dengan pengumuman Menko Kumham soal rencana Prabowo, Listyo mengeluarkan Sprin yang membentuk tim reformasi internal. Timnya? Sekumpulan 47 perwira tinggi dan 5 perwira menengah Polri, dipimpin Komjen Chryshanda Dwilaksana. Publik pun bertanya: ini tim beneran buat reformasi, atau benteng pertahanan untuk melindungi status quo Polri?

Insubordinasi atau Salah Timing?

Timing pengumuman Kapolri yang “kebetulan” berbarengan dengan rencana presiden bukan sekadar soal buruknya komunikasi. Ini sinyal bahaya. Listyo, yang naik jabatan di era Jokowi, seolah ingin menegaskan bahwa Polri punya otonomi sendiri dalam urusan internal. Aktivis dari Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) tak ragu menyebut tim ini “tanpa legitimasi publik” dan “menggunting dalam lipatan.” Bahkan tokoh seperti Said Didu mencium aroma perlawanan: “Ini tantangan terbuka ke presiden?” Netizen pun ramai, menyebut tim Kapolri cuma tim pendukung yang tak punya bobot dibandingkan komite bentukan Prabowo.

Pembela Kapolri, seperti pengamat Amir Hamzah, berusaha meredam. Mereka bilang tim internal ini justru mendukung arahan Prabowo, sekadar alat untuk pemetaan awal. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad juga buru-buru klarifikasi: “Tim Kapolri cuma pendamping, yang utama ya punya presiden.” Tapi pernyataan ini terasa seperti tambal sulam untuk menutupi retakan yang sudah terlihat. Kalau memang cuma pendamping, kenapa Kapolri buru-buru umumkan timnya dengan jumlah 52 orang—mayoritas jenderal—tanpa koordinasi jelas dengan Istana? Ini bukan soal salah paham; ini soal siapa yang pegang kendali.

Prabowo: Lemah atau Sedang Main Catur?

Kritik bahwa Prabowo terlihat “memble” dan “tak berdaya” menghadapi Kapolri memang beralasan. Timing buruk dan koordinasi amburadul ini membuatnya terlihat kehilangan kontrol. Tapi dengan melibatkan Mahfud MD dan tokoh sipil lain dalam Komite Reformasi Polri, Prabowo menunjukkan ia tak main-main. Ini bukan sekadar manuver politik untuk gagah-gagahan, tapi langkah strategis untuk merangkul publik dan memastikan reformasi tak cuma jadi kosmetik.

Namun, keberhasilan langkah ini bergantung pada kemampuan Prabowo menekan Kapolri agar tak lagi bermain sendiri. Jika tim internal Polri terus berjalan paralel tanpa sinkronisasi, reformasi yang dijanjikan bisa jadi mandek—dan publik akan semakin sinis. Komisi III DPR sudah memperingatkan: libatkan masyarakat luas, jangan sampai reformasi ini cuma jadi parade elit di balik pintu Istana.

Kesimpulan: Ujian bagi Prabowo

Drama ini adalah ujian bagi kepemimpinan Prabowo. Jika ia gagal menegaskan otoritasnya atas Kapolri, citranya sebagai pemimpin tegas yang dibangun selama kampanye bisa runtuh. Sebaliknya, jika ia mampu menyatukan visi reformasi dengan memanfaatkan Mahfud dan tokoh independen lainnya, ini bisa jadi kemenangan besar—bukan hanya untuk Polri, tapi juga untuk kepercayaan publik pada pemerintahannya.

Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit harus ingat: bermain api dengan manuver seperti ini berisiko membakar kariernya sendiri. Publik sudah muak dengan Polri yang terkesan melindungi diri sendiri. Jika Listyo ingin dianggap serius, ia harus tunduk pada arahan presiden, bukan malah membentuk “kerajaan kecil” di dalam institusi. Dan untuk Prabowo? Ini saatnya tunjukkan siapa bos sebenarnya—atau bersiap jadi trending topic dengan tagar #Prabowomemble?(MDA)

*LerengLawu, 27092025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menghalangi Tugas Wartawan Bisa Didenda Rp 500 Juta atau Dipenjara

Next Post

Mengapa 5 Pekerjaan Teknologi Ini Akan Menjadi Kebutuhan Masa Depan

fusilat

fusilat

Related Posts

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik
Feature

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal
Feature

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026
Next Post
Mengapa 5 Pekerjaan Teknologi Ini Akan Menjadi Kebutuhan Masa Depan

Mengapa 5 Pekerjaan Teknologi Ini Akan Menjadi Kebutuhan Masa Depan

Amuba Dusta Jokowi: Warisan Moral yang Merusak, Urgensi Evaluasi Kesehatan demi Tanggung Jawab Hukum

Jokowi: Keterlaluan, Tidak Tahu Diri, Mendikte Presiden Prabowo dan Mengancam Bangsa Ini

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026
Paradoks Indonesia, Said Didu dan Mochtar Lubis

Paradoks Indonesia, Said Didu dan Mochtar Lubis

April 17, 2026

MENGUNGKAP KEKUATAN REPUBLIK ISLAM IRAN

April 17, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...