Jakarta-Fusilatnews.—Menyusul langkah berani, Alumni HMI DR Ubeidilah Badrun, Dosen UNJ, yang juga menyoal Ijazah palsu Jokowi, kini heboh dan menjadi highlight media karena diuangkap oleh Prof Mahfud MD/Menkopolhukam, atas sepengetahuan Presiden Jokowi mengungkap kejanggalan lalu lintas keuangan dan akun-akun jumbo, terutama yang terkait dengan 349 Trilyun di Kemenkeu RI, pimpinan Sri Mulyani.
Kehawatiran nitizen angka-angka yang diungkap Menkopolhukam itu, seperti raihan angka suara Pemilu. Ia bisa berubah dari 349 menjadi 3 T saja. Ini akan berdampak kepada masyarakat, yaitu makin tak percaya pada regime m Jokowi, karna pelayanan perpajakan tidak memiliki akuntabilitas, karena tidak transparan, tidak up date, sehingga para pembayar pajak yang taat dan setia, kuatir uang mereka diselewengkan. Terlebih-lebih berita petugas pajak berperilaku seperti Debt collector.
Lembaga-lemabaga inspektorat yang ada pada setiap kementrian dan badan-badan negara, sejati menjadi dan berfungsi menjadi Waskat (Pengawasan melekat) yang memikiki standar kerja yang sama diseluruh wilayah RI.
Namun demikian, karenakan kondisi daerah berbeda satu sama lain; menjadi sulit seperti belum ada listrik, kurangnya petugas Keamanan Lapas yang menyebabkan banyak petugas yang stress dan terjadi rusuh Napi.
Sisi lain, bila membanding budget Direktorat Jendral Pemasyarakatan, yang lebih banyak terpakai untuk yang konsumtif, memberi makan Napi per tahun, sementara budget Reformasi Birokrasi terpakai untuk cost Study banding yang seharusnya untuk meningkatkan kualitas SDM.
Pembangunan Infrastruktur seperti jalan Tol diharap bisa memperlancar dan mendorong pertumbuhan sektor lainnya dan bersyukur layanan Birokrasi bisa hadir ditengah pasar masyarakat.
Saya banyak terlibat pansel sehingga terbiasa jadi pejabat, benar saja salah apalagi benar, demikian ungkap Prof DR Edward Oemar Sharief Wamenhukam RI angkatan 98 yang jihadnya lebih mudah karna musuhnya hanya Orba dibanding jihad pemuda kini yang sangat komplex.
Demikian saridari Diskusi bersama Panelis M Fadli Hanafi SE (Ekonom UI), Yefri Febriansyah SH (Kabid Hukham PB HMI) dengan Modrator Nurul Yuliana M Si bertema ” Pengelolaan Pendapatan Negara” diselenggarakan leh PB HMI Dipo pimpinan Raihan Ariatama dimarkas jalan Sultan Agung, 25 Setia Budi, Jakarta, 6 April 2023.






















