• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Raja Ampat Dirusak Nikelnisasi – 500 HA Hutan Dibuka Untuk Pertambangan Nikel

Ali Syarief by Ali Syarief
June 3, 2025
in Bencana, Feature, Lingkungan Hidup
0
Raja Ampat Dirusak Nikelnisasi – 500 HA Hutan Dibuka Untuk Pertambangan Nikel
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Kepulauan Raja Ampat bukan sekadar gugusan atol di ujung timur Indonesia. Ia adalah perjamuan semesta: 1.600 jenis ikan, 550 jenis karang, 700-an spesies moluska, berpadu dalam satu simfoni kehidupan laut yang tiada duanya. Dunia menyebutnya the crown jewel of marine biodiversity. Tapi, di tengah pujian dan kekaguman dunia, kita justru mengizinkan tangan-tangan kapital menggali isi perutnya.

Hilirisasi nikel kini menjelma menjadi mantra baru pembangunan. Diucapkan dalam setiap pidato pejabat, ditulis di dokumen strategis negara, dan dijual ke rakyat sebagai tiket menuju kejayaan ekonomi. Namun di Raja Ampat, hilirisasi tampil dalam rupa buldoser, bara PLTU captive, dan longsoran tanah yang merobek hutan hujan tropis.

Lembaga Auriga Nusantara mencatat, setidaknya 500 hektare hutan telah dibuka untuk pertambangan nikel di tiga pulau. “Ini bukan sekadar soal lingkungan,” kata Timer Manurung, Ketua Auriga. “Ini adalah pengkhianatan terhadap komitmen konservasi dan hak hidup masyarakat adat.”

Greenpeace Indonesia menambahkan, pencemaran akibat industri nikel di wilayah itu sudah merambah ke sumber air, laut, dan udara. “Paradoksnya,” ujar Leonard Simanjuntak, Kepala Greenpeace Indonesia, “nikel ini dijual ke dunia sebagai bahan baku energi bersih. Tapi prosesnya justru kotor: merusak lingkungan, menyengsarakan rakyat, dan memperparah krisis iklim.”

Di tengah kecaman, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mencoba menenangkan. Dalam pernyataannya pada 3 Juni 2025, ia mengatakan akan mengevaluasi seluruh izin tambang nikel di Raja Ampat. “Kami tidak ingin pembangunan dilakukan dengan mengorbankan ekosistem. Kalau terbukti melanggar, izinnya bisa kita cabut,” kata Bahlil.

Tapi publik punya alasan untuk ragu. Di Indonesia, evaluasi kerap kali menjadi basa-basi politik. Sementara ekskavator tetap bekerja, dan kapal tongkang tetap melintas, membawa tanah-tanah merah Raja Ampat ke luar negeri—ke smelter di Morowali atau ke pabrik baterai mobil listrik di China.

PT Gag Nikel, salah satu perusahaan yang beroperasi di wilayah itu, berdalih bahwa aktivitas mereka tunduk pada kaidah tambang berkelanjutan. Namun masyarakat adat di Pulau Gag punya cerita lain. “Kami hanya dijadikan penonton di tanah sendiri,” kata Yulianus Mambrasar, tokoh adat setempat. “Kami tidak pernah diajak bicara. Tahu-tahu hutan sudah dibuka, tanah kami hilang, laut kami keruh.”

Lebih dari sekadar luka ekologis, pertambangan ini mengoyak relasi spiritual masyarakat dengan alam. Dalam kosmologi orang Moi, Batanta, dan Maya, tanah bukan milik yang bisa diperjualbelikan, melainkan warisan leluhur yang dijaga untuk anak cucu. Jika tanah dirusak, maka yang hancur bukan hanya ekonomi, tapi juga harga diri dan keseimbangan hidup.

Kita tentu paham, transisi energi global menuntut nikel sebagai bahan baku utama baterai listrik. Tapi apakah demi memenuhi hasrat dunia itu, kita harus mengorbankan satu-satunya surga terakhir yang kita miliki?

“Raja Ampat bukan tempat untuk smelter dan tambang,” kata Arief Rabik, Direktur Yayasan Bumi Hijau Lestari. “Ia adalah benteng terakhir peradaban ekologis bangsa ini. Kalau kita kehilangan Raja Ampat, kita kehilangan alasan untuk bicara moral ke dunia.”

Sudah saatnya negara berhenti menggunakan kalkulator keuntungan semata. Dalam sejarah pembangunan, tak sedikit negeri yang maju secara ekonomi tapi kehilangan jiwanya. Raja Ampat adalah jiwa kita. Dan jiwa, sekali dikorbankan, tak akan kembali.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Forum Purnawirawan Prajurit TNI Layangkan Surat Upaya Pemakzulan Gibran

Next Post

Forum Purnawirawan TNI Desak DPR Segera Tindaklanjuti Usulan Pemakzulan Wapres Gibran

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan
Birokrasi

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan
Feature

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Next Post
Forum Purnawirawan TNI Desak DPR Segera Tindaklanjuti Usulan Pemakzulan Wapres Gibran

Forum Purnawirawan TNI Desak DPR Segera Tindaklanjuti Usulan Pemakzulan Wapres Gibran

Esprit de Corps dan Gema Pemakzulan Gibran – Tentara Itu Bersatu, Utuh, dan Bulat

Esprit de Corps dan Gema Pemakzulan Gibran - Tentara Itu Bersatu, Utuh, dan Bulat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist