• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Rakyat China Sudah Lama Ingin Berdemokrasi – Tapi Tokoh tokoh Pergerakannya dibantai Ragime Komunis

Ali Syarief by Ali Syarief
October 20, 2022
in Feature
0
Mengapa Kongres Partai Komunis Tiongkok Penting Bagi Beijing ?

Kongres Partai Komunis Tiongkok

Share on FacebookShare on Twitter

Usai membawakan acara pelatihan Cross Culture di Beijing, saya bertanya kepada sahabat saya Prof. Huang, pembicara Chinese Business Culture, mengapa China menerapkan system komunisme? “Mr. Ali, there will be no China without communism”, jawabnya. “How to control more than a million Chinese people!”, tambahnya.

Saya penasaran bertanya itu, karena kebetulan hari itu saya ikut sholat jum’at, dalam suasana tanpa rasa takut atau tekanan, di kota Beijing. Secara kebetulan sekali, saya melihat di masjid itu, Datuk Anwar Ibrahim Wakil PM Malaysia saat itu.

China Muslim di Beijing, dengan mudah dapat dikenal, karena mereka banyak yang  mengenakan tutup kepala haji berwarna putih.

Pada kesempatan lain, saya pernah menyampaikan keluhan kepada sahabat saya yang ain, warga keturunan, Mantan Ketua Apindo Jawa Barat, bagaimana Pemerintahah Komunis China, menangani demostran perisitiwa lapangan Tian Amen, yang menewaskan lebih dari 100.000 demonstran mati oleh tentara komunis China.

“Kita tidak bisa menilai baik-buruk seperti Bung Ali, karena apa yang dilakukan Pemerintah China waktu itu, hasilnya seperti sekarang. China menjadi negara  dan bangsa yang termaju di Dunia”, begitu jawabnya. Saya tertegun dengan jawaban seperti itu. “Biarkan, nanti sejarah akan memperlihatkannya”, begitu tambahnya.

Uraian ini, berkaitan dengan beberapa hari yang lalu, terjadi lagi protes dari seorang warga china, yang membentangkan spanduk, pada sebuah jembatan di ibukota China yang menuduh Xi sebagai seorang diktator.

Protes seorang yang pemberani ini, jarang terjadi, terhadap Xi Jinping di Beijing tersebut, kemudian telah mengilhami protes solidaritas di seluruh dunia saat kongres partai China berlangsung minggu ini.

Pemrotes misterius, dijuluki sebagai “Manusia Jembatan”, telah disandingkan dengan “Manusia Tank”, pria Cina tak dikenal yang berdiri menantang barisan tank selama protes Tiananmen 1989.

“Bridge Man” sempat menjadi subjek penyelidikan online oleh pemerintahan komunis Xi, untuk cepat mencari identitasnya. Detektif internet segera mendapat identitasnya. Dia seorang akademisi dari  profil media sosialnya yang diketahui memiliki dua akun Twitter.

Tindakan The Bridge Man tersebut, banyak dikahwairkan oleh para Aktivis lainnya, akan keselamatannya. Tapi  juga diapresiasi atas protesnya yang menyamar sebagai pekerja pinggir jalan, meneriakkan slogan-slogan ke pengeras suara dan membakar ban.

Ada keterangan Video dari tempat kejadian, menunjukkan pria itu ditangkap oleh petugas polisi dan dimasukkan ke dalam mobil Polisi. Tetapi Polisi China bungkam, tidak menanggapi pertanyaan wartawan asing tentang insiden tersebut.

Rekaman peristiwa Pembantaian Tiananmen pada 4 Juni 1989 adalah salah satu tragedi berdarah terbesar di China. Dalam pembantaian Tiananmen 4 Juni, sekitar 100.000 orang berkumpul di utara Forbiden City, Istana yang menjadi simbol besarnya Kekaisaran China sejak ribuan tahun silam. Mereka terdiri dari mahasiswa, buruh, dan masyarakat biasa yang memprotes Pemerintah China karena dianggap membungkam demokrasi.

Unjuk rasa itu berlangsung selama tujuh pekan sejak 27 April 1989. Deng Xiaoping yang kala itu memimpin Partai Komunis China kemudian mengerahkan puluhan tank untuk membantu tentara “mensterilkan” Lapangan Tiananmen. Sejumlah laporan tak resmi menyebut korban tewas lebih dari 300 orang termasuk demonstran dan tentara, tetapi angka sebenarnya diprediksi mencapai 1.000 orang. Kemudian sekitar 10.000 orang ditangkap dalam pembantaian Tiananmen 1989.

Sebuah laporan internasional,  Melansir laman History, pada Mei 1989 hampir satu juta orang China yang kebanyakan pelajar muda, memadati pusat kota Beijing untuk menuntut demokrasi yang lebih besar. Mereka juga meminta pengunduran diri para pemimpin Partai Komunis China yang dianggap terlalu represif.

Pemicu demo ini adalah berkaitan dengan meninggalnya Sekretaris Jenderal Partai Komunis, Hu Yaobang, pada 15 April 1989.

Hu dikenal sebagai tokoh reformis yang membuka diri terhadap demokrasi. Massa pun curiga dengan kematian Hu. Untuk mengenang kematian Hu Yaobang, 100.000 mahasiswa berkumpul di Lapangan Tiananmen. Mereka menyuarakan ketidakpuasan kepada Pemerintah China yang otoriter.

Pada 22 April, digelar upacara peringatan resmi untuk mengenang Hu Yaobang yang diadakan di Balai Agung Rakyat di Lapangan Tiananmen. Perwakilan mahasiswa turut datang sambil membawa petisi ke tangga Balai Agung Rayat. Para mahasiswa ini menuntut untuk bertemu dengan Perdana Menteri Li Peng dan meminta kejelasan atas kematian Hu Yaobang yang dianggap misterius. Namun, Pemerintah China menolak pertemuan itu. Hal ini memicu aksi demonstrasi besar yang dilakukan mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh China. Mereka mulai menyuarakan reformasi.

Detik-detik tragedi Tiananmen terjadi setelah hampir tiga minggu para demonstran terus berunjuk rasa setiap hari, memadati jalanan dan berteriak. Pada 20 Mei 1989 Pemerintah China menetapkan darurat militer di Beijing, seiring jumlah massa yang semakin besar.

Pemerintah China mengerahkan tentara dan tank ke ibu kota untuk membubarkan aksi demonstran. Sebanyak 30 divisi tentara dari tujuh wilayah atau sekitar 250.000 pasukan militer dikirim ke Beijing melalui udara atau kereta api.

Akan tetapi, ketika tentara ingin masuk ke pusat kota, mereka dihadang oleh para demonstran dengan cara memblokir jalan utama. Demonstran juga mengelilingi kendaraan militer sehingga aparat kesulitan bergerak. Tak hanya itu, pengunjuk rasa bahkan membujuk tentara untuk bergabung dalam aksi demonstrasi.

Pada 23 Mei 1989 akibat tidak adanya akses jalan untuk maju, pasukan tentara berhasil dipukul mundur ke pinggiran kota Beijing oleh para demonstran. Tindakan penarikan mundur itu dirasa sebagai pertanda baik bagi aksi demonstrasi, tetapi gerakan mahasiswa tidak sadar bahwa sebenarnya pihak militer sedang memobilisasi serangan mematikan.

Di kalangan pengunjuk rasa sendiri terjadi perpecahan, karena tidak adanya kepemimpinan dan tujuan yang jelas dari aksi itu. Salah satu aktivis mahasiswa, Wang Dan, juga mulai menyadari adanya bahaya aksi militer. Ia menyarankan agar para mahasiswa mundur sementara sambil menyusun strategi yang lebih baik. Sayangnya, saran Wang Dan ditolak para aktivis radikal yang bersikukuh ingin mempertahankan Lapangan Tiananmen.

Tanggal 3 Juni 1989 para mahasiswa menemukan sejumlah tentara berpakaian sipil yang mencoba menyelundupkan senjata. Senjata itu berhasil disita dan diserahkan kepada polisi Beijing. Pada hari yang sama Pemerintah China melalui siaran televisi menyarankan kepada masayarakat untuk tetap berada di dalam rumah, tapi warga tetap berada di jalanan dan melakukan aksi pemblokiran.

Kemudian sekitar pukul 22.00 terjadi penembakan ke arah pengunjuk rasa di persimpangan Wukesong di Chang’an Avenue, sekitar 10 km dari sebelah barat Lapangan Tiananman. Korban yang tewas adalah seorang pakar teknologi luar angkasa, Song Xiaoming (32).

Tentara lalu semakin bergerak menuju Lapangan Tiananmen. Tidak hanya itu, mereka mulai menembaki pengunjuk rasa. Peristiwa ini dilaporkan oleh organisasi Tiananmen Mothers, yang menyebut setidaknya 36 orang tewas di Muxidi pada 3 Juni 1989 malam.

Tindakan penembakan ini memicu kemarahan warga yang berujung pada pembalasan penyerangan, seperti melempari bom molotov, melawan dengan tongkat dan batu.

Lalu pada 4 Juni 1989 tentara China dan polisi keamanan menyerbu Lapangan Tiananmen dan menembaki para pedemo tanpa pandang bulu. Kekacauan pun terjadi. Puluhan ribu mahasiswa berusaha melarikan diri dari amukan tentara China, sedangkan pengunjuk rasa lainnya melawan dengan melempar batu, serta membalikkan dan membakar kendaraan militer.

Pada 5 Juni 1989, para tentara tetap melakukan pembersihan Lapangan Tiananmen dan berhasil mengambil alih tempat itu. Selanjutnya pada 6 Juni 1989 juru bicara pemerintah, Yuan Mu, menyampaikan bahwa akibat tragedi Tiananmen hampir 300 orang tewas, termasuk tentara. Kemudian 5.000 orang luka-luka dan lainnya ditangkap untuk diadili dan dieksekusi. Meski begitu, jumlah korban versi pemerintah tidak dianggap kredibel. Sumber lain menyebut bahwa korban tewas akibat pembantaian Tiananmen 4 Juni 1989 setidaknya mencapai

1.000 orang.

Sumber Reuters, Kompas dll

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ganjar Nyatakan Siap Maju Capres 2024, Tak Disangka Ini Respon Sekjen PDIP

Next Post

Menolak Perintah Jenderal

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Menolak Perintah Jenderal

Menolak Perintah Jenderal

Jurang Resesi Didepan Mata, Ekonom Senior Ungkap Apa Saja Yang Akan Mendera Indonesia

Jurang Resesi Didepan Mata, Ekonom Senior Ungkap Apa Saja Yang Akan Mendera Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist