• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ramalan Jayabaya dan Indonesia Juara Piala AFF 2022

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
December 23, 2022
in Feature
0
Ramalan Jayabaya dan Indonesia Juara Piala AFF 2022
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Abdul Susila

Jakarta – Tahukah kau apa itu Ramalan Jayabaya? Apakah kau percaya bahwa serat yang digubah Prabu Jayabaya itu menyiratkan Timnas Indonesia juara Piala AFF 2022?

Sebelum kau kuhantarkan pada jangka yang diyakini para ilmuwan bersumber dari Kitab Asrar ini, sebaiknya kau cerna silogisme dan kredensial atas peristiwa yang menggubah sepak bola Indonesia.

Bukan apa, ini untuk menghegemoni akal budi, seperti dongeng yang dibaca sebelum tidur. Untuk menegaskan bahwa kemunduran itu sengaja direkayasa. Kini lintang kemukus dari barat telah tiba.

+++

Timnas Indonesia itu diciptakan dalam pergolakan gairah besar. Lebih dari sekadar cinta. Timnas Indonesia mungkin tak istimewa, tapi bisa sangat sedap dipandang mata para pemujanya.

Pada 1951, tatkala Timnas Indonesia kali pertama dibentuk, tujuannya tegas. Ini alat propaganda bangsa di pentas dunia. Timnas Indonesia adalah amanat perjuangan Soekarno dan Mohammad Hatta.

Itu mengapa sepak bola jadi anak emas sang proklamator. Timnas Indonesia dikonsep jadi penguasa benua. Tur Asia (1953) dan Eropa Timur (1956) jadi salah satu sarana agar Timnas perkasa.

Setelah Soekarno lengser, paradigmanya berubah. Orang-orang kepercayaan Soekarno, termasuk Maulwi Saelan di PSSI, disingkirkan. Pada 1967 Maulwi diganti Kosasih Poerwanegara, ‘orang dekat’ Soeharto.

Jalan Timnas Indonesia pun miring, mirip kepiting. Rezim Soeharto nyaris melupakan sepak bola. Untuk mengingatkan ‘The Smiling General’ PSSI menggelar Piala Soeharto pada 1972, 1974, dan 1976.

Soeharto akhirnya tumbang pada 1998. ‘The Old Soldier Never Die’ Agum Gumelar menggantikan Azwar Anas pada 1999 yang mundur setelah tragedi sepak bola gajah di Piala AFF 1998.

Selepas Agum pada 2003, negara ‘resmi’ bercerai dengan PSSI. Nurdin Halid, Djohar Arifin Husin, dan La Nyalla Mattalitti jadi tesis: mesin penghancuran PSSI dibuat dengan terbuka dan sadis.

Pada 2014 Joko Widodo (Jokowi) naik takhta. Pesannya kepada Menpora tegas: benahi PSSI! Bak pepatah lama ‘Roma locuta, causa finita’ (Roma bicara, perkara selesai), PSSI dipotong urat nadinya oleh Imam Nahrawi.

FIFA marah. Indonesia diembargo dari dunia internasional. PSSI dan Timnas Indonesia lantas reinkarnasi setelah setahun hibernasi, dengan Edy Rahmayadi sebagai jenderalnya.

Pada era ini pula lahir Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Persepakbolaan Nasional. Jangankan cepat, jalan di tempat pun kurang tepat. Apa bukti? Tragedi Kanjuruhan.

Kematian 135 jiwa akhirnya memicu Inpres itu baru bisa berjalan; perlahan; pelan; tenang; senyap. Diam.

Itulah silogisme Timnas Indonesia dan PSSI sejak 1951 hingga 2022. Mana kredensialnya? Timnas Indonesia anak emas lagi seperti di era Soekarno. Apa yang diminta Shin Tae Yong dipenuhi PSSI.

Latihan di luar negeri. Naturalisasi. Hotel bintang lima. Carter pesawat. Apalagi? Masih banyak lagi! Ini yang tak didapat skuad Timnas Indonesia lainnya sejak Piala AFF edisi 1996 hingga 2020.

Peta kekuatan kontestan Piala AFF 2022 pun bisa ditakar. Juara bertahan Thailand tidak diperkuat dua pemain kuncinya, Chanathip Songkrasin dan Supachok Sarachat.

Vietnam sebagai tim ASEAN berperingkat terbaik FIFA saat ini sedang di fase kejenuhan bersama Park Hang Seo. Pelatih asal Korea Selatan itu pun sudah menyatakan pergi dari Vietnam pada 2023.

Malaysia mungkin kuda hitam. Sama seperti Shin yang datang ke Indonesia pada 2020, Kim Pan Gon membuat goncangan besar. Saking besarnya, sampai-sampai skuad Harimau Malaya di Piala AFF 2022 disebut Malaysia B.

Bagaimana dengan Singapura, Filipina, Myanmar, dan Kamboja? Di kejuaraan dwitahunan edisi ke-14 ini keempatnya tak cukup modal. Bisa saja ada kejutan, tetapi DNA mereka tak demikian.

Kredensial inilah yang diisyaratkan, dengan meminjam bahasa Ramalan Jayabaya, yang disebut ‘jinejer wolak-waliking zaman’. Kalimat ini terdapat dalam bait ke-159. Begini terjemahannya:

“Selambat-lambatnya kelak menjelang tutup tahun.
Akan ada dewa tampil.
Berbadan manusia.
Berparas seperti Batara Kresna.
Berwatak seperti Baladewa.
Bersenjata trisula wedha.
Tanda datangnya perubahan zaman.
Orang pinjam mengembalikan.
Orang berhutang membayar.
Hutang nyawa bayar nyawa.
Hutang malu dibayar malu.”

Kau bebas menginterpretasikan syair ini, tapi jangan pakai logika. Tak perlu mencari sosoknya. Lihat saja momentumnya. Kisah dari 1951 hingga 2022 sudah cukup kiranya jadi pertanda.

Deretan peristiwa sepak bola nasional selama dua dekade terakhir, itu dinamitnya. Seperti skandal Calciopoli di Italia berujung gelar juara Piala Dunia, Tragedi Kanjuruhan harusnya membangkitkan.

+++

Seperti mitologi, Ramalan Jayabaya adalah angan. Ia hanya akan menjadi nyata jika dikreasi dengan etos kerja plus kecerdasan emosional. Itulah jalan perjuangan. Itulah jalan kemenangan.

Begitu pula sepak bola. Satu tambah satu tak mesti dua. Ia bisa menjadi tiga, lima, tujuh, bahkan nol. Skuad bintang tak jaminan, dominan bukan kunci, dan indah bukan rumus suci.

Layaknya ‘gol tangan Tuhan’ Maradona yang licik itu, Ramalan Jayabaya pun intrik saja. Karenanya dengan sangat percaya diri kukatakan: Timnas Indonesia juara Piala AFF 2022!

Senayan, 22 Desember 2022.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, Jumat 23 Desember 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Puncak Libur Natal, Antrean di Pelabuhan Penyeberangan Merak Capai 3 Km

Next Post

Cuaca Ekstrem Membayangi Perjalanan Libur Natal Jasa Marga Minta Pengguna Jalan Waspada

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi
Feature

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu
Feature

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis
daerah

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Next Post
Cuaca Ekstrem Membayangi Perjalanan Libur Natal Jasa Marga Minta Pengguna Jalan Waspada

Cuaca Ekstrem Membayangi Perjalanan Libur Natal Jasa Marga Minta Pengguna Jalan Waspada

Kebocoran Cairan Pendingin Soyuz Memaksa Misi Penyelamatan ke ISS 

Kebocoran Cairan Pendingin Soyuz Memaksa Misi Penyelamatan ke ISS 

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist