• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Refleksi Tragedi Kanjuruhan: Antara Kemanusiaan dan Etika Bisnis

fusilat by fusilat
October 6, 2022
in Feature
0
Refleksi Tragedi Kanjuruhan: Antara Kemanusiaan dan Etika Bisnis

Polisi menembakkan gas air mata saat kerusuhan pada pertandingan sepak bola antara Arema Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 1 Oktober 2022. Menurut Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, hingga saat ini terdapat kurang lebih 180 orang yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit tersebut. (AP Photo/Yudha Prabowo)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Muhammad Aras Prabowo

SEBELUM memulai tulisan ini, penulis menyampaikan duka mendalam kepada seluruh korban dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Semoga korban meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan YME dan yang mengalami luka-luka segera diberi Kesehatan dan keberkahan oleh Tuhan YME.

Tentu tidak ada satupun pihak yang menginginkan peristiwa berdarah itu terjadi. Sudah barangtentu ada pihak-pihak yang pertanggung jawab dalam pelaksanaan pesta sepak bola yang digelar di Sation Kanjuruhan, Malang. Yang bisa dilakukan adalah evaluasi dan transparansi mulai perencanaan hingga pelaksanaan turnamen.

Pihak-pihak yang ikut bertanggung jawab dalam gelaran tersebut dan bisa diidentifikasi misalnya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), Pemerintah Daerah yang terkait, pihak keamanan seperti Kepolisian dan TNI, dan pihak ketiga yang diberi tugas sebagai pelaksana teknis seperti PT. Liga Indonesia Baru (PT. LIB) beserta Panitia Pelaksana (Panpel).

PSSI Bertanggung Jawab Penuh

PSSI sebagai penanggung jawab utama dalam pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya memiliki porsi tanggungjawab yang lebih besar dari seluruh pihak yang terlibat. Posisinya memiliki otorisasi yang sangat signifikan dalam proses perencanaan hingga turnamen berlangsung. Mulai dari pelibatan perusahaan (PT. LIB) hingga pengkondisian pihak keamanan saat laga berlangsung.

Perlu dijelaskan secara transparan pelaksanaan Standar Oprasional Prosedur (SOP) laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Bagaimana implementasi pengawasan PSSI dalam mengawal kesuksesan laga tersebut? Apalagi Arema FC dan Persebaya sudah dikenal sebagai rivalitas, laga keduanya selalu diwarnai ketegangan dan intrik, baik sesama pemain maupun kedua supporter.

Selain itu, bagaimana SOP PSSI dalam penunjukan pelaksana teknis kegiatan (PT. LIB)? Sejauh mana PSSI terlibat dalam kontrol terhadap PT. LIB? Ini yang akan menjadi refleksi utama dalam tulisan kali ini, karena PT. LIB tidak bisa hanya dilihat sebagai pelaksana teknis, akan tetati banyak aspek yang perlu dianalisis, seperti pertimbangan keuntungan oleh PT. LIB dan kesepakatannya dengan PSSI.

Selain variabel rivalitas antara kedua tim (keamanan), variabel keuntungan/ekonomi bisa menjadi pemicu atas kelalaian penyelenggaran hingga berujung tragedi Kanjuruhan di Malang. Seberapa besar pertimbangan keamanan laga dibandingkan pertimbangan keuantungan? Menurut Adam Smith (1723-1790) yang dikutip oleh Heilbroner (1919-2005) pandangannya soal ekonimi “bukan berkat kemurahan tukang daging, pembuat bir atau tukang pembuat roti kita dapat makan siang, akan tetatpi karena mereka memperhatikan kepentingan pribadi mereka. Kita berbicara bukan kepada rasa kemanusiaan mereka, melainkan kepada cinta mereka kepada diri mereka sendiri dan janganlah sekali-kali berbicara tentang keperluan-keperluan kita, melainkan tentang keuntungan-keuntungan mereka”.

Kemenpora Tidak Bisa Lepas Tangan

Secara struktur PSSI bertanggung jawab kepada Kemenpora dalam setiap pelaksanaan pertandingan, artinya Kemenpora memiliki tanggung jawab pengawasan dalam pelaksanaan laga oleh PSSI. Sampai saat ini, Kemenpora belum mengelurkan kebijakan dalam pengusutan tragedi Kanjuruhan, Malang. Padahal masayarakat menunggu peran Kemenpora, khususnya melakukan pengusutan atas peristiwa berdarah yang menimbulkan ratusan korban jiwa.

Siapa pihak-pihak yang lalai atau melanggar SOP dalam laga Arema FC vs Persebaya Surabaya? Seberapa besar pelenggaran SOP oleh pihak-pihak yang terlibat dan sanksi apa yang dijatuhkan atas kelalaian tersebut? Masyarakat menanti evaluasi dari Kemenpora sehingga apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo bahwa ini adalah kejadian terakhir dalam persepakbolaan Indonesia.

Jika bisa lebih kritis lagi, sejauh mana pengawasan yang dilakukan oleh Kemenpora dalam proses perencanaan dan pelaksanaan laga berdarah tersebut. Jangan sampai, Kemenpora tidak menjalankan tanggung jawabnya, sehingga dia turut lalai dalam peristiwa Kanjuruhan. Tentu Menterinya harus dievaluasi oleh Presiden.

SOP Pengamanan Kepolisian & TNI Seperti Apa?

Kabar yang beredar bahwa pihak Kepolisian sudah memberikan informasi awal kepada PSSI dan PT. LIB mengenai potensi kericuhan yang berujung peristiwa berdarah. Kepolisian setempat secara resmi melayangkan surat kepada penyelenggara, agar jadwalnya dipercepat menjadi 15. 30 WIB yang semula pukul 20:00 Sabtu, 01 Oktober 2022.

Usulan tersebut ditolak oleh PT LIB dan tetap melaksanakan laga sesui jadwal semula. Tentu pihak kepolisian memiliki pertimbangan dan SOP mengapa jadwal diminta dipercepat, termasuk informasi dari intelijen di lapangan.

Pemberitahuan percepatan jadwal dan pertimbangan keamanan tertuang dalam surat yang ditandatangani langsung Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat tertanggal 18 September 2022. Selain itu, keterangan Menkopolhukam, Mahfud MD sebenarnya sejak sebelum pertandingan pihak aparat sudah mengantisipasi melalui koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan.

Misal, pertandingan agar dilaksanakan sore (bukan malam), jumlah penonton agar disesuaikan dengan kapasitas stadion yakni 38.000 orang. Tapi usul-usul itu tidak dilakukan oleh Panitia yang tampak sangat bersemangat. Pertandingan tetap dilangsungkan malam, dan ticket yang dicetak jumlahnya 42.000.

Artinya, sudah ada antisipasi dini yang dilakukan oleh pihak kepolisian sebelum laga dimulai. Meskipun begitu, penanganan massa sesaat pertandingan usai juga perlu diusut oleh Kapolri. Apakah penanganannya sudah sesuai SOP dalam kepolisian? Misalnya, SOP soal larangan penggunaan gas air mata dalam stadion oleh FIFA mengingat hal serupa pernah terjadi dalam sejarah kelam persepakbolaan didunia. Tapi kok dilanggar oleh kepolisian? Ada apa? Kejadian yang sama pernah dilakukan, dan berujung pada tragedi yang sama dan kepolisian Indonesia tidak mengantisipasi bahkan melanggar SOP tersebut.

Menurut berbagai sumber, bahwa Sebagian besar korban meninggal dikarenakan sesak nafas akibat gas air mata dan terinjak oleh superter yang lain karena panik. Untuk itu, Kapolri harus menginvestigasi kejadian tersebut disamping kita harus tetap berempati atas meninggalnya dua prajurit kepolisian. Hal yang sama juga perlu dilakukan oleh Panglima TNI, mengingat keterlibatan anggotanya dalam pengamanan laga. Dibanyak video yang beredar, Nampak sejumlah anggota TNI menyerang secara membabi buta tanpa mengindahkan SOP pengamanan, yaitu tindakan hanya bisa dilakukan jika mengancam keselamatan TNI atau polisi.

PT LIB Hanya Mempertimbangkan Keuntungan

Selain PSSI, PT. LIB bertanggung jawab secara penuh atas teknis kegiatan yang berujung tragedi berdarah Stadion Kanjuruhan, Malang. Seperti yang sudah dipaparkan di atas, analisa Penulis menduga kuat pengabaian variabel keamanan oleh PT. LIB dan lebih mengutamakan pertimbangan keuntungan dalam laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Analisa ini tentu berdasar, mengingat LIB adalah korporasi yang mengedepankan keuntungan. Menurut Adam Smith bahwa yang terpenting dalam ekonomi adalah keuntungan. Semua tindakan dicurahkan untuk menghasilkan laba sebanyak-banyaknya, pertimbangannya hanya menggunakan kalkulatif keuntungan. Itulah yang menjadi ideologi dalam ekonomi kapitalisme.

Hipotesis tersebut didukung oleh realitas dari keterangan berbagai pihak. Misalnya yang pertama sedari awal pihak kepolisian sudah memberikan peringatan potensi ganguan keamanan, tapi tidak diindahkan. Kedua, kapasitas stadion yakni 38.000 orang, tapi tiket yang dicetak jumlahnya mencapai 42.000, melebihi kapasitas stadion 4.000 orang.

Ketiga, oleh kepolisian meminta agar laganya dipercepat pukul 15:30 untuk mengantisipasi kepadatan penonton, sebaliknya LIB tetap dengan keputusan awal pukul 20:00 untuk memaksimalkan jumlah penonton. Jam 20:00 itu orang-orang sudah pulang kantor ditambah malam minggu.

Fenomena tersebut semakin menguatkan hipotesis penulis bahwa LIB lebih memperhitungkan variabel keuntangan dari pada mempertimbangkan variabel keamanan.

Penulis berpandangan ada persoalan mendasar pada etika bisnis dalam LIB yang kapitalistik yang akhirnya mengorbankan ratusan korban jiwa dalam tragedi Kanjuruhan, Malang.

Jika bisa mengqiyaskan pesan moral dari Gusdur bahwa yang terpenting dari politik adalah kemanusiaan dalam konteks tragedi Kanjuruhan dan PT. LIB bahwa yang terpenting dari keuntungan adalah kemanusiaan.

Refleksi Tragedi Kanjuruhan

Pihak-pihak yang terlibat dan lalai dalam tragedi Kanjuruhan, Malang harus dievaluasi, masing-masing harus diberi sanksi sesuai proporsi dan Undang-Undang yang berlaku. Harus ada perbaikan dari kejadian tragis ini, olehnya itu, keterlibatan Presiden Joko Widodo kita harapkan bisa mengevaluasi Menpora RI, PSSI, dan PT. LIB serta mekanisme turnamen persepakbolaan Indonesia.

Perlu dicatat, bahwa mata dunia terfokus pada tragedi Kanjuruhan, Malang. Reputasi Indonesia dalam kanca persepakbolaan dunia telah tercoreng, khususnya dalam pengelolaan turnamen.

Kita dorong juga agar Kapolri dan Panglima TNI segera menyelesaikan investigasi terhadap anggotanya yang tidak bekerja sesuai prosedur dalam pengamanan laga. Harus diberi sanksi tegas bagi oknum yang terbukti melanggar SOP pengamanan. Yang harus dipegang teguh bahwa yang terpenting dalam pengamanan adalah keselamatan nyawa manusia.

Terkhusus PT. LIB, sanksi tegas untuk korporasi ini adalah pemutusan kontrak karena telah lalai mengutamakan aspek kemanusiaan di atas perhitungan keuntungan. Bukan hanya LIB, tapi seluruh korporasi di Indonesia seyogahnya belajar dari tragedi ini, bahwa keuntungan bukan satu-satunya yang terpenting dalam ekonomi.

Menurut Karl Polanyi (1957) bahwa ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari kalkulatif keuntungan saja, tapi harus mempertimbangkan aspek-aspek sosial, budaya dan lingkungan manusia yang disebutnya sebagai ekonomi subtantif.

Artinya, etika dan moral dalam perilaku ekonomi menjadi variabel penting untuk mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan. Menempatkan kemanusiaan di atas keuntungan adalah refleksi yang sangat berharga dari tragedi Kanjuruhan, Malang. Bukan hanya korporasi persepakbolaan, melainkan seluruh korporasi di berbagai bidang di Indonesia.

Muhammad Aras Prabowo Kepala Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia dan Direktur Lembaga Profesi Ekonomi & Keuangan PB PMII

Dikutip Rmol.id Kamis, 06 Oktober 2022, 03:50 WIB

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Somasi Aremania Tuntut Presiden Jokowi Minta Maaf, Stafsus Presiden Beri Respons

Next Post

Mencermati Pendampingan Hukum Kasus Ferdy Sambo

fusilat

fusilat

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Mencermati Pendampingan Hukum Kasus Ferdy Sambo

Mencermati Pendampingan Hukum Kasus Ferdy Sambo

Memantau Peran “State Auxialiary Bodies” pada Penegakan Hukum Kasus Brigadir J

Komnas HAM: Kerusuhan Terjadi Bukan karena Suporter Masuk Lapangan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist