• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Relawan Gemes, Jokowi Kencengin, Rakyat Marah

fusilat by fusilat
December 3, 2022
in Feature
0
Geger #PrankGBK, Relawan Jokowi Bantah Tipu Peserta ‘Halaqah Ulama’, Kok Bisa?

Joko Widodo atau Jokowi saat menghadiri temu relawan di acara Nusantara Satu, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Sabtu, 26 November 2022./tempo.co

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Yosef Sampurna Nggarang

JAGAT politik tanah air kembali gaduh dengan munculnya sebuah video berdurasi 49 detik berisi obrolan antara Benny Rhamdany (BR) dengan Presiden Joko Widodo disaksikan oleh para relawan.

Dalam video itu, BR yang duduk berhadapan dengan Presiden Jokowi terlihat sangat lantang mengungkapkan pikirannya. Narasi BR pada bagian pertama terdengar sebagai saran yang  biasa sebagai relawan, “Pak kita ini pemenang Pilpres,kita ini besar. Tapi, serangan lawan ini masih terus. Sarannya adalah amplifikasi keberhasilan program-program bapak melalui Kemenko.”

Pada bagian berikutnya terdengar sangat konfrontatif, “Kalau mau tempur lapangan kita lebih banyak.Nah,kalau bapak tidak mengijinkan tempur dilapangan melawan mereka,maka penegakan hukum yang harus. Contoh konkrit? Tanya Jokowi. Misalnya setiap mereka yang mencemarkan nama baik, menyerang pemerintah, adu domba, mengahasut, menyebarkan kebencian,semua harus di jerat dengan hukum. Nah, penegakan hukum ini yang harus diperkuat. Karena ketika tidak? Kami hilang kesabaran, ya udah kami yang melawan di lapangan, misalnya.”

Jokowi pun terkesan menyetujui narasi konfrontatif tersebut dengan respon,” Jadi dikencengin!”

Obrolan dalam video di atas menurut beberapa sumber terjadi di sebuah ruangan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) dalam acara Silaturahmi Relawan yang bertajuk: “Nusantara Bersatu.”

Lantas, apakah GBK dari dulu hanya sekedar jadi tempat event politik kekuasaan semata? Atau adakah nilai sejarah besar dari GBK? Apakah narasi dari relawan, Jokowi sesuai dengan tajuk judul acara?

Lalu ke siapa tujuan sasaran narasi konfrontaif dari BR? Dan apa makna “kampanye” Presiden Jokowi soal kriteria calon Presiden 2024: “yang harus rambut putih dan wajahnya kerutan?” Atau itu sekedar “olahraga politik” semata, psy war?

GBK, dulunya disebut Istora (Istana Olahraga), tempat perhelatan event olahraga skala besar dan tempat beberapa kali si “Macan” panggung Presiden Soekarno berpidato di depan lautan massa.  

Dari GBK atau Istora, Soekarno dengan suara lantang membakar semangat rakyat Indonesia, berpidato menjaga “Api” Revolusi, semangat persatuan untuk melawan musuh imperialisme negara Barat.

Salah satu pidato Bung Karno yang terkenal adalah tentang perlawanan terhadap PBB, Amerika Serikat dan Inggris dengan semboyan: “Amerika kita Setrika! Inggris kita Linggis!”. Pidato ini tidak hanya untuk kepentingan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, tapi juga mendorong kemerdekaan bangsa-bangsa di Asia dan Afrika.

GBK oleh Soekarno, juga menjadi tempat untuk menggelorakan amanat pembukaan UUD 1945. “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” itulah mengapa Soekarno mendunia dan inilah nilai GBK.

Kini, GBK oleh Presiden Jokowi hanya sekedar tempat silaturahmi berkumpulnya para relawan,oligarki yang bekerja memenangkan dirinya dalam dua kali pemilihan presiden. Dan diujung kekuasaannya saat masih menjabat sebagai presiden kembali berkampanye entah untuk agenda perpanjangan jabatan seperti wacana dan analisa selama ini atau untuk calon yang dipersiapkan jika agenda perpanjangan tidak terwujud?

Jika untuk agenda perpanjangan jabatan,tentu sangat melanggar konstitusi. Jika acara itu untuk calon penggantinya, maka itu terlihat Jokowi yang tadinya sebagai presiden turun kelas melamar jadi Ketua Tim Sukses, bukan pula sebagai king maker.

Ini terkonfirmasi dari pidato teks yang diucapakannya soal “kriteria presiden 2024 yang rambut putih semua dan wajahnya kerutan,”. Jika kriterianya demikian, maka tukang becak dan para pemulung yang wajah kerutan dan rambut putih karena kurang tidur juga sangat memenuhi kiteria. Pidato ini rasanya bukan sebagai negarawan, tapi sebagai partisan.

Sungguh tidak tepat dan sangat disayangkan jika acara yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah itu sekedar sebagai “olahraga politik” semata. Di saat yang sama salah satu daerah, yaitu Cianjur, Jawa Barat sedang dilanda bencana gempa.

Acara itu akan lebih bernilai jika menjadi moment untuk mengkonsolidasi relawan melakukan gerakan sosial, sebagaimana esensi dari keberadaan relawan. Dan publik berharap energi presiden sebagai kepala negara dan pemerintahan digunakan untuk menata sistem negara,baik struktur maupun kultur yang sudah mengalami dekadensi moral.

Bila itu sebagai psy war (perang) kepada orang yang mengkritisi kebijakan pemerintah selama ini dan dilabeli sebagai pihak yang bersebrangan, di saat yang sama rezim terlihat menyatu dengan oligarki.

Bukankah itu kontradiksi dengan tajuk dari acara berjudul “Nusantara Bersatu?”. Maka, harapan agar polarisasi masyarakat akibat politik identitas beberapa tahun ini segera terurai, pun pupus.

Mestinya,narasi konfrontatif dan psy war itu, ditujukan kepada oligarki yang merampok sumber daya alam, merusak hutan, memberantas korupsi, mencegah Human Trafficking yang menjadi tugas dari BR selaku Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI),bukan kepada rakyat yang harus dilindunginya.

Persoalan-persolan di atas harus segera diselesaikan,jika tidak diselesaikan akan menjadi beban berat presiden berikutnya.

Dengan demikian, narasi saat kampanye Pilpres 2014, “Jokowi tidak punya beban masa lalu”, hanyalah sebuah pencitraan, kenyataannya dengan begitu banyak warisan persoalan, Jokowi menjadi beban masa depan bangsa.  

Lantas, apakah relawan masih ngotot dengan kegemesannya dan Presiden Jokowi menyetujui? Jika ia,bukan tidak mungkin rakyat juga gemes dan marah,dan itu bisa membuat Jokowi jadi “lemes”. 

Yosef Sampurna Nggarang
Sekretaris Jenderal Pergerakan Kedaulatan Rakyat

Dikutip Rmol.id Sabtu, 03 Desember 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jateng, UMR Paling Rendah di Tanah Air

Next Post

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Baru

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Momentum Jokowi Cawapres 2024 Sebagai Titik Balik Perubahan

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Baru

Krisis Pupuk Dunia: Dampaknya bagi Indonesia

Krisis Pupuk Dunia: Dampaknya bagi Indonesia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist