• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jateng, UMR Paling Rendah di Tanah Air

fusilat by fusilat
December 3, 2022
in Feature
0
Jateng, UMR Paling Rendah di Tanah Air

Moch Eksan/Net

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Moch Eksan

SELURUH pemerintah provinsi di Indonesia telah mengumumkan Upah Minimum Regional (UMR). Besaran upah berdasarkan hasil survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL), saran dan pertimbangan dari Dewan Pengupahan Propinsi, dan penetapan gubernur. Masing-masing daerah, besaran UMR-nya berbeda-beda.

Arti Lain dari UMR.

Dari 34 Propinsi di Tanah Air, UMR tertinggi adalah DKI Jakarta sebesar Rp 4.901.798. Sedangkan UMR terendah ialah Jawa Tengah sebesar Rp.1.958.169.

Angka ini mengkonfirmasi berapa hal di luar patokan besaran upah yang harus disesuaikan oleh pengusaha atau perusahaan pada 2023 mendatang.

Pertama, besaran UMR itu cermin dari pertumbuhan ekonomi daerah. Jakarta adalah daerah yang memiliki kebutuhan hidup layak yang paling tinggi. Sebaliknya, Jateng ialah daerah yang memiliki kebutuhan hidup yang paling rendah di Tanah Air.

Kedua, besar kecilnya pertumbuhan ekonomi berkorelasi dengan efektifitas kebijakan ekonomi daerah. Anggaran daerah, baik kabupaten/kota maupun propinsi, merupakan stimulus pertumbuhan ekonomi.

Ketiga, leadership dari kepala daerah sangat berpengaruh terhadap politik anggaran dan serapannya dalam meningkatkan konsumsi pemerintah. Sementara, konsumsi pemerintah bergantung pada kemampuan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyerap anggaran yang dialokasikan.

Keempat, APBD merupakan dokumen politik dan ekonomi yang langsung mempengaruhi Product Domistic Regional Bruto (PDRB). Sebuah nilai tambah bruto dari barang dan jasa yang menggambarkan kinerja ekonomi daerah. Nilai tambah didasarkan pada pendekatan produksi, pengeluaran dan pendapatan.

Kontraksi Ekonomi

Ala kulli hal, Jateng pasti mengalami kontraksi dalam kinerja ekonomi daerahnya. Ini terbaca dari pertumbuhan ekonomi Propinsi Ganjar Pranowo ini yang di bawah pertumbuhan ekonomi nasional. BPS menyebutkan bahwa ekonomi Jateng tumbuh 5,28 persen year on year (YoY) pada Kuartal III 2022. Dan, ekonomi nasional tumbuh 5,72 persen pada kuartal yang sama.

Pertumbuhan ekonomi Jateng yang berada di bawah rata-rata nasional, berdampak pada perlambatan ekonomi daerah. Ini berakibat pada pengurangan kemiskinan dan pengangguran terbuka yang belum maksimal.

Kepala BPS Jateng, Adhi Wiriana, mengemukakan bahwa jumlah kemiskinan turun 102,57 ribu menjadi 3,85 juta, dan jumlah pengangguran turun 44 ribu menjadi 1,08 juta.

Ternyata Pulau Jawa merupakan kantong kemiskinanan terbanyak di Indonesia. Jateng menduduki peringkat ke-3. Di atasnya, Jawa Barat peringkat ke-2 dengan 4,070 juta, dan Jawa Timur peringkat ke-1 dengan 4,181 juta.

Dari segi persentase, Jateng berada posisi di tengah di antara propinsi dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang paling tinggi dan paling rendah. Justru Jabar masuk dengan TPT tertinggi sebesar 8,31 persen, disusul Banten dengan 8,09 persen dan Jakarta sejumlah 7,18 persen.

Propinsi TPT terendah antara lain: Sulawesi Barat (2,34 persen), Gorontalo (2,58 persen), Papua (2,83 persen), Nusa Tenggara Barat (2,89 persen), Sulawesi Tengah (3,00 persen), Sulawesi Tenggara (3,36 persen), Nusa Tenggara Timur (3,54 persen), Bengkulu (3,59 persen), Maluku Utara (3,98 persen), Yogyakarta (4,06 persen), dan seterusnya.

Tak Berbanding Lurus

Ganjar sebagai gubernur paling senior di Pulau Jawa, sudah sangat berpengalaman membuat kebijakan pro poor and pro job budgeting. Sebuah kebijakan yang berpihak pada masyarakat miskin dan pembukaan lapangan pekerjaan. Tapi sayang, popularitas Gubernur Jateng tersebut tak berbanding lurus dengan penurunan kemiskinan dan pengangguran secara drastis.

Kondisi tersebut bisa dimaklumi, lantaran serapan APBD Jateng 2022 yang mencapai Rp 24,64 triliun masih rendah. Bagaimana tidak, sampai dengan kuartal III, baru bisa menyerap 59,23 persen.

Efek dari serapan anggaran yang rendah ini, politik anggaran yang ideal kurang gayung bersambut dengan peningkatan kapasitas birokrasi dalam tata kelola keuangan daerah.

Jateng menyumbang 14,43 persen bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Selebihnya, secara berurutan: DKI Jakarta 29,74 persen, Jatim 24,93 persen, Jabar 22,63 persen, Banten 8,75 persen, Yogyakarta 1,51 persen dan sebagainya.

Berbagai data di atas, menegaskan bahwa Jateng haruslah banyak berbenah untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain di Pulau Jawa. Rezim yang berkuasa yang paling bertanggungjawab untuk mengatasi kontraksi ekonomi, seraya menemukan terobosan baru bagi peningkatan kontribusi Jateng bagi pembangunan ekonomi nasional.

Bila tidak demikian, maka sama halnya dengan besar mulut daripada perut. Padahal, kata pepatah: “Bekerja keras dalam keheningan. Biarkan kesuksesanmu membuat keributan.” 

Moch Eksan Pendiri Eksan Institute

Dikutip Rmol.id Sabtu, 03 Desember 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tragis Bagi Kamerun, Tersingkir Dari Piala Dunia Meski Kalahkan Brasil 1 – 0

Next Post

Relawan Gemes, Jokowi Kencengin, Rakyat Marah

fusilat

fusilat

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Geger #PrankGBK, Relawan Jokowi Bantah Tipu Peserta ‘Halaqah Ulama’, Kok Bisa?

Relawan Gemes, Jokowi Kencengin, Rakyat Marah

Momentum Jokowi Cawapres 2024 Sebagai Titik Balik Perubahan

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Baru

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist