• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Reuteur Institute: “Kepercayaan Publik Indonesia Kepada Medsos dan Jurnalis Meningkat”

Ali Syarief by Ali Syarief
June 24, 2025
in Feature, Komunitas
0
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Selalu ada dua sisi dalam cermin: satu memantulkan, satu menyembunyikan.

Hari-hari ini, kita hidup dalam dunia yang terbagi. Tapi pembagian itu bukan antara benar dan salah. Ia antara yang cepat dan yang cermat. Antara yang viral dan yang faktual. Media sosial dan jurnalisme.

Dalam laporan tahunan yang baru saja dirilis oleh Reuters Institute, ada sesuatu yang mengejutkan tapi tak terlalu mengherankan: kepercayaan publik Indonesia terhadap media sosial meningkat. Itu seperti mempercayai arus deras sungai untuk mengantarkan pesan, meski kita tahu betapa keruh airnya.

Orang percaya pada kecepatan. Mungkin karena kita, manusia, selalu ingin tahu sebelum berpikir. Kita memerlukan sesuatu untuk segera ditanggapi, segera dibagikan, segera dibentuk menjadi opini—sebelum bahkan kita memahami apa yang sedang terjadi. Media sosial menawarkan itu: instan, tak menuntut konfirmasi, dan—karena itu—begitu memuaskan.

Tapi, ironisnya, dalam lonjakan kepercayaan terhadap media sosial itu, jurnalisme tak runtuh. Ia justru tetap menjadi tempat kita bersandar untuk sesuatu yang tak bisa kita dapatkan dari linimasa: verifikasi.

Seperti puisi yang tak selesai dibaca dalam satu napas, berita yang sungguh-sungguh perlu waktu. Perlu konfirmasi. Perlu keberanian menyusun kalimat dari fakta yang tercecer. Dan di situlah jurnalis bekerja, bukan sebagai penyampai kilat, tapi sebagai perangkai makna. Mereka tak hadir pertama, tapi hadir tepat.

Kita tahu, dari tahun ke tahun, kepercayaan terhadap media di negara-negara maju justru menurun. Tapi di sini, di negeri yang setiap detiknya melahirkan puluhan ribu unggahan, media tetap dirindukan. TVRI, Kompas, Detik, nama-nama itu tak lenyap. Mereka bukan hanya institusi; mereka adalah ingatan kolektif. Mungkin bukan karena mereka selalu benar, tapi karena mereka selalu mencoba menjadi benar.

Saya jadi teringat: ketika Soekarno berpidato, ia tak selalu bicara pada logika. Ia bicara pada rasa, pada semangat. Tapi saat rakyat butuh tahu apa yang sebenarnya terjadi—mereka membaca. Mereka mencari koran, mendengar radio. Mereka tahu, semangat perlu realitas sebagai tempat berpijak.

Kini, kita menyaksikan ironi yang tak asing: rakyat percaya pada yang cepat, tapi menggantungkan harapan pada yang teliti. Kita ingin menyerap kabar secepat kabut menyelimuti pagi, tapi tetap berharap bahwa di balik kabut itu, ada seorang wartawan dengan catatan kecil, pena, dan rekaman suara yang menunggu untuk menyampaikan yang sejati.

Barangkali di sinilah letak harapan kita: bahwa di zaman kebisingan ini, masih ada yang memilih mendengar sebelum menulis. Bahwa di tengah algoritma, masih ada manusia yang percaya bahwa kebenaran bukan sekadar apa yang disukai banyak orang.

Dualisme itu bukanlah pertentangan. Ia seperti siang dan malam: tak saling meniadakan, tapi memberi makna satu sama lain. Kita mungkin tak bisa hidup tanpa keduanya—tapi kita perlu tahu kapan harus mempercayai cermin, dan kapan harus menatap ke luar jendela.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PEMBANTAIAN ISLAM LEWAT INVASI, TONY BLAIR MENYESAL

Next Post

Yahudi dan Karma Musa: Melarikan Diri ke Negeri Firaun

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post

Yahudi dan Karma Musa: Melarikan Diri ke Negeri Firaun

Iran Mengguncang Teluk: Pangkalan AS di Empat Negara Diserang Rudal

Iran Mengguncang Teluk: Pangkalan AS di Empat Negara Diserang Rudal

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist