Jakarta-Fusilatnews – Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil (RK), menyatakan menerima hasil Pilkada Jakarta dan mengucapkan selamat kepada pasangan calon (paslon) nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno, yang memenangkan Pilkada DKI Jakarta dalam satu putaran.
Pernyataan tersebut disampaikan RK dalam konferensi pers yang digelar usai KPUD Jakarta menetapkan hasil rekapitulasi suara pada Minggu (8/11/2024). Selain itu, RK juga mengunggah momen pertemuannya dengan Pramono dan Rano di akun Instagram pribadinya, @ridwankamil.
Dalam unggahannya, RK terlihat mengenakan kemeja lengan pendek putih dengan rompi cokelat, sementara Pramono mengenakan kaus lengan panjang hitam, dan Rano memakai kemeja putih lengan pendek. Ketiganya tampak akrab, saling berpelukan, dan tertawa lepas. RK bahkan berkali-kali mencium tangan Pramono sebagai bentuk penghormatan.
“Ucapan selamat untuk guru saya @pramonoanung dan sahabat saya bang @si.rano untuk kemenangan di Pilkada DKI Jakarta. Terima kasih sudah menjadi mitra dalam berkontestasi,” tulis RK dalam unggahan tersebut.
RK juga menjelaskan bahwa meskipun sempat mempertimbangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dugaan kecurangan, ia akhirnya memutuskan untuk menerima hasil Pilkada demi kedamaian dan demokrasi di Jakarta. “Saya pribadi memutuskan untuk menerima dengan ikhlas dan legowo demi kepentingan lebih besar, yaitu kedamaian demokrasi dan warga Jakarta yang sudah menjatuhkan pilihannya,” ujarnya.
RK menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mendukungnya selama kontestasi Pilkada, termasuk Presiden Jokowi, Prabowo Subianto, para relawan, partai pendukung, tokoh agama, TNI-Polri, Bawaslu, dan KPU.
Hasil Pilkada Jakarta
KPUD Jakarta menetapkan paslon nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno, menang dengan perolehan suara 50,07 persen atau sebanyak 2.183.239 suara. Sementara RK-Suswono memperoleh 1.718.160 suara, dan pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana mendapatkan 459.230 suara.
Meski menerima hasil tersebut, tim hukum RK-Suswono sempat menyatakan keberatan dan merencanakan gugatan ke MK. Mereka menyoroti dugaan kecurangan, seperti tercoblosnya surat suara di TPS Pinang Ranti dan penyebaran undangan pemilihan yang dianggap tidak merata.
RK menegaskan bahwa meskipun tidak lagi menjabat sebagai gubernur, ia akan terus mengabdi kepada masyarakat dan bangsa. “Perjalanan saya untuk mengabdi kepada Indonesia tidak akan berhenti di sini,” tutupnya.
























