Anjloknya nilai tukar rupiah dalam sebulan terakhir ini menunjukkan semakin memburuknya ekonomi Indonesia setelah dihantam oleh kelanggkaan komoditas beras yang menyebabkan harga beras meroket.
Jakarta – Fusilatnews – Berdasarkan laporan Blommberg , Nilai tukar rupiah saat pasar dibuka pada Jumat pagi hari semakin terperosok diangka Rp 15.926,5 mendekati angka psikologis Rp 16.000,- Turun 7 poin saat pasar ditutup pada Kamis (26/10) sore kemarin
Anjloknya nilai tukar rupiah dalam sebulan terakhir ini menunjukkan semakin memburuknya ekonomi Indonesia setelah dihantam oleh kelanggkaan komoditas beras yang menyebabkan harga beras meroket.
Juga bisa dikatakan kegagalan upaya menteri keuangan bersama Bank Indonesia dalam melakukan kebijakan moneter untuk memitigasi merosotnya nilai tukar rupiah
Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam upaya menenangkan pasar, menjelaskan penyebab semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebagai akibat dampak dari kondisi global, salah satunya yakni inflasi yang tinggi di Amerika dan kondisi ekonomi yang masih cukup kuat.
Menurut Menkeu kondisi tersebut juga menyebabkan dolar index menguat di angka 106. Padahal sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan dolar index berada di angka 93.
“Berarti dolar menguat secara global,” tambah dia
Sebagai jawabannya Menkeu Sri Mulyani mengatakan Kementerian Keuangan akan terus melakukan sinkronisasi kebijakan moneter dan fiskal sehingga dampak dari kondisi di Amerika Serikat terhadap nilai tukar rupiah, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi dalam negeri bisa dimitigasi dan diminimalkan.
“Kita akan terus menyinkronkan kebijakan moneter dan fiskal agar dalam situasi di mana pemacunya adalah negara seperti AS, dampaknya bisa kita mitigasi dan kita minimalkan baik terhadap nilai tukar, inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas sistem keuangan. Itu akan terus kita lakukan secara insentif,” ungkap dia.
Apapun alasan dan argumentasi Menteri Keuangan terkait memburuknya nilai tukar rupiah mengindikasikan adanya capital out f;ow yaitu mengalirnya modal ke luar negeri,yang mengarah pada capital flight menjelang pemilu legislatif dan Presiden pada 2024 mendatang
























