• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Saatnya DPR dan Polri Introspeksi

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
August 31, 2025
in Birokrasi, Feature, Pojok KSP
0
Saatnya DPR dan Polri Introspeksi
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Aksi demonstrasi massa yang marak hari-hari ini dipicu oleh ulah DPR yang menaikkan tunjangan mereka sendiri. Tunjangan rumah saja mencapai 50 juta rupiah per bulan. Padahal, rakyat dalam kondisi susah, “hidup segan mati tak mau”.

Saat ada desakan agar DPR dibubarkan, salah seorang anggota DPR, Ahmad Sahroni dari Partai NasDem menunjukkan sikap pongahnya. Mereka yang mengusulkan pembubaran DPR, kata dia, adalah orang paling tolol sedunia. Ia mengklaim para anggota DPR adalah orang-orang pintar semua.

Sontak, pernyataan sarkastik Sahroni itu menjadi semacam bensin yang memantik api semangat demonstran. Aksi-aksi demontrasi pun terjadi di mana-mana. Sebagian diwarnai anarkisme, seperti di Jakarta, Bandung, Semarang, Pekalongan, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sebagainya.

Aksi demonstrasi ternyata membuat Polri seperti terkena abu panas. Seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21) terlindas mobil Rantis Brimob Polri di Penjompongan, tak jauh dari titik episentrum unjuk rasa di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).

Sejak itu, aksi-aksi demonstrasi massa kian brutal. Markas Polres Metro Jakarta Timur dan 16 halte Transjakarta dibakar massa. Gedung DPRD Kota Solo dan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dan Gedung DPRD Kota Makassar, Sulawesi Selatan, serta Gedung DPRD Provinsi NTB dibakar massa. Rumah di dekat Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, juga dibakar massa.

Pendek kata, Gedung DPR RI, Gedung DPRD dan Markas Polisi menjadi sasaran amuk massa.

Kita tentu saja mengecam keras aksi brutal demonstran yang melakukan anarkisme. Kita juga menyampaikan duka cita mendalam atas jatauhnya korban meninggal, baik Affan Kurniawan maupun sejumlah orang yang terjebak dan terbakar di Gedung DPRD Kota Makassar.

Namun, di balik itu ada pesan yang cukup gamblang: DPR dan Polri harus berkaca diri. Introspeksi. Kemudian melakukan koreksi dan berbenah diri.

Permintaan maaf yang disampaikan Ketua DPR Puan Maharani terkait kinerja DPR yang belum sesuai harapan ternyata tidak mampu menghentikan aksi massa. Begitu pun permintaan maaf Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas ulah anggotanya yang menyebabkan nyawa Affan melayang. Lalu apa artinya?

Artinya, aksi massa itu saya kira merupakan manifestasi dari akumulasi kekecewaan rakyat selama ini terhadap DPR dan Polri. Akumulasi kekecewaan, bukan kekecewaan sesaat.

Selama ini wakil rakyat terlalu menganga jaraknya dengan rakyat yang diwakilinya. Rakyat menderita, wakil rakyat bersuka cita. Rakyat menjerit, wakil rakyat joget-joget. Tak seharusnya wakil rakyat berjarak dengan rakyat yang diwakilinya.

Rakyat selama ini juga kecewa terhadap Polri yang belum bisa menjadi pelindung dan pengayom rakyat, serta belum profesional, proporsional dan adil dalam menegakkan hukum.

Hukum tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas. Hukum tajam ke musuh, tapi tumpul ke Solo.

Pun dalam Pemilu 2024 lalu di mana keberpihakan Polri kepada kontestan tertentu begitu kentara.

Sekali lagi, saatnya bagi DPR dan Polri untuk berkaca, introspeksi dan kemudian berbenah diri.

Alarm Tanda Bahaya

Kematian Affan Kurniawan merupakan alarm tanda bahaya bagi kita semua, terutama Presiden Prabowo Subianto. Ia bisa menjadi pertanda siklus revolusi 25 tahunan di Indonesia.

Tahun 1966, seorang demonstran Tritura bernama Arief Rachman Hakim tewas tertembak. Rezim Orde Lama kemudian tumbang.

Tahun 1998, empat mahasiswa Universitas Trisakti, Jakarta, tewas tertembak saat demo anti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Rezim Orde Baru kemudian tumbang.

Arab Spring juga dimulai dengan tewasnya seorang pedagang sayur kaki lima, Mohamed Bouazizi yang gerobaknya dirampas polisi di Tunisia dan kemudian bakar diri di kantor pemerintah.

Tahun 2025 ini, Affan Kurniawan tewas terlindas mobil Rantis Brimob Polri. Apakah Prabowo juga akan tumbang?

Kita tidak tahu pasti. Tapi jika aksi-aksi demonstrasi massa kian masif dan tak terkendali, bisa saja peristiwa tumbangnya Orde Lama dan Orde Baru terulang di Indonesia. Prabowo bisa tumbang, meskipun hal itu tidak penulis harapkan.

Berdasarkan ketentuan Pasal 8 UUD 1945, jika Presiden berhalangan tetap, maka penggantinya adalah Wakil Presiden. Hal ini pernah terjadi pada 21 Mei 1998 di mana Presiden Soeharto yang lengser digantikan oleh Wapres BJ Habibie; dan pada 23 Juli 2001 di mana Presiden Abdurrahman Wahid yang dilengserkan MPR digantikan oleh Wapres Ibu Megawati Soekarnoputri.

Dalam konteks kekinian, jika Prabowo lengser, apakah akan digantikan oleh Wapres Gibran Rakabunimg Raka? Sesuai Pasal 8 UUD 1945 memang demikian.

Persoalannya, mampukah Gibran jika harus menggantikan Prabowo? Di sinilah bangsa ini menghadapi buah Simalakama. Dimakan ibu mati, tidak dimakan bapak mati.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Terlambatnya Penyesalan DPR

Next Post

Jokowi: Bayang-Bayang dalam Amok Massa

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Abolisi untuk Tom Lembong, Impor Gula atas Perintah Jokowi: Watak Culas yang Terkuak

Jokowi: Bayang-Bayang dalam Amok Massa

Pecat Anggota DPR Pembuat Gaduh!

Pecat Anggota DPR Pembuat Gaduh!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...