• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Seabad NU: Gerakan Ulama atau Nunut Urip?

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
January 31, 2026
in Feature, Komunitas, Pojok KSP
0
PB NU Tanggapi Fatwa MUI Terkait Ucapan Salam Lintas Agama 
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Nahdliyin / Marbot Musala

Jakarta – Hari ini, Sabtu (31/1/2026), Nahdlatul Ulama (NU) genap berusia 100 tahun atau satu abad. NU berdiri pada 31 Januari 1926 Masehi atau 16 Rajab 1344 Hijriah.

Organisasi NU yang berarti Gerakan Ulama ini didirikan oleh para ulama, dua di antaranya KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Chasbullah.

Secara nasional, peringatan seabad NU hari ini digelar di Istora Senayan, Jakarta, dengan tema, “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”.

Pertanyaannya, apakah di hari lahir (harla) ke-100 ini NU sudah sesuai dengan “khittah” atau cita-cita awal pendiriannya?

Apakah NU benar-benar menjadi gerakan ulama, ataukah sekadar tempat ulama “nunut urip” (menumpang hidup)?

Diketahui, di usianya yang seabad tahun ini, NU justru dilanda “ontran-ontran” atau kekacauan. Ontran-ontran itu disinyalir bermula dari perebutan konsesi tambang batubara yang diberikan pemerintah di Kalimantan Timur.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pun sempat terbelah dalam dua kubu: kubu Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf dan kubu Rais Aam KH Miftachul Achyar.

Kedua kubu diduga berebut soal pengelolaan konsesi tambang yang diberikan pemerintah. Beruntung, para kiai sepuh berhasil mendamaikan kedua kubu. NU pun akan menggelar muktamar pada Juli mendatang untuk memilih pengurus baru.

Sejatinya, sejak berdirinya tahun 1926, jauh sebelum Indonesia merdeka tahun 1945, NU sudah terbiasa mandiri. NU bahkan banyak mendirikan pondok pesantren yang berarti membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

NU juga bahu-membahu bersama elemen bangsa lainnya, termasuk Muhammadiyah yang berdiri lebih awal, yakni 1912, berjuang melawan penjajah demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Di era kemerdekaan, NU bersama Muhammadiyah menjadi kekuatan “civil society” (masyarakat sipil) atau masyarakat madani yang disegani untuk mengimbangi kekuasaan pemerintah.

Tokoh NU seperti KH Abdurrahman Wahid, dan tokoh Muhammadiyah seperti Amien Rais sangat disegani pemerintahan rezim Orde Baru yang dipimpin Presiden Soeharto.

NU benar-benar menjadi gerakan ulama yang menggerakkan umat, khususnya nahdliyin atau warga NU.

Tapi apa lacur? Kini di usianya yang sudah seabad, NU justru seakan berada di bawah ketiak pemerintah. Biang keroknya adalah konsesi tambang batubara itu. Bahkan boleh dikata konsesi tambang itu digunakan pemerintah sebagai alat adu domba. Siapa pun akan lemah kalau uang sudah bicara.

Akhirnya, banyak pengurus NU yang disinyalir nunut urip ke pemerintah. Kursi jabatan NU mereka gunakan sebagai batu loncatan untuk mengakses kekuasaan eksekutif, bahkan masuk kabinet pemerintahan.

Konsekuensinya, NU pun tak bisa objektif lagi. NU semacam tersandera oleh pemerintah. Makanya dalam setiap pemilu, NU tak jarang terseret arus politik praktis dukung-mendukung kandidat tertentu.

Sebab itu, peringatan seabad NU ini hendaknya dijadikan momentum untuk mengembalikan NU ke khittah pendiriannya tahun 1926. NU jangan lagi terlibat politik praktis, baik secara kelembagaan maupun pribadi para pengurusnya. Kalau ada pengurus yang mau berpolitik praktis, mereka harus mundur dari jabatannya di NU.

Politik NU adalah politik keumatan. Politik kebangsaan. Bukan politik praktis mendukung kekuasaan. Apalagi mendukung sosok tertentu.

Peringatan seabad NU ini juga hendaknya dijadikan momentum untuk menyerahkan kembali konsesi tambang kepada pemerintah. Terbukti tambang telah menjadi alat adu domba. Tambang rawan dengan fitnah. Lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya bagi nahdliyin. Bahkan tambang bisa menjadi semacam kutukan, alih-alih berkah.

Adapun Muktamar NU Juli mendatang hendaknya dijadikan momentum untuk memilih pengurus baru yang belum terkontaminasi lumpur tambang. Dua kubu yang sempat berebut tambang, baik kubu Gus Yahya atau pun kubu Kiai Miftach, hendaknya disingkirkan dari struktur NU. Mereka jangan diizinkan maju lagi untuk menjadi pengurus.

PBNU mendatang harus benar-benar orang baru yang tak terkontaminasi tambang. Juga tak terkontaminasi politik praktis dukung-mendukung kandidat.

Kini, saatnya kaum nahdliyin merebut kepemimpinan NU dari ulama-ulama yang sekadar nunut urip di NU maupun pemerintahan!

Dikutip dari sebuah sumber, Khittah NU 1926 adalah landasan berpikir, bersikap dan bertindak warga NU yang berlandaskan paham Ahlussunnah Waljamaah. Ditetapkan pada Muktamar ke-27 tahun 1984, khittah ini menegaskan kembalinya NU sebagai organisasi sosial keagamaan (jam’iyah-diniyah-ijtima’iyah), bukan partai politik, untuk fokus pada bimbingan masyarakat, pendidikan dan kebangsaan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika “Presisi” Tumbang di Tangan Nalar Hukum yang Rabun

Next Post

SAHAM JATUH – RUPIAH RAPUH: APA YANG KERUH?

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru
daerah

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Next Post

SAHAM JATUH - RUPIAH RAPUH: APA YANG KERUH?

Prabowo Itu Seperti Ikan Busuk Terbawa Arus – Even The Dead Fish Can Go With The Flow

Prabowo Itu Seperti Ikan Busuk Terbawa Arus - Even The Dead Fish Can Go With The Flow

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...