Damai Hari Lubis-Pengamat Hukum & Politik Mujahid 212
Jokowi berkesempatan komentar cawe-cawenya di sela-sela kunjungan kerjanya di Serang, Banten, Senin (8/1 2024 ). Jkw menyatakan, debat capres ketiga tidak edukatif.
“Saling menyerang enggak apa-apa tapi kebijakan, policy, visinya yang diserang. Bukan untuk saling menjatuhkan dengan motif-motif personal. Saya kira enggak baik dan enggak mengedukasi,” tambahnya
Nampak Jokowi kurang pas bicara tentang edukasi ? Karena Ia sendiri bukan sosok role model peng-edukasi.
Pertama, Jokowi sendiri pernah mencontohkan, menyampaikan hal yang tekait, “kepemilikan tanah yang dimiliki Prabowo Subianto seluas ratusan ribu hektar” itu, yang berlokasi di Kalimantan dan Aceh pada saat debat capres melawan Prabowo pada 2019
Kedua, Jokowi tidak khusus mengomentari terhadap debat cawapres, perihal adanya indikasi kecurangan saat Gibran menggunakan 3 mic ditubuhnya, yang salah satunya ada alat yang ditengarai sebagai alat pemandu.
Dan yang sedang berlangsung saat ini, perilaku Jokowi terhadap PDIP dan perilaku cawe-cawe kepada paslon Presiden, demi suksesi kepemimpinan nasional yang Ia harapkan sebagai penerus dirinya, serta kebohongan yang amat banyak Ia lakukan melalui janji-janji politiknya. Ternyata hasilnya lebih banyak yang nir fakta atau wan prestasi, kesemua perilaku ini, cukup membuktikan karakter Jokowi tidak menunjukan attitude sebagai role model, justru mendegradasi citra kepribadian Jokowi.
Selain mempertontonkan diskursus politik yang negatif bagi psikologis anak bangsa secara umum, selebihnya berimplikasi menularkan perilaku dan karakter negatif bagi masyarakat dan dunia pendidikan. Penilaian negatif ini lantaran Jokowi merupakan sosok pejabat pemimpin negara tertinggi bangsa ini.
Selanjutnya, sebaiknya Gibran menasehati Bapaknya, Jokowi, agar introspeksi atau wawas diri, sebelum melempar komentar kritik. Muatan kritiknya, justru dapat mengarah serta menunjuk kepada jatidirinya sendiri, dan Gibran juga sebaiknya usulkan agar Jokowi selaku presiden, langsung hadir saat debat berlangsung berikutnya, debat terakhir capres termasuk debat cawapres, serta duduk dideretan kursi pengunjung yang dikhususkan untuk pendukung 02.
Hal posisi duduk, ini pun penting dalam rangka hajat cawe – cawe-nya, untuk menyemangati pasangan yang Ia ( Jkw ) dukung secara tranparansi, Jkw tidak perlu malu-malu kucing dalam melakukan cawe – cawe. Toh publik secara umum, sudah pahami model karakter Jokowi.


























