• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Semua Porak Poranda di Era Jokowi: Memotret Kegagalan dan Dampaknya pada Bangsa

Ali Syarief by Ali Syarief
August 12, 2024
in Feature, Politik
0
Semua Porak Poranda di Era Jokowi: Memotret Kegagalan dan Dampaknya pada Bangsa
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Fusilatnews.– Di era Jokowi, Indonesia mengalami berbagai tantangan yang membentang dari aspek ekonomi hingga politik. Korupsi yang semakin merajalela, dinamika politik yang membingungkan, serta berbagai masalah ekonomi yang kian menghimpit, menjadi wajah suram dari kepemimpinan yang dulunya diharapkan membawa perubahan besar. Dalam bayang-bayang optimisme awal, rakyat justru dihadapkan pada kenyataan pahit: lembaga antikorupsi yang lemah, partai politik yang kehilangan arah, dan ekonomi yang tak kunjung membaik. Tak hanya itu, munculnya praktik nepotisme di lingkungan kekuasaan semakin menambah daftar panjang masalah yang menodai pemerintahan ini, menjadikan harapan rakyat akan perubahan hanyalah angan-angan belaka.

1. KPK dan Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dahulu dikenal sebagai lembaga yang tak kenal kompromi dalam memberantas korupsi, kini justru terlihat semakin lemah. Revisi UU KPK yang disahkan pada 2019, di masa pemerintahan Jokowi, telah membatasi kewenangan lembaga ini. Sejak itu, banyak kasus korupsi besar yang belum terselesaikan, dan kepercayaan publik terhadap KPK menurun drastis. Data dari Transparency International menunjukkan bahwa Indeks Persepsi Korupsi Indonesia stagnan di angka 37 pada 2023, mencerminkan ketidakmampuan negara dalam mengatasi korupsi.

2. Parpol dan Dinamika Politik: Platform yang Semakin Kabur
Partai-partai politik yang seharusnya menjadi pilar demokrasi kini semakin kehilangan arah. Tidak ada lagi platform yang jelas, dan politik transaksional semakin mendominasi. Koalisi partai yang berubah-ubah tanpa prinsip, hanya demi mempertahankan kekuasaan, menciptakan kebingungan di kalangan masyarakat. Dinamika politik ini juga memperlihatkan lemahnya ideologi partai, yang seharusnya menjadi panduan dalam pengambilan kebijakan.

3. Penerimaan Dalam Negeri yang Terus Menurun
Penerimaan negara dari sektor pajak dan non-pajak juga menunjukkan penurunan yang signifikan. Menurut data Kementerian Keuangan, realisasi penerimaan pajak pada 2023 hanya mencapai 85% dari target yang ditetapkan. Hal ini disebabkan oleh lemahnya basis pajak, banyaknya insentif pajak yang diberikan kepada perusahaan besar, serta rendahnya kepatuhan wajib pajak. Penurunan ini mengindikasikan bahwa pemerintah semakin kesulitan dalam mengoptimalkan sumber pendapatan domestik.

4. Utang Luar Negeri yang Membengkak
Utang luar negeri Indonesia terus meningkat secara signifikan di bawah pemerintahan Jokowi. Bank Indonesia mencatat total utang luar negeri Indonesia mencapai USD 423,1 miliar pada akhir 2023, meningkat tajam dari tahun-tahun sebelumnya. Pembengkakan utang ini menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan negara untuk membayar kembali utang tersebut, terutama di tengah pertumbuhan ekonomi yang melambat.

5. Ekonomi Memburuk
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stagnan di kisaran 5% dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan lemahnya fundamental ekonomi. Pandemi COVID-19 yang diperparah dengan kebijakan yang tidak efektif telah menyebabkan kontraksi ekonomi yang signifikan. Inflasi meningkat, daya beli masyarakat menurun, dan banyak sektor usaha yang mengalami kebangkrutan.

6. Pengangguran Membengkak
Angka pengangguran yang terus meningkat menjadi salah satu indikator lain dari buruknya kinerja ekonomi di era Jokowi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka mencapai 6,26% pada 2023, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Situasi ini diperburuk oleh lambatnya pemulihan ekonomi pasca-pandemi, serta kurangnya kebijakan yang efektif dalam menciptakan lapangan kerja baru.

7. Angka Kemiskinan yang Membesar
Kemiskinan masih menjadi masalah besar di Indonesia. Data BPS menunjukkan bahwa pada Maret 2023, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 26,16 juta orang, meningkat dari tahun sebelumnya. Kebijakan bantuan sosial yang tidak merata dan program pengentasan kemiskinan yang kurang efektif menjadi faktor utama penyebab meningkatnya angka kemiskinan ini.

8. Penegakan Hukum dan Keadilan Bobrok
Penegakan hukum dan keadilan di Indonesia semakin bobrok di era Jokowi. Kasus-kasus besar yang melibatkan elite politik sering kali mandek di tengah jalan atau tidak diproses sama sekali. Kepercayaan publik terhadap sistem hukum pun menurun, terutama setelah beberapa kasus besar yang melibatkan tokoh-tokoh penting tidak ditindaklanjuti secara transparan.

Kesimpulan
Di era Jokowi, banyak sektor penting dalam pemerintahan dan kehidupan masyarakat yang mengalami kemunduran. Dari korupsi yang semakin merajalela, dinamika politik yang tak jelas, hingga meningkatnya utang luar negeri, semua menunjukkan tanda-tanda bahwa bangsa ini sedang berada dalam krisis yang serius. Masa depan Indonesia sangat bergantung pada kemampuan kita untuk memperbaiki sistem yang ada, memulihkan kepercayaan publik, dan memastikan bahwa pemerintahan yang akan datang dapat belajar dari kegagalan ini.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Konflik Kepentingan: Prabowo, Penguasa yang Tetap Pengusaha!

Next Post

Airlangga~Bahlil Dua Pion Jokowi: Menelisik Dinamika Politik di Balik Pengunduran Diri dan Kandidasi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?
Economy

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh
Feature

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026
Feature

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Next Post
Airlangga~Bahlil Dua Pion Jokowi: Menelisik Dinamika Politik di Balik Pengunduran Diri dan Kandidasi

Airlangga~Bahlil Dua Pion Jokowi: Menelisik Dinamika Politik di Balik Pengunduran Diri dan Kandidasi

Manuver Airlangga Berakhir Lelah dan Terkapar

Manuver Airlangga Berakhir Lelah dan Terkapar

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist