Jakarta – Fusilatnews – Sedikitnya seperempat dari total jumlah jemaah haji Indonesia didominasi oleh lanjut usia hal ini ditegaskan oleh Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Dahnil Anzar Simanjuntak
“Jadi hal-hal yang seperti inilah yang harus diminimalisir. Kasihan jemaah kan, karena jemaah kita itu 25 persen itu lansia,” imbuh Dahnil saat wawancara khusus bersama Kompas.com, Selasa (6/5/2025).
Dengan begitu, lanjut Dahnil, tidak semua jemaah haji lansia mampu melaksanakan ibadah dan perjalanan ibadah haji tanpa bimbingan.
“Artinya mereka enggak mandiri. Belum lagi kalau kita bikin presentasi yang pertama kali naik pesawat, yang pertama kali keluar negeri, belum ada masalah kesehatan. Banyak sekali,” jelasnya.
Banyaknya jemaah Indonesia yang berusia lanjut ini bahkan mendapatkan perhatian dari Pemerintah Arab Saudi yang sempat membatasi usia haji. Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar sukses meyakinkan pemerintah Arab Saudi agar memberikan izin keberangkatan jemaah haji lansia ke Tanah Suci.
“Arab Saudi itu udah kasih notice beberapa kali ke kita terkait dengan kesehatan. Makanya kan kemarin mereka sempat menyebutkan yang 70 tahun ke atas enggak bisa. Akhirnya bisa,” ujarnya.
Sebagai informasi, tahun ini Indonesia mendapat 221.000 kuota, terdiri dari 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. Adapun, operasional penyelenggaraan ibadah haji 1446 Hijriah kini terpusat di Mekkah Al-Mukarramah.
Jemaah haji yang berada di Mekkah tengah bersiap mengikuti puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Sementara proses kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua ke Jeddah lalu Mekkah masih akan berlangsung hingga 31 Mei 2025.





















