• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

“Sepleteran” Menjelang Proklamasi Swasembada Beras: Antara Ambisi Besar dan Ancaman Ilegal

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
November 26, 2025
in Economy, Feature
0
KEMANA ARAH KETAHANAN PANGAN KE DEPAN ?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Dalam satu kesempatan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa jika tidak ada aral melintang, pada 31 Desember 2025 Pemerintahan Presiden Prabowo akan memproklamasikan swasembada pangan, terutama beras. Pernyataan ini menggambarkan bahwa kemauan politik untuk mencapai swasembada pangan telah berada pada jalur yang benar.

Namun, seperti lazimnya kehidupan berbangsa dan bernegara, jelang “proklamasi” itu selalu hadir sepleteran—gangguan yang menghambat langkah besar tersebut. Salah satu yang kini mencuat adalah kasus impor beras ilegal: 250 ton di Sabang, Aceh, dan 40 ton di Batam, Kepulauan Riau.

Dalam konteks ini, sepleteran dimaknai sebagai hambatan yang berpotensi merusak upaya menuju swasembada beras. Maka, salah satu ancaman paling kentara adalah masuknya beras ilegal yang dapat mengganggu stabilitas stok, harga, serta kepercayaan publik terhadap kebijakan pangan nasional.

Apa yang Perlu Dilakukan Pemerintah?

Untuk menghadapi berbagai sepleteran tersebut, langkah-langkah berikut mutlak diperlukan:

  1. Pengawasan Ketat di seluruh pelabuhan dan titik perbatasan guna menutup celah masuknya beras ilegal.

  2. Penindakan Tegas terhadap pelaku impor ilegal beserta jaringan yang melindunginya.

  3. Penguatan Petani Lokal, melalui dukungan subsidi, teknologi, serta jaminan pasar.

  4. Transparansi Stok dan Kebijakan Impor, agar publik memahami situasi beras secara objektif.

  5. Koordinasi Antarinstansi, antara kementerian, lembaga, dan aparat penegak hukum.

Namun, pertanyaan kritisnya adalah: apakah pemerintah benar-benar telah siap menghadapi sepleteran yang muncul menjelang proklamasi besar tersebut?

Mengapa Impor Ilegal Terjadi?

Pertanyaan ini penting, sebab Pemerintahan Presiden Prabowo justru telah berkomitmen menghentikan impor beras mulai 2025. Jika demikian, mengapa beras ilegal masih muncul?

Beberapa faktor penyebabnya:

  1. Harga Beras Domestik Lebih Tinggi dibanding harga internasional, memberi insentif bagi importir nakal.

  2. Korupsi dan Lemahnya Pengawasan, yang membuat praktik ilegal luput dari deteksi.

  3. Jaringan Kejahatan Terorganisir yang memanfaatkan celah hukum dan logistik.

  4. Ketidaksesuaian Produksi, sehingga pasokan tak selalu sejalan dengan kebutuhan pasar.

  5. Harga Beras Ilegal Lebih Murah, sehingga menarik bagi konsumen dan pedagang.

Padahal, impor ilegal berpotensi merusak industri pertanian domestik dan merongrong upaya swasembada. Karena itu wajar jika Mentan Amran berjanji mengusut tuntas dalang di balik masuknya beras ilegal.

Dua Kubuh: Penolak dan Pendukung Impor Beras

Diskursus impor beras selalu memunculkan dua kelompok dengan pandangan berbeda:

Kelompok yang Menolak Impor:

  1. Petani lokal, karena khawatir harga jual turun.

  2. Asosiasi petani, yang menilai impor mengganggu stabilitas dan kesempatan kerja.

  3. Aktivis lingkungan, yang menyoroti risiko penggunaan bahan kimia berlebih dalam produksi luar negeri.

  4. Kelompok masyarakat, yang menilai impor mengancam kedaulatan pangan.

Kelompok yang Mendukung Impor:

  1. Konsumen, karena harga beras impor biasanya lebih murah.

  2. Industri pengolahan, yang memerlukan efisiensi biaya bahan baku.

  3. Pedagang, yang memperoleh keuntungan dari selisih harga.

  4. Sebagian ekonom, yang melihat impor sebagai instrumen efisiensi pasar.

Namun, keputusan impor tidak bisa hanya mengandalkan logika pasar. Ia harus mempertimbangkan kepentingan petani, stabilitas harga, serta kedaulatan pangan nasional.


Penulis: Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Langkah Hukum – Pembakaran Plastik Menjadi Kejahatan Lingkungan Tanpa Pelaku

Next Post

Pemerintah Apresiasi SETARA Institute Gelar Anugerah Bisnis dan HAM 2025

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Feature

Gold, Gospel, dan Glory: Paradoks Sejarah yang Terus Berulang dalam Wajah Baru

July 31, 2026
Menjatuhkan sebagai Sikap Politik: Membongkar Kemunafikan Demokrasi Prosedural
Bencana

Buruk Muka Cermin Dibelah Istana

July 31, 2026
MARWAH KERAJAAN GOWA: MENGEMBALIKAN KEHORMATAN ADAT YANG TERGERUS REGULASI
Feature

MARWAH KERAJAAN GOWA: MENGEMBALIKAN KEHORMATAN ADAT YANG TERGERUS REGULASI

July 30, 2026
Next Post
Pemerintah Apresiasi SETARA Institute Gelar Anugerah Bisnis dan HAM 2025

Pemerintah Apresiasi SETARA Institute Gelar Anugerah Bisnis dan HAM 2025

Menguatkan Pendidikan Pancasila di Era Modern

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik
News

Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik

by Karyudi Sutajah Putra
July 31, 2026
0

Jakarta – FusilatNews.- Peta politik menuju Pemilu Presiden 2029 mulai mengalami pergeseran signifikan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, muncul sebagai...

Read more

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

July 30, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bursa Calon Gubernur BI Memanas

Bursa Calon Gubernur BI Memanas

July 31, 2026

Gold, Gospel, dan Glory: Paradoks Sejarah yang Terus Berulang dalam Wajah Baru

July 31, 2026
Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik

Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik

July 31, 2026
Menjatuhkan sebagai Sikap Politik: Membongkar Kemunafikan Demokrasi Prosedural

Buruk Muka Cermin Dibelah Istana

July 31, 2026
MARWAH KERAJAAN GOWA: MENGEMBALIKAN KEHORMATAN ADAT YANG TERGERUS REGULASI

MARWAH KERAJAAN GOWA: MENGEMBALIKAN KEHORMATAN ADAT YANG TERGERUS REGULASI

July 30, 2026

Reformasi INKOS KOSGORO Dari Organisasi Administratif Menjadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Koperasi

July 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bursa Calon Gubernur BI Memanas

Bursa Calon Gubernur BI Memanas

July 31, 2026

Gold, Gospel, dan Glory: Paradoks Sejarah yang Terus Berulang dalam Wajah Baru

July 31, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...