Gaza/Lebanon – Serangan militer Israel selama setahun terakhir di wilayah Gaza telah mengakibatkan tewasnya sedikitnya 41.965 warga Palestina, menurut laporan terbaru dari TRT World. Selain itu, serangan Israel di Lebanon yang dimulai sejak Oktober 2023 juga telah merenggut nyawa lebih dari 2.119 orang, serta memaksa 1,2 juta orang meninggalkan rumah mereka.
Situasi di Gaza semakin memprihatinkan setelah serangan terbaru yang terjadi sepanjang Selasa malam, menewaskan setidaknya 12 warga Palestina, termasuk sembilan anggota keluarga yang sama. Serangan udara Israel ini menargetkan beberapa lokasi di Gaza utara dan tengah, berdasarkan laporan kantor berita Palestina, WAFA.
Di Gaza utara, sembilan anggota satu keluarga tewas akibat serangan yang menghantam apartemen mereka di lingkungan Shujaiah. Menurut petugas medis dari Bulan Sabit Merah Palestina yang dikutip WAFA, korban tewas mencakup beberapa anak dan wanita. Serangan ini mengguncang wilayah yang telah lama menjadi pusat ketegangan dan konflik, dengan banyak warga sipil yang menjadi korban.
Sementara itu, di Gaza tengah, serangan lain di kamp pengungsi Nuseirat mengakibatkan kematian tiga orang, termasuk seorang anak. Beberapa lainnya dilaporkan terluka akibat serangan tersebut, menambah panjang daftar korban yang jatuh selama konflik berlangsung.
Krisis Kemanusiaan di Lebanon
Di Lebanon, serangan Israel yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menyebabkan lebih dari 2.119 korban jiwa. Situasi ini memicu krisis pengungsian besar-besaran, dengan lebih dari 1,2 juta warga Lebanon terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan di wilayah yang lebih aman. Serangan udara dan artileri dari Israel terus menggempur wilayah perbatasan Lebanon selatan, yang menjadi salah satu pusat perlawanan kelompok Hizbullah terhadap serangan Israel.
Krisis kemanusiaan di kedua wilayah ini semakin parah dengan kurangnya akses ke bantuan kemanusiaan, obat-obatan, dan bahan pokok. Warga sipil, termasuk anak-anak dan wanita, menjadi korban utama dalam konflik yang terus bereskalasi.
Masyarakat internasional terus menyerukan penghentian kekerasan dan mengupayakan solusi damai bagi kedua belah pihak, namun hingga saat ini, serangan-serangan udara Israel di Gaza dan Lebanon masih berlangsung dengan intensitas yang tinggi. Sementara itu, upaya diplomatik dari berbagai negara belum membuahkan hasil signifikan untuk menghentikan siklus kekerasan ini.
Seruan untuk Menghentikan Kekerasan
Sejumlah organisasi kemanusiaan internasional dan para pemimpin dunia telah mendesak Israel untuk segera menghentikan serangan yang menargetkan warga sipil. Konflik ini tak hanya merusak infrastruktur vital di Gaza dan Lebanon, tetapi juga menimbulkan trauma psikologis yang mendalam bagi warga sipil yang terdampak, terutama anak-anak.
Sampai saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa ketegangan akan mereda, dan banyak pihak khawatir bahwa korban jiwa akan terus bertambah seiring berlanjutnya operasi militer di kedua wilayah tersebut.
Sumber: TRT World, WAFA





















