• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Setelah di Laut – Kini Ditemukan HGU di Kawasan Hutan: Bukti Oligarki Menguasai Tanah Negeri

Ali Syarief by Ali Syarief
February 1, 2025
in Crime, Feature
0
Setelah di Laut – Kini Ditemukan HGU di Kawasan Hutan: Bukti Oligarki Menguasai Tanah Negeri
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Kasus kepemilikan Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB) yang sebelumnya ditemukan di atas laut, kini semakin menegaskan absurditas tata kelola agraria di Indonesia dengan ditemukannya HGU di kawasan hutan. Fenomena ini kembali membuktikan bahwa kepemilikan lahan dalam skala besar tidak berada di tangan rakyat biasa, melainkan dikuasai oleh elite pengusaha besar yang terus mengakumulasi keuntungan tanpa mempertimbangkan keseimbangan ekosistem.

Pengakuan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid bahwa terdapat sertifikat HGU yang diterbitkan di atas lahan hutan semakin memperjelas permasalahan kronis dalam pengelolaan tanah di Indonesia. Hal ini ia sampaikan dalam rapat dengan Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (30/1/2025).

Dalam rapat tersebut, Nusron Wahid menjelaskan bahwa ada dua skenario penyebab tumpang tindih kepemilikan lahan di kawasan hutan. Pertama, terdapat perusahaan yang telah memiliki sertifikat dalam bentuk Sertifikat Hak Milik (SHM) atau SHGU, tetapi dalam perjalanannya, lahan tersebut tiba-tiba masuk ke dalam kawasan hutan. Kedua, ada lahan yang sejak awal dipetakan sebagai kawasan hutan, namun tetap diterbitkan sertifikat kepemilikan di atasnya. Ironisnya, Nusron tidak memberikan data jumlah SHGU yang bermasalah atau daftar perusahaan yang terlibat, seolah mengaburkan transparansi yang seharusnya menjadi prinsip utama dalam pengelolaan lahan negara.

Konflik Kepentingan dan Lemahnya Regulasi

Fakta bahwa kepemilikan lahan dalam jumlah besar didominasi oleh segelintir elite menegaskan bahwa kebijakan agraria di Indonesia masih sarat dengan konflik kepentingan. Pemegang HGU/HGB bukanlah petani kecil atau rakyat miskin yang membutuhkan tanah untuk bertahan hidup, melainkan korporasi besar yang memiliki kekuatan politik dan finansial. Regulasi yang seharusnya menjadi instrumen keadilan justru kerap kali ditekuk agar mengakomodasi kepentingan mereka.

Nusron Wahid menyebutkan bahwa pemerintah telah menemukan solusi dengan menetapkan aturan: jika suatu lahan telah ditetapkan sebagai kawasan hutan sebelum SHGU atau SHM diterbitkan, maka sertifikat akan dibatalkan dan hutannya tetap dipertahankan. Namun, jika sertifikat kepemilikan diterbitkan lebih dahulu sebelum kawasan itu dipetakan sebagai hutan, maka status hutannya akan dihapus. Kebijakan ini justru membuka ruang bagi legalisasi eksploitasi hutan oleh pemegang sertifikat lama, yang umumnya adalah korporasi besar.

Eksploitasi Hutan dan Ancaman Ekologis

Keberadaan HGU di kawasan hutan bukan hanya soal ketimpangan kepemilikan lahan, tetapi juga merupakan ancaman besar bagi lingkungan. Hutan yang seharusnya menjadi penyangga ekosistem kini semakin tergerus akibat alih fungsi lahan. Penebangan liar, pembukaan lahan untuk perkebunan skala besar, serta ekspansi properti semakin mengancam keberlanjutan hutan Indonesia. Alih-alih memperkuat perlindungan terhadap kawasan hutan, pemerintah justru menawarkan solusi yang memperbesar celah eksploitasi.

Kasus ini menunjukkan bahwa pemerintah lebih berpihak pada pemilik modal dibandingkan dengan kepentingan rakyat dan lingkungan. Tidak adanya data rinci mengenai perusahaan yang memiliki lahan di kawasan hutan semakin menunjukkan lemahnya transparansi dalam kebijakan pertanahan di Indonesia. Jika pemerintah serius dalam menyelesaikan persoalan ini, seharusnya audit menyeluruh dilakukan dan daftar pemegang HGU di kawasan hutan diumumkan ke publik.

Kembali ke Prinsip Keadilan Agraria

Reformasi agraria sejati seharusnya tidak hanya menjadi retorika politik, tetapi diwujudkan dalam kebijakan konkret yang berpihak kepada rakyat kecil dan keberlanjutan lingkungan. Penguasaan lahan oleh segelintir elite harus dihentikan, dan kepemilikan tanah harus dikembalikan kepada rakyat yang benar-benar membutuhkannya. Jika tidak, maka permasalahan tumpang tindih lahan ini akan terus berulang, dengan rakyat dan lingkungan sebagai korban utama.

Pemerintah harus menegakkan supremasi hukum tanpa pandang bulu, melakukan evaluasi terhadap kebijakan pertanahan yang selama ini cenderung menguntungkan korporasi besar, serta memastikan bahwa perlindungan terhadap kawasan hutan tidak hanya sekadar wacana. Tanpa langkah nyata, kasus ini hanya akan menjadi catatan panjang dari lemahnya tata kelola agraria di Indonesia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PT.BANK MANDIRI MATARAM LAKUKAN KEJAHATAN DAN PHK KARYAWAN, Pemuda Pancasila Akan Lakukan Demo Solidaritas Se Indonesia.

Next Post

MENTAL PENJAJAH APARAT TERHADAP BANGSA SENDIRI

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral
Crime

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Next Post
45 RT Masih Terendam Banjir di Jakarta  dengan Ketinggian 160 Cm

MENTAL PENJAJAH APARAT TERHADAP BANGSA SENDIRI

PETANI TANPA BULOG

BULOG SIAP-SIAP BERBURU GABAH PETANI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist