Kediri – Fusilatnews — Peternakan itu tak besar-besar amat. Terletak di Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, namanya Irfa’i Berkah Sejahtera Farm—biasa disingkat IBS Farm. Namun beberapa pekan terakhir, kandang sapi milik Irfa’i ini berubah menjadi ladang rezeki. Semua berawal dari seekor sapi berbobot lebih dari satu ton yang dibeli oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Sapi PO (Peranakan Ongole), warnanya putih, punuknya besar,” kata Kukuh, manajer IBS Farm, saat ditemui pada Kamis, 29 Mei 2025. “Dibeli Pak Presiden seharga sekitar Rp 95 juta. Itu bulan Mei lalu.”
Sejak pembelian itu, peternakan Irfa’i seperti tak lagi sama. Kukuh menyebut, satu per satu calon pembeli mulai berdatangan. Ada yang dari Jombang, ada pula dari Tulungagung dan Lamongan. Mereka rata-rata bukan pelanggan lama. “Saya tanya mereka tahu dari mana, katanya dari TikTok. Video sapi kami dibeli presiden viral,” ujar Kukuh, yang sejak 2022 aktif memasarkan sapi lewat media sosial.
Sampai akhir Mei ini, IBS Farm sudah menjual tak kurang dari 235 ekor sapi kurban. Sebuah angka yang cukup mencolok dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Biasanya kami jual 150-an. Ini belum Idul Adha sudah segitu,” kata Kukuh. Ia menyebut banyaknya permintaan juga ditopang oleh pelanggan lama yang percaya pada kualitas sapi-sapi di peternakan tersebut.
IBS Farm memang mengkhususkan diri pada jenis PO—ras lokal unggulan. Sapi ini dikenal dengan ketahanan tubuh yang kuat dan pertumbuhan otot yang stabil. Warna tubuhnya putih bersih dengan ciri khas punuk besar di punggung. “Banyak orang cari yang lokal, katanya lebih tahan banting,” ujar Kukuh, terkekeh.
Peternakan ini, menurut catatan warga desa, sudah berdiri lebih dari satu dekade. Irfa’i, sang pemilik, dulunya memulai hanya dengan tiga ekor sapi. Kini, kandangnya bisa menampung ratusan. Strategi pemasarannya memadukan cara lama—lewat pasar hewan dan jaringan komunitas peternak—dengan cara kekinian: TikTok, Instagram, dan Facebook.
Kukuh mengakui, nama besar Presiden Prabowo memang punya daya jual tersendiri. Tapi lebih dari itu, Kukuh berharap momen viral ini bisa menjadi jalan untuk mengenalkan kembali keunggulan sapi lokal Indonesia. “Presiden saja pilih sapi PO, kenapa kita tidak?” ujarnya.
Dan di kandang sederhana itu, di bawah terik matahari Kediri yang menyengat, ratusan sapi kini menunggu giliran. Siapa tahu, pembelinya presiden berikutnya.



















