• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural

Yang Menghujat dan yang Menjilat

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
May 29, 2025
in Cross Cultural, Feature, Pojok KSP
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Manusia punya dua sisi. Sisi malaikat dan sisi iblis. Sisi terang dan sisi gelap. Sisi putih dan sisi hitam. Tak terkecuali Joko Widodo, Presiden ke-7 RI.

Terhadap sisi gelapnya, banyak yang menghujat. Terhadap sisi terangnya, banyak yang menjilat. Semua punya alasan masing-masing. Rasional sekaligus emosional. Semua punya klaim kebenaran. Sesuai versi masing-masing.

Yang menghujat adalah mereka yang tidak percaya lagi kepada Jokowi, karena wong Solo itu telah banyak melakukan kebohongan. Apa pun yang dikatakan Jokowi, meskipun benar, mereka tak percaya lagi. Mereka melihat iblis di wajah Jokowi. Akhirnya, pejah-gesang (mati-hidup) anti-Jokowi.

Sederet kebohongan Jokowi bisa disebut di sini. Misalnya, proyek mobil nasional Esemka, ratusan investor asing katanya sudah antre masuk Ibu Kota Negara (IKN), dan investasi 11 ribu triliun yang konon sudah ada di kantongnya. Ternyata semua itu zonk.

Adapun yang menjilat Jokowi adalah mereka yang selalu yakin apa pun yang dikatakan Jokowi adalah benar. Tak ada kebohongan di sana. Mereka selalu melihat malaikat di wajah Jokowi. Pejah-gesang ndherek (ikut) Jokowi.

Mereka yang berdiri di barisan penghujat Jokowi antara lain Roy Suryo, Eggi Sudjana, dan kawan-kawan yang tergabung dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA).

Mereka melaporkan Jokowi ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri terkait ijazah Sarjana Kehutanan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diduga palsu.

Adapun mereka yang bisa disebut berdiri di barisan penjilat Jokowi antara lain Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet) Silfester Matutina, Ketua Umum Pemuda Patriot Nusantara Andi Kurniawan dan mereka yang tergabung dalam Peradi Bersatu.

Pemuda Patriot Nusantara melaporkan Roy Suryo dkk ke Polres Metro Jakarta Pusat, karena bekas Menteri Pemuda dan Olahraga itu telah menuduh ijazah S-1 Jokowi palsu.

Laporan yang sama dilancarkan Peradi Bersatu kepada orang-orang yang sama ke Polres Metro Jakarta Selatan dengan tuduhan yang sama pula.

Ikut geram, Jokowi pun melaporkan Roy Suryo dkk ke Polda Metro Jaya, dengan tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik. Jokowi merasa terhina sehina-hinanya.

Bareskrim Polri pun telah memproses laporan TPUA itu. Hasilnya sudah bisa ditebak: ijazah Jolowi identik dengan ijazah 3 teman seangkatan kuliahnya. Tak ada unsur pidana di sana. Kasus dihentikan. Selesai!

Sebaliknya, Polda Metro Jaya kini sedang memproses laporan Jokowi. Roy Suryo dkk pun telah diperiksa. Akankah berujung tersangka? Banyak yang berspekulasi demikian.

Namun, Roy Suryo dkk tak menyerah. Mereka menilai Bareskrim tidak profesional dalam menyelidiki dugaan ijazah palsu Jokowi. Apalagi ijazah yang diklaim asli milik Jokowi itu tak ditunjukkan ke publik.

Roy pun mengadu ke Komnas HAM. Roy juga akan melaporkan penyidik Bareskrim ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Ahli menilai, hasil penyelidikan kepolisian bukan yurisprudensi, belum memiliki kekuatan hukum tetap, sehingga tidak bisa dijadikan dasar menghentikan perkara.

Tugas polisi, katanya seperti dikutip media, dalam sistem peradilan pidana adalah sebagai penyidik, bukan pihak yang menjatuhkan vonis laiknya hakim.

Surat Penghentian Penyelidikan, atau dikenal sebagai SP2Lid, bukan bagian dari mekanisme peradilan pidana yang diatur dalam KUHAP.

Suatu perkara baru bisa dinyatakan berhenti secara formal melalui penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

SP3 dapat diuji melalui mekanisme praperadilan. Sementara SP2Lid merupakan keputusan internal penyelidik yang secara normatif tidak mengikat para pihak dan tidak dapat diuji di pengadilan.

Singkat kata, penghentian perkara oleh Bareskrim pada tahap penyelidikan lewat SP2Lid bisa menjadi preseden buruk bila tidak transparan dan tidak akuntabel.

Sebab itulah, Roy Suryo dkk tak menyerah. Ia akan terus mempersoalkan keaslian ijazah Jokowi.

Roy dan Eggi juga tak jera. Keduanya sama-sama pernah dipenjara karena menghina Jokowi. Roy tahun 2023, Eggi tahun 2013.

Mungkin karena mereka merasa benar. Dan kebenaran harus diperjuangkan. Masuk penjara adalah risiko perjuangan.

Begitu pun para penjilat Jokowi. Mereka juga merasa benar. Siapa tahu dengan melaporkan Roy Suryo dan Eggi Sudjana mereka akan dapat ganjaran.

Kebenaran di dunia ini memang absurd. Nisbi. Relatif. Tak ada kebenaran hakiki. Apalagi kalau penentu kebenaran adalah seorang hakim yang cuma manusia biasa.

Kebenaran bergantung dari sudut mana kita memandang. Kebenaran bukan angka 8 atau 0 yang jika dipandang dari sudut mana pun, atas atau bawah, samping kiri atau samping kanan, terlihat sama.

Kebenaran ibarat angka 6 atau 9 yang jika dilihat dari sisi yang berbeda maka hasilnya juga akan berbeda pula.

Apalagi kebenaran di ranah politik. Ketika sebuah rezim menang, mereka yang memusuhi rezim tersebut adalah pecundang. Sebaliknya, para pendukung rezim adalah pemenang atau pahlawan.

Roy Suryo dan Eggi Sudjana pun demikian. Bisa jadi hari ini mereka menjadi pecundang. Namun ketika nanti rezim ini berganti, bisa saja mereka akan dipahlawankan. Pahlawan atau pecundang tergantung sudut pandang. Batas antara pahlawan dan pecundang sungguh setipis kulit bawang.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Setelah Sapinya Dibeli Presiden, Peternak Sapi di Kediri Ini Banjir Permintaan

Next Post

Gibran Siap Berkantor di IKN, Progres Istana Wapres Tembus 43 Persen

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Gibran Siap Berkantor di IKN, Progres Istana Wapres Tembus 43 Persen

Gibran Siap Berkantor di IKN, Progres Istana Wapres Tembus 43 Persen

Trump Naikkan Tarif Impor produk China 125 Persen Ditengah Jeda 90 hari

Putusan Pengadilan AS Soal Tarif Trump Buka Peluang Indonesia Tinjau Ulang Kesepakatan Dagang

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...