IKN, Fusilatnews – 29 Mei 2025 –Pembangunan Istana Wakil Presiden (Wapres) di Ibu Kota Nusantara (IKN) menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga akhir Mei 2025, progres pembangunan telah mencapai 43 persen, menandakan kesiapan IKN untuk menjadi pusat pemerintahan baru Indonesia. Istana ini nantinya akan menjadi kantor Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka.
Dalam kunjungan terbarunya ke IKN, Gibran meninjau langsung sejumlah proyek strategis, termasuk Istana Wapres, Tol IKN Seksi 5B, RS Abdi Waluyo, RS Hermina, Masjid Negara, Universitas Gunadarma, Bandara VVIP, Kantor Kemenko 3, dan Rumah Susun untuk ASN.
“Alhamdulillah, beliau berkunjung ke IKN. Sudah lama beliau ingin ke sini. Istana Wapres sudah 43 persen, struktur selesai, tinggal arsitektur dan kaca anti peluru,” ujar Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, Rabu (28/5).
Basuki menjelaskan bahwa pemasangan kaca anti peluru telah mencapai 22 persen. Fitur keamanan ini menjadi salah satu elemen penting yang memperkuat desain arsitektural istana. Selain sebagai kantor, pembangunan tahap pertama Istana Wapres juga mencakup kediaman resmi, kantor sekretariat wapres, dan serambi pasukan pengamanan.
Target penyelesaian seluruh tahap pertama proyek ini dijadwalkan rampung pada Desember 2025. Untuk memperindah kawasan istana, Gibran juga meminta agar pohon beringin ditanam di sekitar lokasi guna menambah nilai estetika dan lanskap kawasan.
“Beliau pesan agar tidak ada keterlambatan dan kualitas tetap dijaga,” tambah Basuki.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyampaikan bahwa Gibran direncanakan mulai aktif berkantor di IKN pada tahun 2026. Ia menyebutkan bahwa Gibran memberikan respons positif terhadap progres pembangunan yang dilihatnya secara langsung.
“Beliau bilang mantap sekali, view-nya indah, tidak ada catatan, cukup aman,” kata Rudy.
Sementara itu, pembangunan Masjid Negara di IKN tengah dikebut agar bisa selesai dalam tahun ini. Di sisi lain, proyek pembangunan basilika dan gereja masih berada dalam tahap pengerjaan awal. Otorita IKN juga telah memulai proses lelang untuk pembangunan tahap pertama Kompleks Legislatif dan Yudikatif, yang pengumuman pemenangnya dijadwalkan dalam waktu dekat.
Pembangunan infrastruktur yang terus dikejar diharapkan bisa mewujudkan IKN sebagai pusat pemerintahan yang modern, inklusif, dan representatif bagi seluruh rakyat Indonesia.





















