• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Siapa Duluan Pamit dari KIB?

fusilat by fusilat
October 20, 2022
in Feature
0
Siapa Duluan Pamit dari KIB?

Hendri Satrio/Ist

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Hendri Satrio

Jakarta – Saat KIB (Koalisi Indonesia Bersatu) mengumumkan sendiri telah berdiri beberapa bulan lalu, saya beropini bahwa koalisi ini sebetulnya adalah KPG atau Koalisi Penyelamat Ganjar yang sangat mungkin terbentuk atas arahan Istana. Beberapa alasan menunjukkan indikasi tersebut.
Pertama, Presiden Jokowi dicitrakan mendukung Ganjar Pranowo sebagai penerusnya. Padahal, struktur PDI Perjuangan lebih solid mendukung Puan Maharani, anak ideologis partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri. Maka untuk memuluskan rencana KPG, pembentukan sebuah koalisi yang isinya partai politik penurut tanpa tokoh sentral kuat menjadi penting. KPG tampak cocok untuk Golkar, PPP, dan PAN.

Alasan berikutnya adalah citra, konstituen, dan sejarah ketiga partai ini yang sulit untuk bersanding. PPP “bertempur” puluhan tahun melawan Golkar, sementara PAN lahir dalam semangat Reformasi yang ingin membubarkan Golkar. Apakah ada arahan pembentukan?

Ketiga, adanya koalisi dalam koalisi pemerintahan tidak mengganggu Presiden Jokowi. Semua ketum parpol dalam KIB yang merupakan menteri Pak Jokowi tampak bangga dengan terbentuknya koalisi ini, seperti ingin laporan ke atasan mereka, “Bos, koalisi sudah terbentuk sesuai arahan.”

Parpol lain dalam koalisi pemerintah tidak satu pun yang protes, malah seperti mendoakan, “Selamat, kami masih menunggu arahan,” Tidak lama kemudian, “arahan” datang, maka terbentuklah Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya, yang diisi oleh Gerindra dan PKB.

Hasil jajak pendapat yang dirilis oleh Litbang Kompas beberapa waktu lalu memperlihatkan KIB menjadi koalisi yang paling tidak dipercaya publik akan lanjut hingga pendaftaran calon presiden di KPU. Hasil jejak pendapat tersebut seirama dengan hasil focus group discussion yang diselenggarakan lembaga survei KedaiKOPI pada September lalu.

Memang koalisi ini merupakan yang pertama mendeklarasikan kebersamaan. Namun sampai hari ini, mereka belum memiliki tokoh yang kuat sebagai bakal calon presiden. Nama Ganjar Pranowo yang diprediksi akan jadi tokoh sentral KIB hingga hari ini belum tampak memiliki nyali untuk meninggalkan PDI Perjuangan.

Publik masih melihat ketokohan sebagai pertimbangan utama dalam pembentukan koalisi. Kesepahaman antarelite partai belum cukup untuk meyakinkan publik apakah koalisi tersebut dapat lanjut ke tahap selanjutnya. KIB yang sudah berhasil membuat kesepahaman di level pimpinan tidak mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap inovasi politik tersebut. Koalisi tanpa mencalonkan seorang tokoh yang didukung oleh publik tidak dipercaya akan berlanjut.

Selain itu, narasi penyatuan program dan pencarian calon pemimpin terbaik kemungkinan besar juga tidak diyakini oleh publik. Benefit membuat koalisi tanpa mengusung nama tokoh yang meyakinkan bagi partai politik juga dipertanyakan. Di saat seorang kader sudah menjual seorang tokoh yang identik dengan partainya, anggota KIB masih belum memiliki jualan sosok yang jelas. Oleh karena itu, kepercayaan publik terhadap keberlangsungan koalisi ini sangat kecil.

Apalagi, PPP dan PAN merupakan partai menengah yang membutuhkan dukungan dari tokoh-tokoh yang menjadi kandidat legislatifnya. Para loyalis calon presiden tentu merupakan caleg-caleg potensial yang bisa digandeng untuk maju di pemilu legislatif. Jika kedua partai tersebut salah memilih calon presiden, caleg-caleg mereka di tingkat lokal juga dapat berpindah ke partai yang mendukung capres sesuai dengan preferensi pemilih di suatu wilayah.

KIB tidak hanya masih dilematik dalam pencalonan presiden, tetapi juga dalam proses pencalonan anggota legislatif. Efeknya, pengurus wilayah PPP dan PAN seakan berlomba mendeklarasikan dukungan calon presiden berbeda dengan yang diinginkan pengurus pusat. Memang ada nama Ganjar Pranowo yang dideklarasikan, tetapi juga ada nama Anies Baswedan. Sementara, pengurus wilayah Golkar mencoba mengambil hati partai lainnya untuk mendeklarasikan ketua umumnya, Airlangga Hartarto.

Nasib menyedihkan paling mungkin dialami oleh PPP. Partai dengan lambang Kabah ini terancam menjadi partai alumni Orde Baru pertama yang tidak lolos ke Senayan. Selama nempel dengan penguasa, elektabilitas partai ini konsisten turun, hingga ke titik sehelai rambut di atas ambang batas lolos ke Senayan. Pilihan capres yang tepat sangat menentukan jarak partai ini dengan konstituen tradisionalnya.

Hasil polling tersebut merupakan sebuah alarm bagi anggota KIB untuk kembali mempertimbangkan keinginan konstituen. Keputusan partai politik pada dasarnya memang sebuah konsensus elite, namun maunya konstituen merupakan aspirasi yang harus ditangkap. Banyak partai yang hilang atau perolehan suaranya turun setelah berseberangan dengan keinginan mayoritas konstituen.

Keinginan elite bukan cerminan keinginan akar rumput, melainkan keputusan elite seharusnya mempertimbangkan aspirasi akar rumput. Masih ada waktu bagi anggota KIB untuk kembali meninjau keputusannya. Memang coat-tail effect dari seorang kandidat tidak serta merta dinikmati oleh seluruh partai, namun aspirasi konstituen dapat menentukan pemilih di akar rumput bertahan atau berpindah.

Di sisi lain, pertemuan di Istana Batu Tulis antara Presiden Jokowi dan Ketum PDI Perjuangan Megawati juga diyakini menjadi cerita pembentukan koalisi ajek nantinya. Bila benar dalam pertemuan tersebut Megawati meminta Presiden Jokowi untuk mendukung Puan Maharani sebagai calon presiden PDI Perjuangan, maka jelas peta koalisi akan berubah.

Bahkan peta capres pun akan berubah. Akankah Prabowo, Puan, dan Anies yang akan bertarung atau justru Puan akan mendapatkan lawan lain tanpa Prabowo, Ganjar, dan Anies? Jika partai-partai bisa dikendalikan dengan berbagai skenario tersebut, siap-siap ditinggal oleh konstituen akibat pilihan yang dihidangkan tidak sesuai selera.

Pada akhirnya, tulisan ini menyisakan beberapa pertanyaan besar, kenapa partai seperti Golkar, PPP, PAN, Gerindra, PKB dicitrakan bisa “diatur-atur”? Tetapi, PDI-Perjuangan, Demokrat, Nasdem, dan PKS tampak lebih independen atau bahkan PSI bisa menikmati asyik akrobat sendiri?

Hendri Satrio pengamat komunikasi politik

Dikutip Detik.com, Rabu 19 Oktober 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Keluarga Berpenghasilan Rendah Di Jerman Terpukul Keras Oleh Krisis Gas

Next Post

Ketika Teddy Mencari Alibi

fusilat

fusilat

Related Posts

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo
Feature

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)
Feature

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Next Post
Ketika Teddy Mencari Alibi

Ketika Teddy Mencari Alibi

India Cekal Wartawannya Terbang ke Amerika Untuk Menerima Hadiah Pulitzer

India Cekal Wartawannya Terbang ke Amerika Untuk Menerima Hadiah Pulitzer

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026
Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist