• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Siapa Miskin: Rakyat atau Wakil Rakyat?

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
August 25, 2025
in Feature, Pojok KSP, Politik, Tokoh/Figur
0
Rakyat Jelata: Suara yang Terlupakan di Tanah Merdeka
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024

Jakarta – Siapa sesungguhnya yang miskin: rakyat atau wakil rakyat?

Wakil rakyat “take home pay”-nya lebih dari 100 juta rupiah per bulan. Tapi itu dibayar negara.

Sedangkan rakyat ada yang pendapatannya hanya 10 ribu per hari. Tapi itu hasil jerih payah sendiri, tidak membebani negara.

Wakil rakyat mendapatkan tunjangan rumah 50 juta rupiah per bulan. Tapi itu dibayar negara.

Sedangkan rakyat ada yang tinggal di kolong jembatan. Tapi itu atas upaya sendiri, tanpa membebani uang negara.

Wakil rakyat mendapatkan tunjungan beras, tunjangan pakaian, tunjangan bensin, tunjangan listrik, tunjangan telepon, dan lain-lain. Tapi semua itu dibayar negara.

Sedangkan rakyat cari makan sendiri, beli baju sendiri, dan apa-apa pun sendiri, tanpa membebani keuangan negara.

Wakil rakyat membayar pajak. Tapi uang yang untuk membayar pajak itu juga berasal dari negara.

Rakyat juga membayar pajak. Tapi uang untuk membayar pajak itu uangnya sendiri. Tanpa subsidi negara.

Kalau susah begini, lantas sesungguhnya siapa yang miskin, wakil rakyat yang semua kebutuhan hidupnya ditanggung negara, ataukah rakyat yang segala kebutuhan hidupnya harus diusahakan sendiri?

Apakah wakil rakyat itu bekerja untuk rakyat? Belum tentu. Lebih banyak yang bekerja untuk diri sendiri, keluarga, partai politik atau golongannya sendiri.

Dus, sesungguhnya rakyatlah yang kaya. Sebab mereka tidak mendapatkan tunjangan apa pun dari negara. Sementara wakil rakyat sebaliknya alias miskin. Sebab semua kebutuhannya dibayari negara.

Wakil rakyat ibarat burung yang hidup di dalam sangkar, yang kebutuhan makan dan minumnya disediakan pemiliknya, sementara rakyat bak burung yang hidup di alam bebas. Jadi, sesungguhnya, lebih perkasa mana, burung yang hidup di dalam sangkar ataukah yang hidup di alam bebas?

Rakyat, meskipun secara kasat mata terlihat miskin, tapi sesungguhnya mental mereka banyak yang kaya. Ikhlas. Legawa menerima keadaan.

Sementara banyak wakil rakyat yang secara kasat mata terlihat kaya tapi sesungguhnya mereka bermental miskin. Kemaruk.

Kalau tidak bermental miskin dan kemaruk, tentu mereka tidak akan menaikkan gaji dan tunjangan sedemikian besar sehingga makin jauhlah dengan kondisi rakyat. Ada jurang menganga antara kehidupan rakyat dan wakil rakyat.

Kalau para wakil rakyat itu tidak bermental miskin atau kere, tentu mereka tidak akan melakukan korupsi. Sejak awal era Reformasi hingga kini sudah ada ratusan anggota DPR RI terlibat korupsi. Sudah ada ribuan anggota DPRD yang terlibat korupsi.

Benar kata orang. Harta itu ibarat air laut. Makin banyak diteguk makin membuat dahaga.

Kalau tidak dahaga akan harta, tentu mereka tak akan menaikkan gaji dan tunjangan sedemikian besar di antara kehidupan rakyat yang sedang menjerit akibat melambungnya harga barang-barang kebutuhan pokok.

Di antara banyaknya pengangguran. Di antara maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK). Di antara tingginya angka kemiskinan.

Kalau tidak dahaga harta, tentu saja mereka tak akan korupsi!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KORUPSI SISTEMIK, KORUPSI YANG TAK PERNAH USAI

Next Post

Konflik Arya Penangsang dan Joko Tingkir: Pergeseran Wajah Islam Pesisir ke Islam Pedalaman

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya
News

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Next Post
Konflik Arya Penangsang dan Joko Tingkir: Pergeseran Wajah Islam Pesisir ke Islam Pedalaman

Konflik Arya Penangsang dan Joko Tingkir: Pergeseran Wajah Islam Pesisir ke Islam Pedalaman

Hasto Testimonium De Aiditu  “Anies Dikriminalisasi, Beranikah Melawan Kedzaliman?”

Ijazah Jokowi, Anwar Usman, dan Ambiguitas Hukum: Perspektif Damai Hari Lubis

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...