• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Skandal Watergate

fusilat by fusilat
March 25, 2023
in Feature
0
Skandal Watergate

Dosen Universitas Katolik Santo Thomas, Henrykus Sihaloho/Net

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Henrykus Sihaloho

SEPERTI diketahui, skandal Watergate mungkin skandal politik paling spektakuler dalam sejarah Amerika Serikat (AS) yang terjadi pada 17 Juni 1972. Berikut kronologis singkat skandal ini dari berbagai sumber.

Pada 16-17 Juni 1972, lima pria ditangkap di markas besar Komite Nasional Demokrat di hotel dan kompleks perkantoran Watergate, Washington. Pada 10 Oktober 1972, dua jurnalis, Bob Woodward dan Carl Bernstein, mengungkap skandal mata-mata dan sabotase politik besar-besaran oleh Gedung Putih untuk mengupayakan Richard Nixon terpilih kembali.

Ratusan ribu dolar AS dari sumbangan kampanye Richard Nixon disedot untuk membiayai kampanye rahasia guna mengacaukan kubu Demokrat. Terlepas dari kontroversi itu, Nixon terpilih kembali pada 6 November 1972 melawan saingannya dari Partai Demokrat, George McGovern.

Pada 7 Februari 1973, mayoritas anggota Demokrat di Senat membentuk komite untuk menyelidiki kampanye Pemilu 1972. Lantaran gencar disiarkan televisi, skandal itu akhirnya membuat warga AS terhenyak.

Pada 30 April 1973, Jaksa Agung Richard Kleindienst dan dua ajudan presiden–Bob Haldeman dan John Ehrlichman–mengundurkan diri. Sementara itu ajudan ketiga, John Dean, dipecat.

Tanggal 25 Juni 1973, Dean memberitahu komite bahwa Nixon sejak 15 September 1972 mengetahui adanya penyusupan yang ditutup-tutupi itu. Dean mengatakan, Nixon siap menghabiskan hampir satu juta dolar AS menutup mulut si penyusup. Dengan demikian, John Dean menjadi saksi pertama yang langsung mengakui keterlibatan kepala negaranya.

Setelah terpojok, Nixon akhirnya menyerahkan sembilan kaset pada 20 Oktober 1973. Akan tetapi, dua kaset hilang dan percakapan antara Nixon dengan John Dean ajudannya 20 Juni 1972–tiga hari setelah pecahnya skandal Watergate–tidak bisa didengarkan.

Pada 30 Juli Komite Kehakiman DPR memilih tiga alasan pemakzulan Nixon, yaitu menghalangi penyidikan, menyalahgunakan kekuasaan, dan menghina Kongres. Untuk menghindari pemakzulan, Nixon akhirnya mengundurkan diri.

Sebelum itu Presiden Nixon mengakui bahwa ia mengetahui upaya untuk menutup-nutupi skandal itu dan mencoba menghentikan penyelidikan FBI.

Dalam peristiwa ini juga terbongkar fakta mengenai korupsi Partai Republik dalam pengumpulan dana pemilihan, daftar rahasia di Gedung Putih dari lawan-lawan politiknya melalui penyadapan telepon, fitnah yang disebarkan terhadap calon-calon Presiden dari Partai Demokrat, dan fakta-fakta lainnya.

Nixon menjadi presiden pertama AS yang mundur. Pada 8 September 1974, pengganti Nixon, Gerald Ford, memberinya pengampunan total atas skandal Watergate.

Merebut Kekuasaan ala Nixon di Zaman Now

Nixon besar kemungkinannya mendapatkan kembali jabatan Presiden periode keduanya karena skandal itu. Di negeri kita sudah lama ditengarai penyusupan dan sabotase politik seperti itu dan itu bisa bekerja efektif dengan memanfaatkan orang dalam.

Di era digital, efektivitas itu semakin meninggi dengan bantuan buzzer dan influencer.  Bila dulu Nixon menghabiskan sekitar Rp 15 triliun untuk menutup mulut si penyusup, sekarang dipakai untuk menutup fakta atau mengalihkan isu.

Tidak sampai di situ saja, milyaran dan trilyunan rupiah dihabiskan untuk “memaksa” pemimpin parpol mencalonkan orang tertentu dengan memaparkan data fiktif buatan surveyor berbayar.  Hebatnya, data fiktif ini menjadi pedang bermata dua: memperbesar peluang calon pemimpin boneka dan menutup atau minimal memperkecil peluang pesaing.

Bercermin dari kejadian pemilukada 2020 di kota Pematangsiantar, paslon yang kemudian memenangkan pilwalkot adalah paslon yang memborong 8 Parpol sehingga hanya berhadapan dengan kotak kosong. Dalam Pilpres 2024 bukan tidak mungkin hanya satu pasangan saja melawan kotak kosong.

Benang merah dari cara ini sesungguhnya berangkat dari ketakutan berhadapan dengan pesaing potensial. Ini varian pemilihan pejabat yang paling buruk dari sisi demokrasi karena mengurangi kesempatan kepada pemilik kedaulatan (rakyat) untuk memilih banyak calon.

Harus diingat, salah satu cara memberdayakan masyarakat adalah membiarkan mereka memilih satu dari banyak pilihan. Mereduksi hanya kepada 1-2 pilihan sejatinya bukan memberdayakan, tetapi memperdaya mereka sang pemilik kedaulatan itu sendiri.

Bila didalami, sedari dulu mahasiswa dan aktivis demokrasi bukan hanya berjuang sampai menumpahkan darah mereka untuk memaksa negara membatasi kekuasaan 2 periode dengan durasi per periode 5 tahun, tetapi juga dengan hidden agenda agar rakyat bisa memilih langsung pilihannya dari banyak pilihan yang ada (bukan satu saja).

Intinya, memperpanjang durasi masa jabatan dan/atau menambah periode sesungguhnya merupakan pengkhianatan terhadap perjuangan para pahlawan reformasi, utamanya keempat mahasiswa yang telah rela menjadi syuhada. Indonesia dan Filipina yang hampir memiliki pengalaman sama bisa jadi teladan pembelajaran.

Di Filipina ada Cory Aquino yang kemudian harus berjuang keras lagi untuk menghentikan niat “kadernya” Fidel Ramos menambah periode masa jabatannya. Indonesia juga memiliki perempuan tangguh bernama Megawati Soekarnoputri.

Namun perjuangan Megawati jauh lebih berat. Sebagai pemimpin visioner, bukan tidak mungkin penempelan kata “perjuangan” pada nama partainya, berangkat dari penerawangan bahwa partainya tetap harus berjuang mempertahankan ideologi Pancasila.

Perjuangan itu sekarang tanpa kehadiran fisik Taufiq Kiemas (TK) suaminya. Bila ada pepatah, “di balik laki-laki sukses ada perempuan hebat di belakangnya”, untuk Megawati kata-kata itu menjadi “di balik perempuan sukses ada laki-laki hebat di belakangnya.”

Sejarah mencatat, Megawati meraih jabatan ketua umum partai dan kemudian menjadi Presiden seperti ayah biologis dan ideologisnya BK tanpa kehadiran BK. Dalam perjuangan itu Megawati memosisikan TK menggantikan BK sambil berkontemplasi (membulatkan pikiran dan perhatian sepenuh-penuhnya) pada pesan-pesan perjuangan BK yang berisi motivasi dan nilai-nilai demokrasi Indonesia yang digali oleh BK.

Bila dulu BK berjuang melalui Partai Nasional Indonesia, sejak 1993/1994 Megawati melanjutkannya melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan bersama TK hingga 8 Juni 2013 seraya mengabadikan nilai-nilai yang dtinggalkan BK dan TK, termasuk tidak pernah mengabaikan pesan amat penting TK kepada Rizal Ramli yang dikonfirmasi kebenarannya oleh putrinya Puan Maharani.

Sejarah akan mencatat, meskipun Megawati pernah menjadi seorang kepala negara, beliau akan tetap menghormati suaminya sebagai kepala keluarga. Sebagai perempuan Indonesia yang muslimah, Megawati mustahil mengabaikan pesan teramat penting itu, ia justru mengabadikannya dalam sanubarinya dan pada saat yang tepat akan memenuhi pesan dari suaminya yang tentu sama visionernya dengannya.

Sebagai seorang visioner, TK tentu sudah membayangkan bahwa perjuangan mewujudkan cita-cita BK dan para pendiri bangsa sesudah mereka pergi ke pangkuan Allah tidak akan pernah ringan.  Perjuangan itu memerlukan tambahan tenaga dari kader nonpartai.

Tenaga tambahan ini bukan hanya menambal kekurangan yang ditinggalkan para “Brutus”, tetapi juga dapat memicu dan memacu rakyat yang berkehendak baik untuk bersama-sama menyingsingkan lengan baju berjibaku berjuang memajukan Indonesia. 

Henrykus Sihaloho Dosen Universitas Katolik Santo Thomas

Dikutip Rmol.id Jumat, 24 Maret 2023

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

“White Magic”

Next Post

Budaya Latah Tak Pamer Gaya Hidup Mewah

fusilat

fusilat

Related Posts

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi
Feature

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur
Birokrasi

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026
Economy

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026
Next Post
Indonesia Negeri Para Bedebah

Budaya Latah Tak Pamer Gaya Hidup Mewah

Harga BBM Naik Disaat Minyak Dunia Turun, Ini Pembelaan Sri Mulyani

Sri Mulyani dan TeraKorupsi di Kemenkeu

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist