• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Smart Farming di Atas Tanah yang Retak: Siapa Menyiapkan Penyuluhnya?

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
November 20, 2025
in Feature, Profesi
0
Smart Farming di Atas Tanah yang Retak: Siapa Menyiapkan Penyuluhnya?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Dalam beberapa waktu terakhir, istilah smart farming (pertanian pintar) menjadi topik hangat di berbagai forum pertanian. Konsep ini umumnya dimaknai sebagai penggunaan platform digital yang terkoneksi dengan perangkat teknologi—seperti tablet atau telepon pintar—untuk mengumpulkan informasi lapang, mulai dari status hara tanah, kelembapan udara, hingga kondisi cuaca. Data tersebut diperoleh melalui perangkat sensor yang ditanamkan pada lahan pertanian.

Berbagai keuntungan sering dikaitkan dengan smart farming: meningkatnya pendapatan petani, membaiknya kondisi sosial ekonomi masyarakat desa, bertambahnya biodiversitas, hingga efisiensi penggunaan air. Bungaran Saragih (2020) bahkan menegaskan bahwa smart farming berperan besar dalam memperkuat sistem agribisnis.

Dengan bantuan sistem dan teknologi informasi, aktivitas pertanian kini dapat dilakukan secara otomatis serta dikendalikan dari jarak jauh. Hemat air, hemat energi, dan hemat sumber daya menjadi kata kunci. Di sinilah salah satu ruh Pertanian 4.0, sebuah paradigma baru yang kontras dengan pendekatan-pendekatan sebelumnya.

Mempertegas konsep smart farming, kita juga perlu memahami istilah pertanian presisi (precision agriculture). Para pakar melihatnya sebagai sistem pertanian modern yang menjadi penentu tercapainya pembangunan berkelanjutan. Pertanian presisi dipandang sebagai solusi dalam menghadapi revolusi industri 4.0, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pertanian cerdas dan pertanian presisi bukan sekadar teknologi—keduanya adalah mind set baru. Tantangan utama pertanian di era milenial yang sarat teknologi informasi menuntut seluruh sumber daya manusia pertanian mampu beradaptasi dengan cepat. Tidak ada pilihan lain.

Dalam konteks ini, sebuah kesalahan besar apabila kita membiarkan petani terseret arus perubahan tanpa pendampingan. Petani harus dilatih menyesuaikan cara berpikirnya dengan perubahan zaman. Kita harus melahirkan petani cerdas, meninggalkan pola-pola subsisten yang selama ini membelenggu.

Petani masa depan adalah petani profesional—bukan petani yang menyerah pada nasib. Mereka harus tampil kreatif, kritis, dan inovatif. Namun untuk mencetak petani semacam itu, ada satu tokoh kunci yang menentukan: Penyuluh Pertanian. Para penyuluh harus lebih dulu memiliki mind set baru agar mampu menyelenggarakan penyuluhan yang relevan dengan tuntutan era smart farming.

Masalahnya, kenyataan di lapangan sering jauh dari ideal. Mayoritas petani Indonesia masih bergulat dalam kondisi ekonomi yang sulit; kebanyakan adalah petani gurem dan buruh tani dengan pendidikan terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan hidup pun mereka masih harus mencari pekerjaan tambahan di luar sektor pertanian. Dalam kondisi seperti ini, menerapkan pertanian cerdas jelas bukan perkara sederhana.

Semangat smart farming membutuhkan cara pikir baru—dan perubahan cara pikir bukan proses yang bisa sekadar “disuluhkan”. Butuh konsistensi, pemahaman mendalam, serta peran penyuluh yang kuat.

Karena itu, sebelum para penyuluh menerangi para petani dengan konsep smart farming atau pertanian presisi, mereka sendiri terlebih dahulu harus benar-benar memahami paradigma tersebut secara utuh, holistik, dan komprehensif. Tanpa itu, perubahan perilaku petani hampir mustahil dicapai.

Catatan kritisnya:
Apakah para Penyuluh Pertanian sudah siap?
Apakah mereka telah terbebas dari beban administratif proyek-proyek Eselon I yang sering menyita waktu dan energi?
Dan pertanyaan yang semakin relevan: apakah nilai-nilai luhur seorang penyuluh masih hidup dalam kesehariannya?

Dalam penyelenggaraan penyuluhan, apakah para penyuluh telah memiliki sarana prasarana yang layak? Bagaimana dengan perangkat teknologi informasi—handphone, tablet, laptop—yang menjadi syarat dasar smart farming? Bagaimana pula dengan daerah-daerah yang masih mengalami blank spot?

Jika para penyuluh saja belum memiliki alat kerja memadai, bagaimana dengan para petani?
Untuk sekadar memenuhi kebutuhan hidup pun mereka harus membanting tulang—apalagi membeli tablet atau smartphone yang mumpuni.

Tanpa kelengkapan alat yang memadai, pertanian cerdas akan tetap menjadi jargon, jauh dari kehidupan petani kita. Di sinilah kita memerlukan pemikiran yang benar-benar cerdas. Kita boleh terus berbicara tentang smart farming, tetapi kita juga harus jujur melihat potret nyata petani Indonesia hari ini.

Tidak heran bila banyak pengamat menyebut smart farming sebagai sekadar “kemauan politik” yang belum terbukti dalam “tindakan politik”. Meski begitu, kita tidak boleh menyerah. Perjuangan menghadapi hambatan dan tantangan tetap harus dilakukan. Sebagai bangsa pejuang, kita tidak boleh letih memperjuangkan apa yang diyakini sebagai jalan menuju kemajuan.

(Penulis: Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

ASRUL: Ini Ijazahku – Mana Ijazahmu, Jokowi?

Next Post

Ambisi Jokowi di IKN Dibatalkan MK

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
Ambisi Jokowi di IKN Dibatalkan MK

Ambisi Jokowi di IKN Dibatalkan MK

Walk Out di PTIK: Ketika Reformasi Hanya Berani pada Kertas – Menghukum Sebelum Mengadili

Walk Out di PTIK: Ketika Reformasi Hanya Berani pada Kertas - Menghukum Sebelum Mengadili

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...