Sebuah studi baru mengungkapkan prognosis jangka panjang bagi pasien Prancis yang dirawat di rumah sakit antara tahun 2020 dan 2022 akibat penyakit jantung.
Studi ini menemukan bahwa orang yang menderita miokarditis setelah vaksinasi COVID-19 mengalami lebih sedikit komplikasi kardiovaskular dalam satu setengah tahun kemudian dibandingkan mereka yang dirawat karena kondisi jantung akibat penyebab lain. Temuan ini memberikan gambaran yang lebih optimis tentang risiko jangka panjang miokarditis pasca-vaksin dibandingkan dengan miokarditis yang disebabkan oleh infeksi COVID-19 atau sebab lainnya.
Miokarditis adalah kondisi peradangan pada otot jantung yang bisa berkisar dari ringan hingga serius. Kondisi ini biasanya terjadi setelah infeksi virus dan dapat menyebabkan gejala seperti nyeri dada, detak jantung yang cepat atau tidak teratur, serta sesak napas.
Sebelumnya, telah diketahui bahwa ada hubungan antara vaksin mRNA COVID-19 dan peningkatan risiko miokarditis, terutama di kalangan pria muda, dan bahwa infeksi COVID-19 sendiri juga dapat memicu peradangan jantung. Namun, penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim ilmuwan yang berafiliasi dengan sistem kesehatan nasional Prancis dan regulator obat-obatan Prancis merupakan studi pertama yang secara spesifik mengevaluasi prognosis jangka panjang pasien yang dirawat di rumah sakit akibat miokarditis hingga 18 bulan setelah kejadian.
Penelitian ini, yang diterbitkan minggu ini di Journal of the American Medical Association, mengamati semua kasus miokarditis di Prancis yang mengakibatkan rawat inap bagi individu berusia 12 hingga 49 tahun antara Desember 2020 dan Juni 2024. Dari lebih dari 4.600 kasus yang dianalisis, sekitar 550 pasien mengalami miokarditis pasca-vaksinasi COVID-19, hampir 300 mengalami miokarditis pasca-COVID-19, dan lebih dari 3.700 mengalami miokarditis konvensional yang disebabkan oleh faktor lainnya, seperti infeksi virus selain COVID-19.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang mengalami miokarditis pasca-vaksinasi lebih jarang dirawat kembali di rumah sakit karena kejadian kardiovaskular lain dibandingkan dengan kelompok miokarditis lainnya. Sebanyak 5,7 persen pasien dengan miokarditis pasca-vaksinasi mengalami komplikasi dalam periode 18 bulan, dibandingkan dengan 13,2 persen pasien dengan miokarditis konvensional.
Para peneliti berharap hasil studi ini dapat memberikan perspektif baru mengenai keamanan vaksin COVID-19 dalam jangka panjang, khususnya terkait risiko miokarditis, dan memperkuat keyakinan publik terhadap program vaksinasi yang masih berlangsung.
Sumber: Euronews























