Jakarta, 13 September 2025 – Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Forhati (Forum Alumni Korps HMI Wati) Nasional, penceramah Syarif Matnadjih menyampaikan pesan menarik tentang peran suami dalam rumah tangga. Ia menyebut, suami yang sabar menghadapi istrinya bagaikan seorang wali.
“Modal suami untuk menyenangkan istri itu sederhana. Kalau dimarahi, lebih baik menggendongnya, karena itu lebih murah daripada diajak ke toko emas. Dan ketika istri sedang cerewet, suami yang tabah berdiam diri, derajatnya selevel dengan wali,” ujar Syarif dalam ceramah di Kahmi Center, Jalan Turi 1, Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta.
Syarif juga menyinggung pentingnya kedudukan perempuan dalam Islam. Ia mencontohkan bagaimana Nabi Muhammad SAW menghargai istrinya. “Ketika istrinya berpesan agar jangan lupa membeli tepung, Rasulullah pun menyampaikan pesan itu dalam ceramahnya agar beliau sendiri tidak lupa,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Syarif yang merupakan alumni Latihan Kader 1 HMI UIN tahun 1993, mengenang masa-masa aktifnya di HMI Cabang Ciputat. “Ketika berceramah di sini, jiwa saya kembali bangkit, teringat suasana sidang HMI yang penuh dinamika dengan sapaan khas Yunda dan Kanda, apalagi kalau sudah urusan proposal dana,” katanya.
Acara Maulid Nabi SAW ini dibuka oleh Sekjen KAHMI Nasional, Syamsul Qomar, dan dipimpin oleh Kordinator Presidium Forhati, Hj. Djamilah Abdul Gani, yang juga anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra. Djamilah hadir bersama suaminya, Syaiful, serta menghadirkan tim hadroh Al Istiqomah pimpinan Hj. Alfiah dari Sukabumi Selatan, Jakarta Barat.
“Alhamdulillah acara ini bisa terlaksana. Minggu lalu bangsa kita diguncang demonstrasi mahasiswa, sementara keluarga besar Forhati juga berduka atas wafatnya dua tokoh, Ety Marie Muhamad dan Nurhayati Djamas,” ujar Djamilah dalam sambutannya.
Syarif dalam ceramahnya juga menegaskan, memperingati Maulid Nabi SAW bertujuan agar umat Islam dapat meneladani akhlak Rasulullah sebagaimana tercantum dalam Surah Al-A’raf ayat 156. “Umat yang paling mencintai Nabi Muhammad SAW melebihi cintanya kepada keluarga akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Bahkan Allah SWT pun cemburu kepada cinta yang begitu besar,” ucapnya.
Ia menambahkan, banyak kisah cinta kepada Nabi Muhammad SAW yang tercatat dalam sejarah, termasuk pengakuan kaum Yahudi terhadap kejujuran Rasulullah. “Meski ada permintaan Quraisy agar Rasul membuktikan kebenarannya dengan meminta hujan batu, hal itu ditolak Allah SWT karena kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya,” jelas Syarif.
Menurutnya, menghadiri peringatan Maulid Nabi SAW dan bershalawat dapat menggugurkan dosa. “Kita mungkin tidak punya akses langsung ke pejabat, tapi kita semua punya jalur langsung ke Allah SWT, Sang Maha Kaya,” tuturnya.
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh Forhati dan KAHMI, antara lain Srimova K. Anita, Cut Ema, Gefarina, Ruli Baruli, Soraya, Ningrum, Burhanu, Hafidah, Hanifahusen, Tati Hartimah, Rambun S., Hari, serta jajaran Forhati Majelis Daerah.
























