• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Sudah Sampai Titik Didih: Parpol Bukan Lagi Alat Perjuangan, Melainkan Alat Transaksi Politik

fusilat by fusilat
October 16, 2025
in Feature, Politik, Tokoh/Figur
0
Sudah Sampai Titik Didih: Parpol Bukan Lagi Alat Perjuangan, Melainkan Alat Transaksi Politik
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Sudah sampai pada titik didih. Sistem kepartaian kita kini memperlihatkan wajah aslinya—bahwa partai politik bukan lagi alat perjuangan demi kesejahteraan rakyat, melainkan sekadar wadah transaksi kepentingan dan pelarian ambisi pribadi. Tak ada lagi idealisme, apalagi nilai perjuangan. Yang tersisa hanyalah aroma pragmatisme yang kian menyengat, di mana kader dan elite partai saling berpindah haluan tanpa malu, sambil membawa sisa-sisa “kehormatan” yang mereka punya.

Pernyataan Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menjadi semacam cermin getir dari wajah politik kita hari ini. Ia menyindir partai-partai yang ditinggalkan kadernya agar melakukan introspeksi. “Harusnya partai-partai politik yang ditinggalkan kadernya itu menyegerakan introspeksi diri. ‘Apa yang salah di partai saya? Kenapa kemudian banyak yang hijrah?’” ujarnya, Kamis (16/10/2025). Sebuah sindiran yang tajam, namun di saat bersamaan, juga mengandung ironi—karena Ali sendiri adalah mantan Wakil Ketua Umum Partai NasDem yang kini justru “hijrah” ke PSI.

Fenomena perpindahan kader antarpartai bukan lagi hal baru, tapi kini terasa jauh lebih banal. Pergeseran itu tidak lagi disertai alasan ideologis, melainkan kalkulasi pribadi: peluang, posisi, dan kenyamanan. Dalam ungkapan Ahmad Ali, perpindahan ke partai lain adalah soal “kenyamanan, rasa respek, dan kesungguhan partai diurus.” Kalimat itu terdengar rasional, tapi juga menunjukkan betapa dangkalnya akar perjuangan partai-partai di negeri ini. Jika kenyamanan menjadi ukuran perjuangan, maka politik kita telah tereduksi menjadi sekadar karier, bukan panggilan.

Kondisi ini menandakan dua hal: pertama, bahwa partai-partai politik sudah kehilangan daya rekat ideologisnya; dan kedua, bahwa kader-kadernya tidak memiliki integritas tangguh sebagai politisi yang berjuang dengan prinsip. Mereka berpindah seperti pedagang yang menilai pasar mana yang lebih ramai pembeli. Tak heran bila hari ini politik kita lebih menyerupai bursa transfer ketimbang arena perjuangan gagasan.

PSI, partai yang dulunya dikenal dengan jargon antikorupsi dan “politik baru”, kini juga terjebak dalam pola lama: merekrut wajah-wajah lama yang berpindah dari partai lain. Ahmad Ali sendiri dengan enteng menyebut akan ada “tujuh nama baru” dari kalangan politisi dan aktivis yang akan segera bergabung ke PSI, bahkan menyebut akan ada “Mr. J”—tokoh besar yang akan menjadi Ketua Dewan Pembina partai tersebut. Semua ini dibalut dengan narasi “kejutan”, seolah-olah partai sedang menyiapkan pesta, bukan perjuangan.

Padahal, jika disimak lebih dalam, yang sedang terjadi bukan sekadar perpindahan kader, tapi perpindahan orientasi. Partai bukan lagi rumah ide, melainkan sekadar panggung tempat orang menampilkan diri. Di satu sisi, PSI ingin menegaskan diri sebagai partai muda progresif. Namun di sisi lain, wajah-wajah yang bergabung menunjukkan bahwa partai ini tidak lagi steril dari praktik politik lama: mengumpulkan tokoh-tokoh populer demi elektabilitas.

Fenomena ini mempertegas krisis mendasar dalam demokrasi kita: partai-partai tidak lagi menjadi alat pendidikan politik rakyat. Mereka gagal menyiapkan kader yang berakar pada nilai, gagal memperjuangkan keadilan sosial, dan gagal menjaga kepercayaan publik. Akibatnya, rakyat pun semakin apatis. Mereka melihat politik bukan lagi sebagai ruang partisipasi, melainkan arena sandiwara di mana para pemainnya bisa berganti kostum tanpa rasa malu.

Kini, rakyat sudah muak. Mereka menyaksikan partai yang saling membuka aib satu sama lain, saling tuding siapa yang lebih bersih, siapa yang lebih bermoral. Padahal, di balik layar, mereka sama-sama bermain dalam sistem yang rusak. Politik yang seharusnya menjadi instrumen untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat, kini hanya menjadi ajang memperjuangkan kenyamanan dan posisi.

Kita memang sudah sampai di titik didih. Titik di mana partai-partai politik tak lagi bisa berpura-pura sebagai “pejuang rakyat”. Mereka kini hanya terlihat sebagai pedagang ideologi, menjual gagasan dengan harga diskon, asal laku di pasar kekuasaan. Dan di tengah semua hiruk-pikuk ini, rakyat kembali menjadi penonton—yang hanya bisa menggeleng, melihat para politisi menari di atas panggung yang dulu mereka bangun dengan idealisme.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

LBP Mengakui, Prabowo Menanggung: Luka Lama Proyek Kereta Cepat Jokowi

Next Post

Mungkinkah Sahroni Mengikuti Jejak Ahmad Ali Loncat ke PSI?

fusilat

fusilat

Related Posts

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?
Feature

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua
Feature

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor
Politik

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Next Post
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Mungkinkah Sahroni Mengikuti Jejak Ahmad Ali Loncat ke PSI?

Kematian: Guru yang Tak Pernah Berbohong

Kematian: Guru yang Tak Pernah Berbohong

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist