• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

TAFSIR PETANI ATAS HPP GABAH

by
January 21, 2025
in Economy, Feature
0
PETANI TANPA BULOG
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Kata tafsir berasal dari kata “fassara”, yang berarti menjelaskan, uraian, interpretasi, atau komentar. Dalam kaitannya dengan HPP Gabah, tafsir terhadap makna HPP menjadi sangat penting. Sebab, sekalinya para petani menafsirkan apa yang dimaksud dengan HPP Gabah, maka akan berujung dengan hal-hal yang tidak kita inginkan.

Selama ini, petani sering menafsirkan HPP Gabah seperti yang sering disampaikan Pemerintah, yakni Rp. 6500,- per kg. Padahal, dibalik itu masih ada ketentuan yang berkaitan dengan persyaratan HPP Gabah yang bisa diserap oleh Perum Bulog. Semua HPP Gabah, sangat ditentukan oleh kadar air dan kadar hampa yang dikandungnya.

Untuk lebih jeladnya, persyaratan penyerapan gabah oleh Perum Bulog adalah sebagai berikut :

A. GKP di tingkat petani
1. GKP di luar kualitas 1 di tingkat petani dengan kadar air maksimal 25%, kadar hampa 11-15%, dikenakan rafaksi (pemotongan/ pengurangan harga) Rp300 sehingga HPP berlaku adalah Rp6.200 per kg
2. GKP di luar kualitas 2 dengan kadar air maksimal 26-30% dan kadar hampa maksimal 10%, dikenakan rafaksi Rp425, sehingga HPP-nya jadi Rp6.075 per kg.
3. GKP di luar kualitas 3 dengan kadar air 26-30% dan kadar hampa 11-15%, kena rafaksi Rp750, sehingga HPP berlaku Rp5.750 per kg

B. GKP di tingkat penggilingan
1. GKP di luar kualitas 1 dengan kadar air maksimal 25%, kadar hampa 10-15%, dikenakan rafaksi Rp300, sehingga HPP-nya jadi Rp6.400 per kg
2. GKP di luar kualitas 2 dengan kadar air 26-30% dan kadar hampa maksimal 10%, kena rafaksi Rp425, sehingga HPP-nya jadi Rp6.275 per kg
3. GKP di luar kualitas 3 dengan kadar air 26-30% dan kadar hampa 11-15%, dikenakan rafaksi Rp750, sehingga HPP berlaku adalah Rp5.950 per kg.
Minimnya pemahaman petani terhadap persyaratan penyerapan gabah oleh Perum Bulog, seolah-olah mengajak petani untuk mengambil kesimpulan bahwa HPP Gabah itu “hanya” sebesar Rp. 6500,- per kg. Padahal, harga sebesar itu, bila terpenuhi kadar air maksimal 25 % dan kadar hampanya maksimal 10 %. Diluar itu, berlaku harga seperti yang dijelaskan diatas.

Catatan kritisnya adalah mengapa petani sampai pada satu kesimpulan bahwa HPP Gabah itu hanya Rp. 6500,- per kg ? Hal ini terjadi, karena pengumuman yang disampaikan Pemerintah kepada masyarakat terkait HPP Gabah memang hanya angka Rp. 6500,- melulu yang diumumkannya. Artinya, masih ada titik lemah dalam proses sosialisasi yang butuh penataan dan penyempurnaan lebih lanjut.

Sosialisasi penyesuaian HPP Gabah dan Beras, sudah saatnya berjenjang dilakukan. Tidak cukup hanya digarap dan disampaikab oleh Menko bidang Pangan bekaka. Akan lebih keren jika Gubernur, Bupai/Walikota, Kepala Desa/Lurah, ikut mensosialisasikannya secara pro aktif. Artinya perlu ada “gerakan” untuk sosialisasi penyesuaian HPP Gabah.

Dulu, sebelum Dewan Ketahanan Pangan dibubarkan, para Kepala Daerah ysng notabene tercatat sebagai Ketua Dewan Ketahanan Pangan di tingkatan nya masing-masing, terekam cukup pro aktif dalan mensosialisasikan kenaikan HPP ini. Setelah Dewan Ketahanan Pangan bubar, kita menjadi sangat kesulutan merajut simpul koordinasi pangan, khususnya antara Pusat dan Daerah.

Pengalaman adanya Dewan Ketahanan Pangan, sepatutnya dijadikan pelajaran berharga, bagaimana simpul koordinasi dan integrasi kebijakan pembangunan pangan ditempuh. Adanya lembaga ad hoc yang bersifat non struktural, jelas mampu memberi nilai tambah bagi dinamika pembangunan pangan di tengah-tengah masyarakat.

Suasana seperti itu, kini hampur tak pernah ditemukan lagi di masyarakat. Semangat kebersamaan dan persaudaraan (brotherhood spirit), pupus dengan sendirinya. Kepentingan ego sektor tumbuh dengan sendirinya. Padahal, yang namanya pembangunsn pangan, sifatnya multi sektor dan multi aktivitas. Ini yang kini hilang dari pentas pembangunan.

Dihadapkan pada suasana semacam ini, selain diperlukan adanya penyempurnaan sosialisasi penyesuaian HPP Gsbah dan Beras sedini mungkin, juga sangat dibutuhkan adanya pendampingan, pengawalsn, pengawasan dan pengamanan penerapan HPP di lapangan. Ini penting ditempuh, mengingat masih ada oknum di lapangan yang ingin mengais untung diatas penderitaan orang lain.
Menurut hitung-hitungan diatas meja, panen raya ditengarai bakal berlangsung sekitar Maret-April nanti. Kita masih memiliki waktu sekitar 5-6 minggu ke depan, sebelum tibanya panen raya. Perum Bulog sebagai operator pangan yang ditugaskan Pemerintah untuk tampil sebagai offtaker plat merah, dituntut untuk dapat menampilkan kinerja terbaiknya.

Perum Bulog harus mampu melahirkan terobosan cerdas dalam upaya menyerap gabah petani secara maksimal. Perum Bulog bukan jamannya lagi berkiprah sendirian. Sesuai dengan era kekinian, Perum Bulog perlu membangun sinergitas dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan terkait, sehingga mampu memberi pencerahan yang utuh, holistik dan komprehensif kepada para petani.

Untuk membangun kesadaran baru kepada para pelaku bisnis gabah dan beras (bandar/tengkulak/pedagang/pengusaha) di lapangan, Perum Bulog diminta untuk memperlihatkan diri sebagai lembaga parastatal yang bergengsi dan berwibawa, sehingga kehadiran dan keberadaannya dapat dijadikan dasar untuk berkiprah lebih baik lagi.

Dengan langkah seperti ini, kita berharap agar dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, para petani akan memiliki tafsir yang utuh terhadap HPP Gabah dan Beras. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kekuatan Oligarki Ancam Demokrasi: Pesan Biden Untuk Indonesia

Next Post

Menteri Satryo Kena Reshuffle!

Related Posts

Feature

METAMORFOSA MAFIA PERADILAN MENJADI MAFIA HUKUM (Ketika Pemberantasan Kalah Cepat dibandingkan Pertumbuhan Kanker Hukum)

June 20, 2026
Penangkapan Pangeran Roy Suryo
Feature

Penangkapan Pangeran Roy Suryo

June 20, 2026
Duplikasi Pola Represi Rezim: Ketika BEM “Jadi-Jadian” Digunakan untuk Membungkam Kritik
Feature

Duplikasi Pola Represi Rezim: Ketika BEM “Jadi-Jadian” Digunakan untuk Membungkam Kritik

June 20, 2026
Next Post
Menteri Satryo Kena Reshuffle!

Menteri Satryo Kena Reshuffle!

Negeri Para Jongos

Negeri Para Jongos

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Ketika Mahasiswa Digendong ke Mana-mana oleh Gibran
Feature

Ketika Mahasiswa Digendong ke Mana-mana oleh Gibran

by Karyudi Sutajah Putra
June 20, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - "Dak gendong ke mana-mana. Dak gendong ke...

Read more
Tangkap Tiyo Ardianto!

Tangkap Tiyo Ardianto!

June 16, 2026
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

METAMORFOSA MAFIA PERADILAN MENJADI MAFIA HUKUM (Ketika Pemberantasan Kalah Cepat dibandingkan Pertumbuhan Kanker Hukum)

June 20, 2026
Penangkapan Pangeran Roy Suryo

Penangkapan Pangeran Roy Suryo

June 20, 2026
Duplikasi Pola Represi Rezim: Ketika BEM “Jadi-Jadian” Digunakan untuk Membungkam Kritik

Duplikasi Pola Represi Rezim: Ketika BEM “Jadi-Jadian” Digunakan untuk Membungkam Kritik

June 20, 2026

SARJANA MENUMPUK, INDUSTRI KEKURANGAN TALENTA

June 20, 2026

PRABOWO DAN STRATEGI PEMBERANTASAN KORUPSI

June 20, 2026
An Orangutan Will Never Deliver a Speech: Why Language Makes Humans Unique

An Orangutan Will Never Deliver a Speech: Why Language Makes Humans Unique

June 20, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

METAMORFOSA MAFIA PERADILAN MENJADI MAFIA HUKUM (Ketika Pemberantasan Kalah Cepat dibandingkan Pertumbuhan Kanker Hukum)

June 20, 2026
Penangkapan Pangeran Roy Suryo

Penangkapan Pangeran Roy Suryo

June 20, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...