• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kekuatan Oligarki Ancam Demokrasi: Pesan Biden Untuk Indonesia

Ali Syarief by Ali Syarief
January 21, 2025
in Feature, Politik
0
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?
Share on FacebookShare on Twitter

Oligarki menjadi ancaman nyata terhadap demokrasi di Amerika Serikat, sebagaimana diakui oleh Presiden Joe Biden. Pemusatan kekayaan dan kekuasaan di tangan segelintir orang super kaya, yang mendominasi ekonomi dan politik, menciptakan distorsi mendalam dalam sistem demokrasi yang seharusnya menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kesetaraan. Ironisnya, fenomena ini terjadi di AS, negara yang selama ini mengklaim diri sebagai kampiun demokrasi dunia. Jika AS menghadapi tantangan sebesar ini, bagaimana dengan negara-negara berkembang seperti Indonesia?

Oligarki AS: Kuasa Segelintir Orang Super Kaya

Di Amerika Serikat, kekayaan telah terkonsentrasi pada individu-individu seperti Elon Musk (Tesla), Mark Zuckerberg (Meta), Jeff Bezos (Amazon), dan beberapa lainnya. Mereka tidak hanya mengontrol perekonomian melalui perusahaan teknologi raksasa, tetapi juga memiliki pengaruh besar dalam politik. Dukungan finansial mereka terhadap tokoh-tokoh seperti Donald Trump menunjukkan bagaimana demokrasi AS kini rentan terhadap manipulasi oleh kepentingan ekonomi.

Pemusatan kekayaan ini mengikis prinsip check and balance dalam sistem politik AS. Pers, yang seharusnya menjadi penjaga keadilan dan penyampai kebenaran, runtuh karena dikuasai oleh kepentingan oligarki. Informasi publik dimanipulasi, kebenaran diselimuti kebohongan, dan rakyat menjadi korban dari sistem yang semakin melayani elit, bukan masyarakat luas.

Indonesia: Potret Buram Demokrasi dalam Cengkeraman Oligarki

Jika negara maju seperti AS mulai menunjukkan keretakan dalam sistem demokrasinya akibat oligarki, Indonesia menghadapi tantangan serupa dalam bentuk yang lebih akut. Fenomena “9 Naga” yang menjadi simbol oligarki di Indonesia mencerminkan bagaimana kekuasaan ekonomi dapat mendikte arah politik dan kebijakan publik.

Kasus sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) di laut, yang baru-baru ini mencuat, menjadi salah satu contoh nyata. Bagaimana mungkin laut, yang seharusnya menjadi milik publik, disertifikatkan untuk kepentingan segelintir pihak? Ini adalah cermin bagaimana oligarki mampu menembus batas-batas hukum dan moral demi memperkaya diri sendiri, dengan mengorbankan hak rakyat.

Demokrasi dan Kapitalisme: Hubungan yang Rapuh

Demokrasi sering kali dianggap tidak dapat dipisahkan dari kapitalisme, karena keduanya sama-sama lahir dari semangat kebebasan individu. Namun, dalam praktiknya, kapitalisme yang tidak terkendali dapat menggerus nilai-nilai demokrasi. Ketika kekuasaan politik ditentukan oleh kemampuan ekonomi, demokrasi berubah menjadi arena kompetisi untuk memperebutkan kekuasaan dengan uang sebagai penentu utamanya.

Di Indonesia, demokrasi telah menjelma menjadi panggung transaksi politik yang didominasi oleh kekuatan modal. Pemisahan kekuasaan, yang menjadi pilar utama demokrasi, semakin kabur. Lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif sering kali tunduk pada tekanan ekonomi dari kelompok oligarki, menjadikan sistem check and balance hanya sekadar dongeng indah dalam teori politik.

Saatnya Memikirkan Sistem yang Lebih Relevan untuk Indonesia

Pertanyaan besar yang muncul adalah: Apakah demokrasi, dalam bentuknya yang sekarang, benar-benar sistem terbaik untuk Indonesia? Ataukah kita perlu mencari sistem alternatif yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan realitas bangsa?

Sebagai negara dengan sejarah panjang gotong-royong dan musyawarah, Indonesia mungkin perlu mempertimbangkan model demokrasi yang lebih berakar pada nilai-nilai lokal. Sistem ini harus mampu mengekang kekuasaan oligarki, memperkuat peran rakyat, dan menciptakan keseimbangan antara kekuatan ekonomi dan politik.

Peringatan yang disampaikan Biden tentang bahaya oligarki di AS adalah cerminan dari tantangan global yang dihadapi demokrasi modern. Bagi Indonesia, ini adalah momentum untuk merefleksikan ulang perjalanan demokrasi kita, sebelum semuanya berubah menjadi dongeng suram tentang kekuasaan yang diperjualbelikan.

Saatnya kita bergerak menuju sistem yang benar-benar melayani rakyat, bukan segelintir elit.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kabinet Merah Putih “Titipan Jokowi Ada yang Makar” Wajib Dicopot

Next Post

TAFSIR PETANI ATAS HPP GABAH

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

MALING TERIAK MALING

July 17, 2026
Diledek PDIP,  PSI Partai Lebih Banyak Baliho Daripada Pengurusnya,  PSI Mencak-mencak Tak Terima
Feature

Raja Juli dan Raja Jawa

July 17, 2026
Feature

CARA PRABOWO MEMUTUS DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN

July 16, 2026
Next Post
PETANI TANPA BULOG

TAFSIR PETANI ATAS HPP GABAH

Menteri Satryo Kena Reshuffle!

Menteri Satryo Kena Reshuffle!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mahasiswa KKN Unhas Gandeng Pemerintah Kelurahan Bangun Budaya Literasi di Monro-Monro

Mahasiswa KKN Unhas Gandeng Pemerintah Kelurahan Bangun Budaya Literasi di Monro-Monro

July 17, 2026

MALING TERIAK MALING

July 17, 2026
Habib Umar Alhamid: Presiden Prabowo Tak Pernah Lelah Bangun Indonesia, Justru Terus Dorong Reformasi

Habib Umar Alhamid: Presiden Prabowo Tak Pernah Lelah Bangun Indonesia, Justru Terus Dorong Reformasi

July 17, 2026
Diledek PDIP,  PSI Partai Lebih Banyak Baliho Daripada Pengurusnya,  PSI Mencak-mencak Tak Terima

Raja Juli dan Raja Jawa

July 17, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan

Trump Menawarkan Damai, Iran Menolak: Ambisi Strategis Dinilai Lebih Berharga daripada Ratusan Miliar Dolar

July 17, 2026

CARA PRABOWO MEMUTUS DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN

July 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mahasiswa KKN Unhas Gandeng Pemerintah Kelurahan Bangun Budaya Literasi di Monro-Monro

Mahasiswa KKN Unhas Gandeng Pemerintah Kelurahan Bangun Budaya Literasi di Monro-Monro

July 17, 2026

MALING TERIAK MALING

July 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...