FusilatNews- Gabungan organisasi relawan Jokowi akan menggelar musyawarah rakyat (musra) untuk menjaring calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung pada Pilpres 2024. Minus Organisasi relawan Jokowi Mania (Joman), Joman tidak ikut Musyawarah Rakyat Indonesia yang digelar 17 organisasi relawan pendukung Presiden Joko Widodo tersebut. Ketua Umum Joman Immanuel Ebenezer mengatakan pihaknya sudah menetapkan pilihan kepada Ganjar Pranowo. Mereka merasa tak perlu lagi berunding mengenai pilihan calon presiden.
“Kami tidak ikut karena sudah lebih dulu mendeklarasikan dukungan untuk Mas Ganjar,” tutur Immanuel dikutip CNNIndonesia.com, Selasa (26/7).
Pernyataan tersebut medapat respons dari Bendahara Umum Projo Panel Barus yang mengakui memang sengaja tak mengundang Joman.
Panel mengatakan Musyawarah Rakyat Indonesia terbuka bagi organisasi relawan yang bersedia ikut arahan Jokowi. Panel menilai Joman sudah tidak mengikuti arahan Jokowi.
“Ini tidak mengikuti arahan Pak Jokowi agar ojo kesusu. Dia bukan lagi relawan Jokowi, dia relawan capres baru,” ucap Panel.
Sementara Immanuel pun membantah tudingan Panel. Dia menegaskan Joman setia kepada cita-cita yang diusung Jokowi tersebut.
Mereka menjaga cita-cita itu dengan mencari sosok penerus Jokowi. Immanuel yakin organisasi relawan pendukung Jokowi lainnya akan mengikuti jejak Joman.
“Ujung-ujungnya mereka akan dukung Ganjar kok, lihat saja nanti. Kita lebih maju cara berpikirnya,” ungkap Immanuel.
Diberitakan sebelumnya, 17 organisasi relawan pendukung Jokowi menggelar Musyawarah Rakyat Indonesia untuk menentukan calon presiden dan calon wakil presiden.
Musyawarah itu dihadiri relawan-relawan dari PROJO, Relawan Buruh Sahabat Jokowi, Seknas Jokowi, Bara JP, GK Center, Almisbat. Kemudian RPJB, Duta Jokowi, Kornas Jokowi, RKIH, JAMAN, GAPURA, Indeks, KIB, Sekber Jokowi Nusantara, KA-PT, serta Maluku Satu Hati.
“Musra Indonesia digelar untuk menjaring aspirasi rakyat secara langsung di 34 provinsi. Bandung, Jawa Barat, menjadi kick-off Musra Indonesia,” ungkap Ketua Dewan Pengarah Musra Indonesia Andi Gani Nena Wea di Balai Sartika melalui keterangan tertulis, Senin (25/7).























