Manager Corporate Communication, Emir Monti menjelaskan terkait tarif masih sedang dalam pembahasan. terkait layanan KCJB akan terbagi pada 3 kelas yaitu VIP Class, First Class dan Second Class.
Jadi untuk tarif kami terus berkomunikasi dengan stakeholder. Kami juga tengah melakukan survei bersama forecast Polar UI untuk menentukan berapa ideal layanan KJB ini. Kalau tarif memang belum, karena masih dalam masa pembahasan seluruh pihak
Tentang besaran tarif untuk Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). KCIC masih dalam proses melakukan survei yang selanjutnya PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan mendiskusikan untuk menentukan berapa ideal layanan Jakarta Bandung ini.
“Jadi untuk tarif kami terus berkomunikasi dengan stakeholder. Kami juga tengah melakukan survei bersama forecast Polar UI untuk menentukan berapa ideal layanan KJB ini. Kalau tarif memang belum, karena masih dalam masa pembahasan seluruh pihak,” kata Emir di Stasiun Kereta Cepat Jakarta Bandung. di Halim Rabu(14/06/)
Sekadar informasi, Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) akan berhenti di empat stasiun yaitu Stasiun Halim, Karawang, Padalarang dan Tegalluar. Pembangunan proyek kereta cepat ini akan ditargetkan pada bulan Agustus akhir dan dapat di operasikan pada bulan September 2023 dengan adanya kereta cepat ini akan dilengkapi pula dengan fasilitas lengkap.
Fasilitas lainya adalah ruang tunggu yang cukup luas, vending machine, loket, loker, Penyandang disabilitas, Ibu Hamil, Bayi hingga lansia. Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KJCB) Sudah 91%, artinya tidak lama lagi kereta cepat akan segera di operasikan.
Seluruh persiapan akan diselesaikan paling lambat akhir Agustus 2023, sekaligus diharapkan menjadi kado untuk ulang tahun Republik Indonesia ke- 78.
Selama berbulan-setelah jadwal operasional dilakukan, proyek ini dilanda masalah baru. Perusahaan dari China yang masuk dalam konsorsium menginginkan sertifikat kelayakan operasional penuh untuk jalur tersebut meskipun stasiun tidak lengkap.
Setelah berulang-ulang mengalami penundaaan operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) kembali akan mundur. dari rencana semula Agustus mendatang.
Rekomendasi penundaan menurut dokumen internal yang dibacaa oleh reuters berasal dari Kementerian Perhubungan Indonesia dan tiga konsultan yang terlibat.
Proyek yang merupakan bagian dari China’s Belt and Road Initiative (BRI) memiliki jalur kereta sepanjang 142 km yang menghubungkan Jakarta dan Padalarang, sebuah kota kecamatan Padalarang 15 km, diluar kota Bandung.
Pemilihan bulan Agustus sebagai jadwal operasional KCJB bukan tanpa sebab. Ini dianggap bisa menjadi kado terbaik untuk perayaan Hari Kemerdekaan RI yang ke-78.
























