• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

“Tembok Penghalang” Hubungan Diplomatik Indonesia-Israel

fusilat by fusilat
July 20, 2022
in Feature
0
“Tembok Penghalang” Hubungan Diplomatik Indonesia-Israel

Delegasi Israel, didampingi menantu Donald Trump, Jared Kushner, tiba di Ibu Kota Maroko, Rabat, pada Selasa (22/12/2020) untuk melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai normalisasi hubungan diplomatik.(Twitter @Marocdiplo_EN)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Wahyu Suryodarsono | Tentara Nasional Indonesia

Pada Desember 2020, publik sempat dihebohkan dengan pemberitaan salah satu media Israel, The Jerusalem Post, terkait adanya kemungkinan negara tersebut menormalisasi hubungan diplomatiknya dengan Oman dan Indonesia.

Di awal tahun 2022 ini, media Israel tersebut kembali menghebohkan publik dengan menyebut bahwa Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, kembali mendorong adanya normalisasi hubungan kerja sama antara Indonesia dan Israel.

Isu itu langsung diklarifikasi Staf Khusus Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak. Dahnil menjelaskan Prabowo tidak pernah ikut membahas permasalahan normalisasi hubungan antara Tel Aviv dan Jakarta, baik secara formal maupun informal.

Normalisasi hubungan antara Indonesia dan Israel agaknya menjadi isu sensitif yang mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, pernah mengangkat isu tersebut pada pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, 14 Desember 2021.

Lagi-lagi, hal ini kembali diberitakan media yang sama, The Jerusalem Post. Meskipun demikian, pihak Kementerian Luar Negeri Indonesia menegaskan, sikap Indonesia terhadap isu tersebut tetap sama. Indonesia tegas dalam pendiriannya untuk tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel, serta tetap mendukung berbagai upaya demi kemerdekaan Palestina.

Sikap tersebut juga didukung berbagai elemen masyarakat termasuk legislator di DPR, bahkan sejak pertama kali isu itu bergulir. AS dapat dikatakan sebagai pihak yang paling gencar mengupayakan normalisasi hubungan antara Israel dan berbagai pihak, terutama dengan negara-negara Timur Tengah.

Pada Agustus 2020, melalui Perjanjian Abraham (Abraham Accords), AS berhasil menjadi jembatan bagi normalisasi hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab dan Bahrain. AS juga sukses berperan sebagai penyambung hubungan diplomatik antara Israel dan Sudan, Maroko, dan Yordania.

Terkini, Arab Saudi membuka jalur penerbangan dan ruang udaranya bagi maskapai dan pesawat-pesawat dari wilayah Israel. Kebijakan ini dilakukan untuk memberikan ruang bagi minoritas muslim Israel melaksanakan ibadah haji di Arab Saudi.

Hal ini terjadi juga tak lepas dari bantuan AS, meskipun Arab Saudi tetap menolak untuk menormalisasi hubungannya dengan Israel sejak keengganannya untuk menandatangani Perjanjian Abraham.

Lewat lawatannya ke berbagai negara di Timur Tengah, Presiden AS, Joe Biden, menyebut dibukanya wilayah udara Arab Saudi merupakan langkah awal menghangatnya hubungan Israel dengan dunia Arab. Biden menganggap Israel dan Arab Saudi merupakan negara mitra yang sama-sama dekat dengan AS.

Lantas, bagaimanakah dengan Indonesia? Apakah dengan semakin banyak terwujudnya normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dan negara-negara Arab akan mendorong Indonesia untuk melakukan hal yang serupa?

Meskipun tidak memiliki hubungan diplomatik secara resmi, Indonesia ternyata memiliki hubungan dagang dengan Israel bahkan sejak tahun 1970-an dan masih berlangsung hingga sekarang.

Hubungan dagang Indonesia-Israel pada periode 1970-an lebih didominasi oleh sektor pertambangan, terutama komoditas batubara. Nilai perdagangan antar-kedua negara saat ini mencapai sekitar 550 juta dollar AS, di mana 84 persennya adalah ekspor dari Indonesia ke Israel.

Indonesia banyak mengekspor produk-produk tambang dan pertanian, seperti batu bara, kayu, kertas, serta minyak sawit, sementara Israel mengekspor komoditas teknologi dan perangkat lunak siber ke Tanah Air.

Normalisasi hubungan diplomatik sebenarnya dapat berpotensi mendorong aktivitas ekonomi kedua negara lebih intens, dan mendukung pengembangan industri pertahanan dalam negeri dengan adanya transfer teknologi. Bahkan, AS pun pernah menyatakan akan ikut memberikan dana investasi tambahan bernilai tinggi apabila Indonesia mau menormalisasi hubungannya dengan Israel.

Namun, bukan perkara mudah untuk menormalisasi hubungan diplomatik Indonesia dengan Israel. Sejatinya, gagasan untuk menormalisasi hubungan Indonesia-Israel sudah dilakukan sejak zaman Presiden Abdurrahman Wahid, tetapi gagal akibat tekanan politik dari pihak oposisi pemerintahan kala itu.

Ada sejumlah penghalang  

Normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel hanya mungkin dapat dilakukan apabila lingkungan politik internal maupun eksternal Indonesia mendukung.

Secara domestik, Indonesia memiliki “tembok penghalang” yang menjegal terjadinya hubungan diplomatik dengan Israel. Pertama, amanat konstitusi yang secara jelas menyebutkan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Hal itu menjadi landasan komitmen yang kuat bagi Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

Menjalin hubungan dengan Israel tentunya akan semakin menjauhkan Indonesia dari komitmen awalnya. Hal itu dipertegas Menteri Luar Negeri Indonesia yang menyebut akan tetap mendukung penyelesaian konflik antara Israel dan Palestina berdasarkan two-state solution.

Kedua, Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sebagian besar masyarakatnya mendukung kemerdekaan Palestina. Hal ini ditunjukkan dalam survei yang pernah dilakukan SMRC pada Mei 2021, yang menyebut 71 persen responden setuju bahwa Israel adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas konflik di Palestina.

Ketiga, sebagian kelompok muslim konservatif di Indonesia juga sering kali menyuarakan berbagai aksi solidaritas dengan Palestina. Contohnya, saat Presiden Donald Trump memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Jerusalem tahun 2018. Hal itu memicu aksi demonstrasi besar yang dilakukan di Monumen Nasional untuk mendukung Palestina dan memprotes tindakan Presiden Trump. Fenomena ini juga menunjukkan adanya resistensi domestik yang besar terhadap berbagai macam hal yang berbau Israel.

Keempat, secara legislasi dibutuhkan political will yang sangat besar agar Indonesia dapat membangun hubungan diplomatik dengan Israel. Meskipun pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini merupakan sebuah koalisi besar, yang proses legislasinya sangat memungkinkan untuk dapat mengakomodir berbagai kepentingan pemerintah seperti omnibus law ataupun undang-undang ibu kota baru, nyatanya sebagian besar partai politik di Indonesia juga tidak mendukung terjalinnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel. Hal ini terjadi akibat dari besarnya tekanan domestik, serta ketakutan berbagai partai politik akan hilangnya dukungan dari masyarakat.

Indonesia perlu menerapkan strategi yang kalkulatif dengan memperhitungkan faktor internal maupun eksternal secara hati-hati dalam membangun hubungan diplomatik dengan suatu negara. Terkait Israel, Indonesia memiliki opsi untuk menerapkan strategi yang sama seperti hubungannya dengan Taiwan, dengan tetap mengakui kebijakan One China Policy.

Meskipun hubungan dagang dengan Israel dapat mendatangkan keuntungan yang signifikan, Indonesia perlu mengedepankan stabilitas politik dalam negeri demi mendukung berbagai kepentingan lainnya berdasarkan skala prioritas.

Dikutip dari Kompas.com, Rabu 20 Juli 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Resmi!!! Sekarang NIK Jadi Pengganti NPWP

Next Post

Siapakah Sosok Yang Mengintimidasi Keluarga Brigadir J-Melarang Membuka Peti Jenazah

fusilat

fusilat

Related Posts

daerah

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Next Post
Siapakah Sosok Yang Mengintimidasi Keluarga Brigadir J-Melarang Membuka Peti Jenazah

Siapakah Sosok Yang Mengintimidasi Keluarga Brigadir J-Melarang Membuka Peti Jenazah

Kuasa Hukum Brigadir J Sindir Dua Jenderal Berpelukan Seperti Main Teletubbies

Kuasa Hukum Brigadir J Sindir Dua Jenderal Berpelukan Seperti Main Teletubbies

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ancaman Delegitimasi Pembela HAM dan Kontrol terhadap Kerja Advokasi HAM

Ancaman Delegitimasi Pembela HAM dan Kontrol terhadap Kerja Advokasi HAM

May 1, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ancaman Delegitimasi Pembela HAM dan Kontrol terhadap Kerja Advokasi HAM

Ancaman Delegitimasi Pembela HAM dan Kontrol terhadap Kerja Advokasi HAM

May 1, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist