• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Tenggelamnya Para Pengasong Komunisme

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
October 1, 2022
in Feature
0
Kapten TNI yang Todongkan Pistol di Tol Jagorawi Ditahan!
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Pegiat Media

JAKARTA – “Maka hanya ada satu kata: lawan!”

Kredo dalam puisi Widji Thukul (1963-1998) berjudul, “Peringatan” (1986) ini tampaknya dihayati betul oleh elite-elite negeri ini, sehingga mereka berkumpul di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Sabtu (1/10/2022), dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 1965.

Mereka yang hadir di Monumen Pancasila Sakti adalah Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Ny Iriana Jokowi, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin bersama istrinya, Wury Estu Handayani, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI Puan Maharani, dan Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti.

Sejumlah menteri juga hadir seperti Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Koordinator (Menko) Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud Md, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Upacara pun digelar, diawali dengan menyanyikan lagu kebengsaan “Indonesia Raya”. Setelah itu, Presiden Jokowi memimpin peserta upacara untuk mengheningkan cipta. Menyusul kemudian Ketua MPR RI Bambang Soesatyo membacakan teks Pancasila; Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti membacakan Pembukaan UUD 1945; dan Ketua DPR RI Puan Maharani membacakan dan menandatangani ikrar Kesaktian Pancasila.

“Maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan, menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Puan Maharani (CNNIndonesia.com, 1 Oktober 2022).

Mengapa 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila? Sebab, pada hari itulah Pancasila terbukti kesaktiannya setelah dicoba digulingkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dipimpin Dipa Nusantara Aidit melalui pemberontakan 30 September 1965 yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan “G30S/PKI”. Pemberontakan itu ditandai dengan penculikan dan pembunuhan sejumlah perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) yang kini patung mereka diabadikan di Monumen Pancasila Sakti.

Sebenarnya bukan kali itu saja PKI melakukan pemberontakan. Jauh sebelumnya, yakni medio 1948, PKI yang saat itu dipimpin Amir Sjarifuddin dan Muso melakukan pemberontakan di Madiun, Jawa Timur.

Kini, dua upaya kudeta PKI itu telah terkubur di makam sejarah. Namun traumanya masih membekas hingga saat ini. Sebab itulah para elite negeri ini berkumpul di Monumen Pancasila Sakti. Mereka membacakan ikrar untuk mempertahankan Pancasila, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan NKRI. Mereka menunjukkan perlawanannya terhadap PKI!

Edi Tansil

Istimewanya, sebelum peringatan Hari Kesaktian Pancasila mencapai titik kulminasi, di tahun-tahun sebelumnya biasanya jagat maya dan jagat nyata disesaki oleh polemik tentang isu kebangkinan komunisme, tapi tahun ini tidak. Mengapa? Mungkin karena saat ini tidak sedang masa pemilihan kepala daerah. Mungkin karena Pemilihan Presiden 2024 masih dua tahun lagi.

Ke mana para pangasong isu kebangkitan komunisme itu pergi? Mungkin mereka sudah tenggelam. Mungkin mereka sudah kelelahan. Sebab, dagangan yang meraka asongkan sudah tidak laku jual. Mereka mengalami apa yang disebut “Edi Tansil”. Apa itu Edi Tansil? Yakni, “ejakulasi dini tanpa hasil”.

Mengapa asongan isu komunisme tidak laku lagi di Indonesia? Mungkin karena publik sudah melek politik. Mungkin pula publik sudah jengah. Dari tahun ke tahun isunya itu-itu saja. Tak ada yang aktual. Tak ada yang faktual. Isu komunisme itu diembuskan setiap bulan September cuma demi politisasi semata. Tujuannya pun politis. Katakanlah memenangkan kandidat tertentu dalam pemilu.

Sebab faktanya, di negeri “mbah”-nya saja, komunisme sebagai ideologi sudah bangkrut, sekarat, bahkan mati. Rusia sebagai penerus Uni Sovyet kini sistem ekonominya terbuka, meskipun ideologi politiknya masih komunisme. Begitu pun Tiongkok. Yang masih bertahan adalah Korea Utara dan Kuba. Itu pun diprediksi tak lama lagi bakal rontok.

Sebab itu, menjual isu kebangkitan komunisme di Indonesia sudah tidak ada pembelinya. Lihat saja, di warung-warung kopi, di gang-gang sempit dan di mana-mana tidak ada orang yang menyebarkan paham komunisme. Sebab selain bisa dipidanakan, karena komunisme sudah dilarang di Indonesia, juga tak akan ada pengikutnya. Komunisme dan paham ekstrem kiri sudah bangkrut di mana-mana. Meski begitu, kita harus tetap waspada.

Yang kini muncul ke permukaan justru bangkitnya paham ekstrem kanan. Ektremisme, radikalisme, terorisme dan intoleransi berkedok agama menggejala di mana-mana. Ada Bom Bali 1 dan 2, ada Bom Kuningan, ada Bom JW Mariott, dan sebagainya. Terorisme adalah puncak dari intoleransi, kata Ketua Setara Institute Hendardi suatu ketika.

Sebuah penelitian mengungkapkan, akar dari terorisme di Indonesia adalah Pemberontakan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) dari Negara Islam Indonesia (NII) pimpinan Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo yang berbasis di Jawa Barat. DI/TII melakukan pemberontakan hampir di semua provinsi di Indonesia kecuali Sumatera Utara tahun 1949. Tujuannya adalah mendirikan Negara Islam di Indonesia.

Pemberontakan DI/TII itu hingga kini juga masih menyisakan trauma. Namun, sangat jarang bahkan mungkin tidak ada sama sekali pihak-pihak yang menjualnya sebagai komoditas politik. Semua berpulang pada kesadaran bahwa bangsa ini harus bebas dari berbagai macam trauma, termasuk trauma atas pemberontakan oleh mereka yang berpaham kiri atau kanan.

Semua harus dilawan. Baik paham kiri atau pun paham kanan. Sebab kita sudah punya Pancasila. Pancasila adalah jalan tengah dari ekstrem kiri dan ekstrem kanan. Dengan begitu, Pancasila akan senantiasa sakti, sampai kapan pun, tidak hanya sampai hari ini (1 Oktober 2022).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jokowi Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Indonesia Raya Berkumandang

Next Post

“Gaya Koboi” DPR Rombak MK

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik
Feature

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Next Post
“Gaya Koboi” DPR Rombak MK

"Gaya Koboi" DPR Rombak MK

Pengingkaran Elite di Balik Kenaikan Harga BBM

Pak Harto di Demo Ilegal Mahasiswa, Lengser

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist