FusilatNews- Polri menetapkan tujuh tersangka obstruction of justice atau upaya menghalang-halangi proses hukum pembunuhan Brigadir Yosua, Salah satunya Brigjen Hendra Kurniawan. Ferdy Sambo pun menyatakan bahwa Hendra sama sekali tidak terlibat dalam perusakan CCTV, di penyelidikan awal kasus pembunuhan Brigadir J.
Pembelaan Ferdy Sambo terhadap Brigjen Hendra Kurniawan ini dituliskan dalam secarik kertas yang ditandatangani di atas meterai, pada 30 Agustus 2022. Surat Ferdy Sambo itu dibagikan oleh Seali Syah, istri Brigjen Hendra Kurniawan melalui Instagram Story di akun pribadinya.
Dari unggahan di laman Instagram Stories, Ferdy Sambo tampak memberikan pembelaan bahwa Brigjen Hendra tidak terlibat dalam upaya menghalangi proses hukum kasus pembunuhan Brigadir J.
“Dalam hal ini perlu saya tegaskan bahwa tidak ada keterlibatan BJP Hendra Kurniawan dan KBP Agus Nurpatria, terkait pengerusakan DVR CCTV pos satpam Duren Tiga,” bunyi tulisan surat Ferdy Sambo, dikutip dari detikcom.
“Adapun yang dilaporkan oleh BJP Hendra Kurniawan dan AKBP Agus Nurpatria adalah adanya tindak pengamanan DVR CCTV adalah di dalam rumah dinas Duren Tiga oleh Pusinafis Bareskrim Polri yang tidak sesuai prosedur,” sambungnya.
Seiring dengan unggahan surat Ferdy Sambo, istri Brigjen Hendra pun langsung memberi penegasan bahwa ada oknum yang sengaja membuat suaminya menjadi korban hoaks dalam upaya menghalangi proses hukum kasus pembunuhan Brigadir J.
“BJP Hendra Kurniawan dikriminalisasi oleh oknum-oknum di institusi, mulai dari hoax ikut mengantar jenazah dan melarang buka peti hingga dikriminalisasi terkait CCTV,” tulis Seali Syah.
“Apakah yang membuat ‘oknum-oknum’ tersebut melakukan ini semua? Seberapa banyak borok mereka yang disimpan oleh BJP Hendra Kurniawan selama berdinas belasan tahun di Biro Paminal hingga dikriminalisasi agar berdiam di Mako Brimob dan dibungkam?” pungkasnya. Diketahui, dalam kasus ini, terdapat 5 tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, yaitu Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, Bharada Richard Eliezer, Kuat Maruf, dan Putri Candrawathi.
Sementara itu, dalam kasus perintangan penyidikan atau obstruction of justice, terdapat 7 tersangka, berikut ini daftarnya:
1. Brigjen Hendra Kurniawan selaku mantan Karopaminal Divisi Propam Polri
2. Kombes Agus Nurpatria selaku mantan Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri
3. AKBP Arif Rahman Arifin selaku mantan Wakadaen B Biropaminal Divisi Propam Polri.
4. Kompol Baiquni Wibowo selaku mantan PS Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri
5. Kompol Chuck Putranto selaku mantan PS Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri
6. AKP Irfan Widyanto selaku mantan Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri.
7. Irjen Ferdy Sambo selaku mantan Kadiv Propam Polri
























