“Kalau di food estate fokus pada eksentifikasi lahan pertanian pemerintah untuk meningkatkan produksi. Dan efeknya banyak problem lingkungan hidup bermunculan karena kerusakan ekologi ada di tempat itu,” tutur Anies.
Jakarta – Fusilatnews – Menjelang pelaksanaan Pemilu Presiden 2024.Program food estate atau lumbung pangan dpertanyakan kemajuannya oleh Tim Anies – Muhaimin. Menurut Tim Visi-Misi Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, Wijayanto Samirin, mengatakan food estate bukan solusi terbaik. Mending bantu petani
“Dari pada membuka lahan baru, mending bantu petani meningkatan produktivitas,” ujar Wijayanto ketika dihubungi Tempo, Rabu, (20/12) .
Selain meningkatkan produksi, kata Wijayanto, perlu dilakukan upaya untuk menaikkan kesejahteraan petani. “Bantuan pupuk atau bibit, resi gudang, dan contract farming merupakan solusi yang efektif,” tuturnya.
Anies mengatakan agenda utama yang akan dikerjakan bila terpilih menjadi presiden adalah agenda pangan. Namun, dia menyebut tidak akan berfokus dalam pada program food estate.
“Karena saat ini kita menyaksikan teman-teman di pedesaan pasti tahu, produksi pertanian penuh dengan ketidakpastian,” kata Anies, Sabtu, (25 November 2023.
Menurutnya, ketidakpastian itu membuat suplai pupuk tidak pasti, harga tidak pasti, dengan subsidi sangat rumit. “Banyak sekali problem di situ,” kata Anies.
Menurut Anies petani kerap mendapatkan pupuk dengan harga cukup tinggi. “Saya ingin sampaikan, fokus kami ke depan kami tidak akan berkonsentrasikan pada food estate. Justru kami ingin contract farming dibangun untuk Indonesia ke depan,” ujar Anies.
Contract farming adalah kesepakatan kerja sama antara petani dan perusahaan pengolahan hasil. Sementara food estate merupakan pola negara menguasai produksi secara sentralistik. Padahal yang dibutuhkan sebaliknya.
“Kita justru membutuhkan petani-petani di seluruh Indonesia bisa mendapatkan kesetaraan kesempatan agar produknya ikut ke dalam pasar pertanian Indonesia,” ucap dia.
Keinginan yang akan dibangun dalam hal pangan sentralisasi itu, akan diubah menjadi desentralisasi. Anies menjelaskan, konsep itu akan mendorong para petani saat ini mendapatkan peran lebih besar.
“Kalau di food estate fokus pada eksentifikasi lahan pertanian pemerintah untuk meningkatkan produksi. Dan efeknya banyak problem lingkungan hidup bermunculan karena kerusakan ekologi ada di tempat itu,” tutur Anies.
Capres nomor urut satu itu menjelaskan, fokus yang akan dikerjakan nanti adalah menggeser intensifikasi lahan petani rakyat untuk peningkatan produktivitas lahan pertanian.
“Petani di mana-mana itu jangan dilupakan, kemudian di pemerintahan justru membuat satu kawasan baru. Petani yang ada sekarang ini, yang harus dijadikan mitra, diajak terlibat, difasilitasi,” katanya.


























