• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

TIRANI BINARI POLITIK 0 DAN 1 SERTA DAMPAK BURUKNYA

M.Yamin Nasution by M.Yamin Nasution
November 13, 2022
in Feature
0
TIRANI BINARI POLITIK 0 DAN 1 SERTA DAMPAK BURUKNYA
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Muhamad Yamin Nasution

Pada fadjar 3 Oktober 2022, Nasdem yang sebelumnya telah duduk bersama dengan dua partai lain – Demokrat dan PKS, akhirnya memilih dan memutuskan untuk menyudahi buruknya binari politik (binari sistem 0 dan 1), Nasdem memutuskan dan menentang dan mengajak bangsa ini untuk berkomitmen memilih kandidat yang kompeten – sehingga pelestarian Negara menuju peradaban modern dan maju, dengan masyarakat yang cerdas, mandiri, bertaqwa kepada Allah SWT, Tuhan YME sesuai tujuan pendidikan nasional berdasarkan UU terlaksana.

Nasdem telah Siap & bahkan rela melepas indahnya sweet room kekuasan  yang dimiliki dengan beberapa Mentri di Pemerintahan, tidak lain agar Negara dan Bangsa keluar dari belenggu politik bungkus kwaci yang sempit dan murahan “BeanBag Politic”  yang telah di perjuangkan tokoh politik sehingga hidup, tumbuh, dan berkembang yang menghasilkan udara najis, air minum najis, dan makanan najis demokrasi dan melahirkan kerusakan persatuan bangsa karena, membuat masyarakat terjebak dengan kebiasaan buruknya, dan pemimpin tak mampu menyatukan moral tersebut, ke-asyikan buruk itu melupakan masa depan bangsa.

Nasdem melakukan deklarasi yang independen dengan  harapan independensi akan lahir, mengingat banyaknya perjuangan dan persembahan Nasdem dalam merebut kekuasan dan menghadiahkan kepada Presiden Jokowi. Alih-alih Deklarasi yang independen didapat; cibiran, hinaan, makian,  bahkan dugaan intervensi baik secara langsung dan tidak langsung dari Presiden Jokowi harus di hadapi oleh Nasdem yang  telah mendeklrasikan Anies Rasyid Baswedan. Uccapan – ucapan yang tak semestinya bahkan terlarang dalam prinsip-prinsip  demokrasi.

Anies Baswedan, saat memimpin DKI Jakarta memang telah terbukti mampu melumpuhkan kekuatan oligarki dengan menutup dan menundukkan sifat nakal dan liar pihak swasta pada REKLAMASI TELUK JAKARTA yang telah mendapat jalan mulus dari kekuasan sebelumnya di DKI, bahkan di salah satu acara Mata Najwa, secara terang-terangan LBP dengan tegas tidak ada yang dapat menutup pelaksanaan reklamasi tersebut. Anies Baswedan layaknya pemimpin yang di damba-dambakan oleh Cendikiawan negara-negara maju seperti JOHN W. GARNER mengatakan;

“Pemimpin memiliki peran penting dalam menciptakan keadaan pikiran masyarakat. Pemimpin dapat berfungsi sebagai simbol  kesatuan moral masyarakat. Pemimpin dapat mengekspresikan nilai-nilai yang menyatukan masyarakat. Yang paling penting, pemimpin dapat menyusun dan mengartikuliasikan tujuan yang mengangkat orang keluar dari ke-asyikan kecil mereka, membawa mereka di atas konflik yang merobek masyarakat, dan menyatukan mereka dalam mengejar tujuan yang layak untuk upaya terbaik mereka.”

Polarisasi pasca pilgub di DKI berakhir dengan sendirinya.

Duopoly atau sistem binari politik adalah sistem politik yang hany menampilkan dua kandidat Nol dan satu (0 dan 1), Nøl artinya bahwa salah satu pasangan hanya sebagai pelengkap pemilu, sedangkan satu adalah kandidat yang akan di menang yang juga bagian dari monopoli, pada dasarnya kedua kandidat tersebut adalah orang-orang yang telah di sepakati untuk dapat diatur demi kepentingan besar “invisible hand”.

Duopoli atau sistem binari politik ini telah banyak di mohonkan banyak ahli hukum dan masyarakat Indonesia ke Mahkamah Konstitusi atau dikenal dengan Presidential Threshold 20%, yang selalu mendapatkan hambatan dengan bermacam-macam alasan yang terkadang tidak sejalan dengan tujuan utama MK dibentuk. Duopoli ini benar-benar secara terbuka disampaikan oleh Sekjen PDI-P Hasto dengan mengatakan; capres cukup hanya 2 pasang saja.[1] bukankah ini memilki benang merah dengan putusan MK selama ini? tentunya analisa mengatakan demikian.

Menurut data yang di kumpulkan oleh ahli politik AS dari Universitas Emory Alan Abramowitz bahwa duopoly telah melahirkan kecurangan pemilu pada tahun 1964, dan masyarakat AS berpikir dan setuju bahwa pemerintahan dijalankan oleh segelintir kepentingan besar yang hanya mementingkan diri sendiri, sebesar 29%. Dan tingkat ketidakpuasan masyarakat pada tahun 2012 hal yang sebesar 79%. [2]

Politik bukanlah seperti bungkus kwaci “BeanBag” yang hanya menghasilkan makanan, minuman, dan udara sampah dan kotoran dalam berbangsa dan bernegara. Nasdem, Demokrat, dan PKS telah pertamakali menginginkan, menunjukkan pada masyarakat keinginan perbaikan yang fundamental dalam prinsip-prinsip politik bernegara, sehingga dapat melahirkan demokrasi yang baik, pemimpin yang lebih baik, persaingan yang lebih elegan. Masalah yang lebih besar dari sipat duopoli/binari politik adalah secara nyata PDIP dan pemerintah mengabaikan keinginan rakyat yang tidak memilih Presiden JKW sebesar 43% pada Pemilu 2019, ditambah keluarnya Nasdem dari koalisi yang ada. Greg Orman mengatakan bahwa; penolakan Duopoli/binari politik berhadapan langsung dengan efek globalisasi dan gangguan sosial besar lainnya yang disebabkan oleh kemajuan teknologi yang telah menciptakan tidak hanya ketidakpastian dan frustasi dikalangan pemilih.[3]

Masyarakat perlu menarik kembali tirai duopoly/binari politik yang secara nyata telah memecah belah bangsa kita untuk menutupi kegagalan dan kelalaian kekuasan, atau telah menghilangkan, membuang hari-hari Indah dan terbaik bangsa, dan bangsa ini akan tertinggal jauh dibelakang. Jika kita tidak mulai maka dapat dipastikan kita akan menghadapi masa sulit di kemudian hari. Di ultah ke 11 partai Nasdem, Surya paloh seolah-olah dengan tegas menantang dan mengajak Presiden Jokowi agar kiranya keluarlah dari tirani duopoli/binari politik dengan pernyataan “Pak Presiden, Nasdem adalah sahabat Presiden yang terus ada, dan Nasdem menunggu dukungan Bapak terhadap capres kami Bpk. Anies Baswedan (jatah Anies).” [4]

Sumber :

On-line

news.detik.com

https://news.detik.com › pemilu

Hasto PDIP Mau Pilpres 2024 Cuma 2 Paslon, PPP Singgung …

cnnindonesia.com

https://www.cnnindonesia.com › sur…

Surya Paloh Tunggu Jokowi Bilang Pilpres 2024 Jatah Anies Baswedan

Pustaka :

Greg Orman : Independence Declaration; how we can break the two-party strenghold and restore the American Dream 2016

Ibid

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tidak Akan Ada Sesi Photo Tersenyum Bersama di G-20 Protes Perang Rusia

Next Post

Piala Dunia Qatar Tetapkan 3 Wasit Wanita

M.Yamin Nasution

M.Yamin Nasution

Related Posts

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi
Feature

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu
Feature

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis
daerah

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Next Post
Piala Dunia Qatar Tetapkan 3 Wasit Wanita

Piala Dunia Qatar Tetapkan 3 Wasit Wanita

Air show Dallas: Dua Pesawat Tempur Perang Dunia Kedua Bertabrakan di Udara

Air show Dallas: Dua Pesawat Tempur Perang Dunia Kedua Bertabrakan di Udara

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist