• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

TITIK LEMAH BULOG MENYERAP GABAH

by
February 23, 2025
in Economy, Feature
0
Jokowi Menyerah, Produksi Beras Tak Mampu Penuhi Kebutuhan Beras, Indonesia Sulit Hentikan Impor Beras
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Tekad Pemerintah untuk memperbaiki Tata Kelola Cadangan Beras Pemerintah, kini muncul menjadi salah satu prioritas dalam mengokohkan ketersediaan beras. Pengalaman pahit tahun lalu, pasti tidak perlu diulangi. Kita harus berkomitmen dan berjuang keras, hari ini dan esok hari, perlu dirancang untuk menjadi lebih baik lagi.

Panen raya padi 2025, yang dimulai akhir Pebruari hingga April 2025, merupakan momentum yang tepat untuk mewujudkan tekad diatas ke dalam fakta kehidupan yang sesungguhnya. Pada saat panen raya inilah, kita berharap Pemerintah mampu menyerap gabah dan beras seoptimal mungkin untuk mencapai berbagai macam tujuan.

Salah satunya untuk mewujudkan Cadangan Beras Pemerintah yang kuat. Mengacu kepada kegagalan pengelolaan selama ini, strategi penyerapan gabah dan beras, tidak boleh lagi menggunakan pendekatan yang sifatnya klasikal. Namun kita dituntut untuk mampu melahirkan terobosan cerdas untuk mewujudkannya.

Penyerapan gabah dan beras, rupanya tidak bisa lagi hanya dibebankan kepada Perum BULOG selaku operator pangan di lapangan. Tidak pas lagi Perum BULOG dibiarkan sendirian dalam menyerap gabah dan beras dari para petani. Lebih gawat lagi, jika Perum BULOG tampak asyik sendiri dalam menjalankan kiprah nya di lapangan.

Tapi yang lebih utama lagi adalah bagaimana kemampuan Pemerintah dalam membangun sinergi dan kolaborasi antar lembaga pangan, baik di tingkat Pusat dan Daerah, dengan melibatkan unsur penta helix secara maksimal. Tanpa adanya kebersamaan dan keserempakan, susah bagi Pemerintah memperoleh Cadangan Beras yang kuat dan kokoh.

Dalam semangat yang seperti inilah “pola gerakan” menjadi cukup relevan untuk dijadikan pilihan kebijakan. Tinggalkan pendekatan yang sifatnya keproyekan. Badan Pangan Nasional sebagaimana diamanatkan Peraturan Presiden No. 66 Tahun 2021, perlu memposisikan diri sebagai koordinator yang handal dalam merancang perencanaan dan pelaksanaan penyerapan gabah dan beras di lapangan.

Dengan sumber daya manusia yang mumpuni kita optimis, Badan Pangan Nasional bakal mampu menjadi pembawa pedang samurai yang handal dan profesional dalam mewujudkan ketersediaan beras Pemerintah. Tinggal sekarang, bagaimana Badan Pangan Nasional mampu merumuskan skenario cerdas guna menjalankannya.

Lewat pengalaman terbaiknya waktu menjadi pucuk pimpinan dan BUMD dan BUMN yang bergerak di bidang Pangan, Kang Arief Prasetyo selaku Kepala Badan Pangan Nasional, tentu bakalan mampu mengemban amanat yang mulia ini. Dengan Pedang Samurai yang dipegangnya, bakal membawa ke arah terpenuhinya Cadangan Beras Pemerintah yang kokoh.

Perum BULOG sebagai operator pangan di lapangan, pasti memiliki kiat-kiat ampuh dalam melakukan penyerapan beras dari petani. Sekalipun, banyak tudingan yang menyebut Perum BULOG selalu kalah bersaing dengan pihak swasta dalam menyerap gabah dan beras dari petani, tapi dengan adanya support penuh dari Badan Pangan Nasional, mestinya Perum BULOG dapat memoles diri secara lebih unggul dan profesional.

Sudah puluhan tahun BULOG berpengalaman dalam melaksanakan pengadaan dan penyaluran gabah dan beras. Di saat panen raya BULOG tentu harus berada di garis paling depan dalam melakukan pembelian gabah dan beras para petani. Kalah nya BULOG oleh Pengusaha Penggilingan, Bandar dan Tengkulak, tentu perlu dicari penyebab utamanya.

Banyak hal yang dapat disampaikan, mengapa hal itu dapat terjadi. Salah satunya, karena BULOG tidak mampu memberi penawaran harga yang menggiurkan bagi para petani. Ini bedanya dengan swasta. Mereka umumnya mampu memberi penawaran harga yang lebih tinggi dari BULOG. Wajar, jika petani akan menjualnya ke pengusaha beras.

Menghadapi suasana yang demikian, Pemerintah dengan segala kewenangannya, seharusnya dapat melahirkan regulasi terkait dengan pengendalian harga gabah dan beras yang berkeadilan bagi seluruh pelaku pasar yang ada. Pemerintah sendiri menginginkan adanya harga di tingkat petani yang wajar, di tingkat pedagang juga wajar dan di konsumen pun wajar.

Catatan kritisnya adalah yang disebut wajar oleh Pemerintah itu seperti apa ? Apakah harus dikaji ulang Harga Pembelian Pemerintah Gabah dan Beras yang ditetapkan dalam Peraturan Kepala Badan Pangan Nasionsl No. 2/2025 ? Apakah kenaikan HPP Gabah sebesar Rp. 500,- dinilai sudah tepat atau tidak ? Kalau harus disesuailan dengan aspirasi petani, berapa pantasnya kenaikan tersebut dari harga yang terjadi sekarang ini ?

Selain soal harga, titik lemah Perum BULOG dalam menyerap gabah dan beras petani adalah status BULOG sebagai BUMN. Hal ini jelas akan berbeda jika BULOG berstatuskan sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian. Disinilah butuh penyempurnaan regulasi yang ada, sehingga BULOG dapat bergerak lincah di lapangan dalam menyerap hasil panen para petani.

Titik lemah berikutnya antara lain :
pertama soal keterbatasan dana. Bulog memerlukan dana yang cukup untuk membeli gabah dari petani, namun terkadang dana yang tersedia tidak mencukupi. Kedua, keterbatasan infrastruktur. Bulog memerlukan infrastruktur yang memadai untuk menyerap gabah, seperti gudang penyimpanan, fasilitas pengeringan, dan transportasi.

Ketiga, ketergantungan pada petani. Bulog sangat bergantung pada petani untuk menyediakan gabah, namun terkadang petani tidak dapat memenuhi kebutuhan Bulog. Keempat, keterbatasan kemampuan pengolahan. Bulog memerlukan kemampuan pengolahan yang memadai untuk mengolah gabah menjadi beras, namun terkadang kemampuan pengolahan tidak mencukupi.

Kelima, ketergantungan pada cuaca. Bulog sangat bergantung pada cuaca yang baik untuk menyerap gabah, namun terkadang cuaca buruk dapat mengganggu proses penyerapan. Keenam, keterbatasan sumber daya manusia. Bulog memerlukan sumber daya manusia yang memadai untuk menyerap gabah, namun terkadang sumber daya manusia tidak mencukupi.

Ketujuh, ketergantungan pada kebijakan pemerintah. Bulog sangat bergantung pada kebijakan pemerintah untuk menyerap gabah, namun terkadang kebijakan pemerintah dapat berubah-ubah. Sebut saja adanya pencabutan persyaratan untuk menyerap gabah petani. Semula dikaitkan dengan kadar air dan kadar hampa tertentu, kini petani dibebaskan untuk menjual gabahnya.

Dihadapkan pada tujuh titik lemah penyerapan gabah petani oleh Perum Bulog, maka ada beberapa jalan keluar yang dapat ditempuh. Pertama, berkaitan denfan solusi infrastruktur. Solusi nyata antara lain, meningkatkan kapasitas gudang penyimpanan. Artinya, Bulog dapat membangun atau menyewa gudang penyimpanan yang lebih besar untuk menampung gabah.

Selanjutnya, meningkatkan kemampuan pengeringan. Bulog dapat meningkatkan kemampuan pengeringan gabah untuk mengurangi kelembaban dan meningkatkan kualitas gabah. Dan meningkatkan armada transportasi. Dalam hal ini, Bulog dapat meningkatkan armada transportasi untuk mempercepat pengangkutan gabah dari petani ke gudang penyimpanan.

Kedua, solusi keuangan, seperti meningkatkan alokasi dana. Pemerintah dapat meningkatkan alokasi dana untuk Bulog untuk memperbaiki kemampuan penyerapan gabah. Kemydian, meningkatkan efisiensi penggunaan dana. Bulog dapat meningkatkan efisiensi penggunaan dana untuk mengurangi biaya operasional dan meningkatkan kemampuan penyerapan gabah.

Ketiga, solusi Sumber Daya Manusia dengan langkah meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. Bulog dapat meningkatkan kemampuan sumber daya manusia melalui pelatihan dan pengembangan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas penyerapan gabah. Selanjurnya, neningkatkan jumlah sumber daya manusia. Bulog dapat meningkatkan jumlah sumber daya manusia untuk meningkatkan kemampuan penyerapan gabah.
Keempat, solusi Teknologi dengan meningkatkan penggunaan teknologi. Bulog dapat meningkatkan penggunaan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas penyerapan gabah, seperti penggunaan sistem informasi manajemen dan penggunaan teknologi pengeringan. Kemudian, meningkatkan kemampuan analisis data. Bulog dapat meningkatkan kemampuan analisis data untuk meningkatkan kemampuan penyerapan gabah dan meningkatkan efisiensi operasional.

Kelima, solusi kebijakan dengan meningkatkan kebijakan penyerapan gabah. Pemerintah dapat meningkatkan kebijakan penyerapan gabah untuk meningkatkan kemampuan Bulog dalam menyerap gabah. Dan meningkatkan kerja sama dengan petani. Bulog dapat meningkatkan kerja sama dengan petani untuk meningkatkan kemampuan penyerapan gabah dan meningkatkan kualitas gabah.

Akhirnya perlu dicermati, agar kegagalan BULOG dalam mengokohkan Cadangan Beras Pemerintah tidak terulang lagi, maka berbagai titik lemah BULOG dalam menyerap gabah dan beras perani, perlu segera dirancang dan dirumuskan Tata Kelola Cadangan Beras Pemerintah yang semakin berkualitas. Kita yakin Pemerintah akan mampu untuk menggarapnya. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ini Dia 22 Kepala Desa yang Harus Diperiksa Penegak Hukum Terkait Dugaan Keterlibatan dalam Kasus PIK 2

Next Post

Pramono Anung Ditunjuk Wakili PDI P Terkait Retret

Related Posts

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?
Feature

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua
Feature

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan
Birokrasi

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Next Post
Usai Pelantikan Kepala Daerah Pramono-Rano akan Kumpulkan Pasukan Oranye

Pramono Anung Ditunjuk Wakili PDI P Terkait Retret

ANCAMAN TANDUK BANTENG

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...