• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

TKD dan Purbaya: Musuh Banyak, Tapi Didukung Rakyat

fusilat by fusilat
October 13, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dalam panggung politik negeri ini, selalu ada tokoh yang mencuat bukan karena pencitraan, melainkan karena keberaniannya menabrak kebiasaan lama. Kali ini, nama Purbaya Yudhi Sadewa berada di pusat pusaran itu. Ia bukan sosok flamboyan atau penggila kamera. Tapi dalam waktu singkat setelah menjabat Menteri Keuangan, namanya jadi perbincangan—bukan karena janji manis, melainkan karena tindakan yang berisiko membuatnya punya banyak musuh.

Dulu, Purbaya diminta waktu tiga bulan untuk menunjukkan hasil kerja. Kini, publik menilai ia mulai menepati janji itu, bahkan dengan cara yang tidak populer di kalangan elite daerah.


Gelombang TKD dan Badai Protes

Sumber riuh datang dari kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) yang dipangkas signifikan dalam rancangan APBN 2026. Anggaran yang semula mencapai ratusan triliun itu dikurangi hampir seperlima. Bagi sebagian kepala daerah, kebijakan itu terasa seperti hukuman. Mereka beralasan, pemotongan akan mengganggu belanja pembangunan, menunda proyek, dan menekan roda ekonomi di daerah.

Namun Purbaya bersikukuh. Ia menilai, selama ini banyak daerah terlalu bergantung pada pusat, sementara serapan anggarannya rendah dan laporan keuangannya tidak akurat. Ia menegaskan bahwa dana publik bukan warisan yang bisa dihabiskan tanpa tanggung jawab. “Kalau ingin dana tetap besar, tunjukkan kinerja yang besar juga,” ujarnya dalam sebuah kesempatan.

Langkah itu membuatnya dimusuhi sebagian kepala daerah—terutama mereka yang terbiasa nyaman dengan transfer dana tanpa pengawasan ketat. Tapi justru dari situ, simpati rakyat mulai tumbuh.


Antara Tegas dan Kagetan

Beberapa minggu setelah kebijakan itu diumumkan, Purbaya sempat tergelincir lidah ketika menanggapi tuntutan publik yang menyebut “17+8 Tuntutan Rakyat.” Ia menganggap suara itu hanya datang dari sebagian kecil masyarakat. Kritik deras pun mengalir. Tapi yang menarik, Purbaya tak menutupi kesalahannya. Ia meminta maaf secara terbuka, mengakui dirinya “menteri baru yang kadang kagetan”.

Sikap itu, di mata publik, justru menunjukkan sisi manusiawi yang jarang dimiliki pejabat tinggi. Dalam survei opini publik yang dirilis awal Oktober, tingkat kepercayaan terhadap dirinya melonjak menjadi 62 persen—angka yang tergolong tinggi untuk pejabat baru dengan keputusan tak populer. Di media sosial, tagar #PurbayaBerani sempat menjadi perbincangan, dipenuhi komentar yang menyebutnya “menteri yang tidak mencla-mencle”.


Efek Ekonomi dan Keberanian Politik

Pemangkasan TKD berdampak beragam di tiap wilayah. Daerah dengan basis industri dan pendapatan asli tinggi relatif tak terpengaruh, bahkan sebagian menilai langkah ini mendorong efisiensi. Tapi di daerah yang bergantung penuh pada dana pusat—seperti beberapa kabupaten di Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara—efeknya terasa nyata. Pemerintah daerah terpaksa memangkas proyek infrastruktur dan menunda pengadaan fasilitas publik.

Namun, jika ditarik ke gambaran lebih luas, efek jangka panjangnya mulai terlihat positif. Belanja daerah mulai diarahkan ke sektor produktif, bukan sekadar seremonial dan perjalanan dinas. Kinerja serapan meningkat di sejumlah provinsi, menandakan bahwa efisiensi yang dipaksa itu mulai berbuah hasil.

Dalam rapat kabinet terakhir, Presiden sempat memuji langkah tegas Purbaya sebagai “angin segar dalam tata kelola fiskal nasional”. Tapi di balik pujian itu, Purbaya tahu bahwa dukungan politik terhadap dirinya tak sepenuhnya solid. Beberapa partai pendukung pemerintah mulai menganggap sikap kerasnya bisa mengganggu harmoni politik yang selama ini dijaga rapat.


Dari Kantor Pajak hingga Cukai Rokok

Sementara badai TKD belum reda, Purbaya membuat gebrakan lain: membersihkan Direktorat Jenderal Pajak dari pegawai yang menerima suap. Ia memecat belasan pejabat eselon dan menyeret beberapa kasus ke ranah hukum. Tak berhenti di sana, ia menunda kenaikan cukai rokok untuk tahun depan dan menambah tim pengawasan rokok ilegal.

Kebijakan itu dianggap “anti-populis” oleh sebagian pengusaha besar, tapi justru memunculkan dukungan dari kelompok buruh dan masyarakat bawah. Seorang pengamat fiskal menyebut langkah-langkah Purbaya sebagai bentuk “ekonomi berani”—memilih jalan sulit tapi bersih.


Musuh Banyak, Tapi Daya Hidup Panjang

Fenomena pejabat yang berani dimusuhi karena bersikap tegas bukan hal baru di Indonesia. Tapi dalam suasana politik yang kian pragmatis, sosok seperti Purbaya menjadi langka. Di negeri di mana banyak pejabat lebih sibuk menjaga citra dan menghindari konflik, munculnya figur yang tidak takut kehilangan dukungan elite adalah anomali.

Sejarah politik Indonesia menunjukkan bahwa mereka yang benar sering kali berdiri sendirian. Tapi dukungan rakyat yang tumbuh spontan bisa menjadi kekuatan yang jauh lebih kokoh daripada posisi di kabinet.


Kesimpulan

Kisah Purbaya dan TKD memperlihatkan benturan dua paradigma: antara politik pencitraan dan politik tanggung jawab. Ia mungkin belum sempurna, tapi keberaniannya menegakkan disiplin fiskal di tengah tekanan politik menunjukkan bahwa kepemimpinan yang jujur masih mungkin tumbuh.

Rakyat kini tampaknya mulai bisa membedakan—antara pejabat yang pandai tersenyum tapi tak berani menindak, dengan pejabat yang mungkin keras tapi tulus memperjuangkan perubahan. Dalam politik yang serba abu-abu, keberanian untuk tidak disukai bisa jadi bentuk baru dari integritas.

Dan Purbaya, setidaknya untuk saat ini, sedang berdiri di garis itu—sendirian, tapi tidak tanpa rakyat di belakangnya.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Nilai Tukar Petani yang Tak Nyata

Next Post

Purbaya vs Luhut: Pertarungan Dua Dunia

fusilat

fusilat

Related Posts

JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT
Feature

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK
Feature

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026
Next Post
Purbaya vs Luhut: Pertarungan Dua Dunia

Purbaya vs Luhut: Pertarungan Dua Dunia

Mengapa PSI Tak Berani Terus Terang Mengungkapkan Mr. J sebagai Ketua Pembina: Blunder Anak Muda di Awal Jalan

Mengapa PSI Tak Berani Terus Terang Mengungkapkan Mr. J sebagai Ketua Pembina: Blunder Anak Muda di Awal Jalan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

by Karyudi Sutajah Putra
April 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Gajah itu panjang. Itu bila hanya dilihat...

Read more
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Lengkapnya

DPR Ingatkan Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi, Kelompok Rentan Terancam Terjepit

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026

Pilihan yang Bukan Pilihan

April 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist