• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Tololnya DPR!

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
September 22, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Rakyat dan DPR ibarat air dengan ikannya. Ikan tak bisa hidup tanpa air. Sebab itu, ikan harus selalu menyatu dengan air jika mau hidup seribu tahun lagi, seperti Chairil Anwar (1922-1949) dalam sajaknya berjudul “Aku” (1943).

Kini, DPR justru ibarat ikan yang mau memisahkan diri dari airnya. DPR justru sedang mencoba memisahkan diri dari rakyat.

Selain membangun pagar dan pintu gerbang tinggi-tinggi, DPR kini kantornya di Senayan, Jakarta, juga dijaga ketat oleh pasukan TNI.

Merasa Dimusuhi Rakyat

Mengapa DPR membangun gerbang tinggi-tinggi dan juga dijaga pasukan TNI? Karena para wakil rakyat itu merasa terancam.

Mengapa merasa terancam? Karena keputusan-keputusannya banyak yang tak berpihak kepada rakyat. Bahkan menzalimi rakyat.

Contoh paling konkret adalah keputusan soal tunjangan perumahan anggota DPR yang mencapai 50 juta rupiah per bulan per orang, yang kemudian dibatalkan setelah didemo rakyat.

Dan itu bukan monopoli DPR. DPRD di daerah-daerah juga terjangkit penyakit tamak yang sama. Bahkan tunjungan perumahan anggota DPRD DKI Jakarta mencapai 70 juta rupiah per bulan per orang. Lebih gila, bukan?

Di pihak lain, nasib rakyat kian sulit saja. Cari nafkah susah. Cari kerja susah. Sementara harga-harga kebutuhan pokok melambung tinggi.

Bahkan kini akan melambung lebih tinggi lagi setelah Presiden Prabowo Subianto memutuskan kenaikan gaji ASN, TNI dan Polri. Nasib rakyat akan kian menderita.

Sebab itulah, DPR makin merasa terancam saja. Mereka bercermin dari gelombang aksi demonstrasi massa yang diwarnai kericuhan akhir Agustus hingga awal September lalu.

Gerbang DPR sempat dijebol massa. Sejumlah gedung DPRD dibakar massa. Pada saat yang sama, massa juga menyasar kantor-kantor polisi.

Langkah Sia-sia

Akan tetapi, langkah DPR memasang gerbang tinggi-tinggi dan dijaga ketat pasukan TNI akan sia-sia belaka. Sebab kalau rakyat sudah marah, semua itu percuma saja. Tak ada artinya. Gedung DPR akan dengan mudah diduduki massa. Itu kalau massa mau.

Sebab itu, yang bisa membentengi DPR adalah keputusan-keputusan mereka sendiri. Kalau tidak berpihak bahkan menzalimi rakyat, jangan harap mereka akan selamat.

Sebab itu, langkah DPR membangun gerbang tinggi-tinggi dan dijaga ketat pasukan TNI mencerminkan pemikiran DPR yang, mohon maaf meminjam diksi Ahmad Sahroni, tolol!

Sebagai wakil rakyat, mestinya mereka tidak menjaga jarak dengan rakyat. Tidak memasang pagar tinggi dari jangkauan rakyat. Mudah ditemui rakyat. Sebab kalau rakyat mogok membayar pajak, hilanglah “nyawa” DPR. Sebab mereka digaji dengan uang negara yang berasal dari pajak rakyat.

Mestinya gedung DPR tak perlu dipagar. Apalagi tinggi-tinggi. Kapan pun rakyat datang, dipersilakan. Sebab mereka adalah wakil rakyat. Gerbang tinggi dan penjagaan ketat pasukan TNI akan sia-sia jika rakyat sudah marah. Pendudukan gedung DPR pada Mei 1998 buktinya.

Picu Polemik

Langkah pasukan TNI menjaga ketat gedung DPR justru memicu polemik. TNI, sebagaimana mandat konstitusi, tugas pokoknya adalah di ranah pertahanan. Bukan di ranah keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang merupakan tugas pokok Polri.

Dalam Undang-Undang TNI, yakni UU No 34 Tahun 2004 yang diperbarui dengan UU No 3 Tahun 2025, TNI memang punya tugas operasi militer selain perang (OMSP). Tapi OMSP dalam kerangka menjaga gedung DPR rasa-rasanya berlebihan. Sebab, hal itu akan membenturkan TNI dengan rakyat.

Di sisi lain, hal itu juga mencerminkan ketidakpercayaan DPR terhadap Polri. Sebab tugas pengamanan yang mestinya merupakan ranah Polri diserahkan kepada TNI.

Asumsi yang sama ditujukan terhadap langkah TNI mengamankan personel Kejaksaan RI. Apakah Kejaksaan Agung juga sudah tidak percaya lagi kepada Polri, sehingga menyerahkan pengamanan personelnya kepada TNI?

DPR, jangan peralat TNI lalu kalian benturkan dengan rakyat sendiri. Serahkan pengamanan DPR kepada Polri!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Prabowo vs Jokowi: Siapa Sesungguhnya Pemegang Kendali?

Next Post

Khalid Basalamah Korban Pemerasan atau Pelaku Suap?

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Feature

Usia Panjang: Barokah atau Sebaliknya? (Ketika Panjang Umur Tidak Selalu Berarti Panjang Manfaat)

May 11, 2026
Militerisme dan Candu Korupsi Bea Cukai
Birokrasi

Militerisme dan Candu Korupsi Bea Cukai

May 11, 2026
Simalakama Teddy Wijaya
Feature

Teddy is The Real President!

May 11, 2026
Next Post
Khalid Basalamah Korban Pemerasan atau Pelaku Suap?

Khalid Basalamah Korban Pemerasan atau Pelaku Suap?

Usut Tuntas Kekerasan yang Libatkan Oknum TNI dengan Peradilan Umum

Usut Tuntas Kekerasan yang Libatkan Oknum TNI dengan Peradilan Umum

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Simalakama Teddy Wijaya
Feature

Teddy is The Real President!

by Karyudi Sutajah Putra
May 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Kegelisahan Amien Rais adalah kegelisahan kita semua....

Read more
Berkat Perseretuan PDIP vs Jokowi, PDIP Cabut Laporan Terhadap RG Terkait Sangkaan Pencemaran Nama Baik Jokowi

Rocky Gerung yang Tak Lagi Menggerung

May 10, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Mendadak Ayam Sayur

May 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
MMS Dorong Menteri LH Jumhur Hidayat Berani dan Tegas Pulihkan Lingkungan Hidup Indonesia

MMS Dorong Menteri LH Jumhur Hidayat Berani dan Tegas Pulihkan Lingkungan Hidup Indonesia

May 11, 2026

Usia Panjang: Barokah atau Sebaliknya? (Ketika Panjang Umur Tidak Selalu Berarti Panjang Manfaat)

May 11, 2026
Militerisme dan Candu Korupsi Bea Cukai

Militerisme dan Candu Korupsi Bea Cukai

May 11, 2026
Halalbihalal Alumni SMP Pertiwi 1973-1976: Wajah Boleh Menua, Persahabatan Tetap Menyala

Halalbihalal Alumni SMP Pertiwi 1973-1976: Wajah Boleh Menua, Persahabatan Tetap Menyala

May 11, 2026
Simalakama Teddy Wijaya

Teddy is The Real President!

May 11, 2026

Cinta atau Takut kepada Allah? – (Ketika Iman Tidak Lagi Diukur dari Seberapa Banyak Kita Tahu, Tetapi Seberapa Dalam Kita Menjaga Diri)

May 11, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

MMS Dorong Menteri LH Jumhur Hidayat Berani dan Tegas Pulihkan Lingkungan Hidup Indonesia

MMS Dorong Menteri LH Jumhur Hidayat Berani dan Tegas Pulihkan Lingkungan Hidup Indonesia

May 11, 2026

Usia Panjang: Barokah atau Sebaliknya? (Ketika Panjang Umur Tidak Selalu Berarti Panjang Manfaat)

May 11, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...