• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Tudingan JRP dan Agung Sedayu Grup Terkait Bangunan Pagar Laut Dibantah oleh Nelayan dengan Logika Sederhana

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
January 14, 2025
in News
0
Apa Kata KKP Tentang Pagar Misterius di Perairan Tangerang?
Share on FacebookShare on Twitter

Tangerang – Fusilatnews – tudingan bahwa munculnya pagar laut di perairan Tangerang adalah buatan nelayan sendiri, dengan tegas dan me3nggunakan logika sederhana ditolak oleh para nelayan.

Hal ini dijelaskan oleh salah seorang nelayan asal Desa Tanjung Pasir, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten bernama Maun yang membantah tudingan bahwa pagar laut itu dibangun oleh nelayan Sendiri

Menurutnya, hal itu tidak logis karena keberadaan pagar laut justru merugikan nelayan sendiri karena menghambat aktivitas dan pergerakan perahu dan kapal nelayan

“Namanya nelayan di sini kami dirugikan, karena jalan kami ketutup membuat kami kesulitan dalam menggerakkan perahu-perahu kami  dan kapal- kapal kami Masa kami yang masang, kami yang sengsara?” kata Maun Senin (13/1/2025).

“Nelayan? mana mungkin beli bambu itu, nggak murah, mahal, panjang berapa puluh kilometer, boro-boro mau beli bambu nancepnya juga buang waktu. Harusnya kita melaut jadi enggak, kan nggak mungkin,” katanya menambahkan.

Maun juga memastikan bahwa nelayan di Tanjung Pasir tidak terlihat dengan aktivitas pemasangan pagar laut itu.

Namun, ia juga tak menampik ada kemungkinan nelayan di daerah lain yang ikut serta. Ia mengatakan hal tersebut dimungkinkan karena cuaca sedang tidak mendukung untuk melaut.

Kalau di sini nggak ada (nelayan yang pasang), justru kita minta solusi aja supaya jangan di pagar untuk kita ini (melaut) nggak bisa,” katanya.

“Mungkin di tempat lain ada juga, tapi jangan disalahkan juga nelayan istilahnya kerja, kan musim angin agak susah melaut dan ditawari kerjaan nancep (bambu) kan begitu, tapi di sini nggak ada (nelayan) sama sekali di daerah ini,” katanya.

Justru, pihaknya mengungkapkan bahwa yang terlibat penancapan itu adalah pihak RT maupun RW setempat. “Itu memang yang nancep pegawai desa, ikut nancep (RT/RW),” katanya.

Disinggung soal adanya pagar laut tersebut dapat mencegah abrasi, pihaknya mengatakan bahwa itu kebohongan. Ia mengatakan masyarakat sekarang sudah cerdas dan tidak bisa dibodohi.

Menurutnya, pagar tersebut juga akan ambruk sendiri apabila terkena ombak maupun rob.

“Itu benar-benar bohong, yang ngomong itu kalau bener suruh datang ke Tanjung Pasir khususnya, bertemu sekalian dengan para nelayan daerah pesisir,” katanya.

“Nggak mungkin (mencegah abrasi), makanya masyarakat sekarang itu udah pinter jangan ngomong seperti itu lah. Roboh, jangankan rob, kena ombak baratan aja rusak, itu rusak bukan karena dicabut tapi karena kena ombak,” katanya menambahkan.

Nelayan lainnya, Nano (60) mengungkapkan hal yang serupa. Ia mengungkapkan pernah meminta agar pagar laut tersebut tak menghalangi jalur melaut para nelayan ketika pertama kali pemasangan pagar laut di Tanjung Pasir. Namun, ia menegaskan bahwa jika penolakan itu bukan untuk menghalangi pembuatan pagar laut namun hanya untuk memperjuangkan jalur melaut para nelayan.

“Jiwa nelayan memperjuangkan jalurnya itu. Pertama, protes itu karena jalur kapal, jadi yang dikasih itu dangkal, nah kalau nyangkut, (kapalnya) kebalik kena ombak gimana?” katanya.

Kalau di sini nggak ada (nelayan yang pasang), justru kita minta solusi aja supaya jangan di pagar untuk kita ini (melaut) nggak bisa,” katanya.

“Mungkin di tempat lain ada juga, tapi jangan disalahkan juga nelayan istilahnya kerja, kan musim angin agak susah melaut dan ditawari kerjaan nancep (bambu) kan begitu, tapi di sini nggak ada (nelayan) sama sekali di daerah ini,” katanya.

Justru, pihaknya mengungkapkan bahwa yang terlibat penancapan itu adalah pihak RT maupun RW setempat. “Itu memang yang nancep pegawai desa, ikut nancep (RT/RW),” katanya.

Disinggung soal adanya pagar laut tersebut dapat mencegah abrasi, pihaknya mengatakan bahwa itu kebohongan. Ia mengatakan masyarakat sekarang sudah cerdas dan tidak bisa dibodohi. Menurutnya, pagar tersebut juga akan ambruk sendiri apabila terkena ombak maupun rob.

“Itu benar-benar bohong, yang ngomong itu kalau bener suruh datang ke Tanjung Pasir khususnya, bertemu sekalian dengan para nelayan daerah pesisir,” katanya.

“Nggak mungkin (mencegah abrasi), makanya masyarakat sekarang itu udah pinter jangan ngomong seperti itu lah. Roboh, jangankan rob, kena ombak baratan aja rusak, itu rusak bukan karena dicabut tapi karena kena ombak,” katanya menambahkan.

Nelayan lainnya, Nano (60) mengungkapkan hal yang serupa. Ia mengungkapkan pernah meminta agar pagar laut tersebut tak menghalangi jalur melaut para nelayan ketika pertama kali pemasangan pagar laut di Tanjung Pasir. Namun, ia menegaskan bahwa jika penolakan itu bukan untuk menghalangi pembuatan pagar laut namun hanya untuk memperjuangkan jalur melaut para nelayan.

“Jiwa nelayan memperjuangkan jalurnya itu. Pertama, protes itu karena jalur kapal, jadi yang dikasih itu dangkal, nah kalau nyangkut, (kapalnya) kebalik kena ombak gimana?” katanya.

Kalau tadi saya konfirmasi (manajemen ASG), enggak ada, itu fitnah semua. Nggak ada pembelian (untuk pembebasan lahan) di situ,” Kata Muannas Sabtu (11/1/2025).

Kemudian mengenai kesaksian warga dari Tanjung Pasir sampai Kronjo yang menyampaikan bahwa pagar laut nantinya akan menjadi pembatas reklamasi PIK 2. Muannas pun membantah adanya perluasan PIK sampai ke kawasan tersebut.

“Enggak betul. Fitnah,” tegasnya.

Lalu, termasuk juga informasi dari warga yang menyampaikan bahwa pagar laut yang terbuat dari bambu itu dibangun untuk pemetaan lahan.

“Fitnah!” tegasnya kembali.

Muannas menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan klien-nya, ASG, dengan kehadiran pagar laut ‘misterius’ tersebut, seperti yang dituduhkan.

“Saya tegaskan, berita terkait adanya pagar laut itu (dikaitkan dengan pengembang PSN PIK 2) tidak benar,” kata dia.

Menurut penuturan Muannas, berdasarkan informasi yang diperoleh, pembangunan pagar laut itu justru dibangun oleh masyarakat sekitar. Ia menyebutkan beberapa dugaan kepentingan warga sekitar dalam melakukan pembangunan pagar laut tersebut.

“Karena sebenarnya yang kami tahu itu merupakan tanggul laut yang terbuat dari bambu yang biasanya difungsikan untuk pemecah ombak, dan akan dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai tambak ikan di dekat tanggul laut tersebut, atau digunakan untuk membendung sampah seperti yang ada di Muara Angke. Atau bisa jadi sebagai pembatas lahan warga pesisir yang kebetulan tanahnya terkena abrasi,” ungkapnya.

Muannas menyampaikan itulah beberapa kemungkinan yang terjadi, bahwa pemagaran laut berkaitan dengan kepentingan dari masyarakat sekitar. “Itu adalah tanggul laut biasa yang terbuat dari bambu, yang dibuat dan diinisiatif dan hasil swadaya masyarakat, yang kami tahu. Tidak ada kaitan sama sekali dengan pengembang karena lokasi pagar tidak berada di wilayah P

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dibebani Utang Sebesar Rp 32,6 Triliun, Kurator PT Sritex Berencana Ajukan PHK

Next Post

Wamentan Larang Harga Gabah Kering Panen Dibeli Dibawah HPP

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi
Kecelakaan

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Wamentan Larang Harga Gabah Kering Panen Dibeli Dibawah HPP

Wamentan Larang Harga Gabah Kering Panen Dibeli Dibawah HPP

Pemerintah Akan Segel Pagar Laut Misterius Sepanjang 30 KM di Perairan Tangerang

KIARA Sebut Memagari Laut Tangerang Sebagai Tindak Perampasan Ruang Laut

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist