Jakarta – Fusilatnews – Turki dan Indonesia menandatangani 13 perjanjian penting, memperkuat hubungan mereka melalui usaha patungan dan kerja sama budaya.
Turki dan Indonesia memperkuat kemitraan strategis mereka pada hari Rabu dengan menandatangani 13 perjanjian bilateral yang mencakup pertahanan, media, dan sektor-sektor utama lainnya.
Upacara penandatanganan yang diadakan di Bogor tersebut, menyusul pertemuan Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi dan konferensi pers bersama yang menampilkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
Di antara perjanjian tersebut adalah kesepakatan inovatif dalam kerja sama pertahanan, termasuk inisiatif produksi bersama untuk pesawat nirawak Bayraktar TB3 dan Bayraktar AKINCI.
Perjanjian yang ditandatangani antara perusahaan pertahanan Turki Baykar dan Republikorp Indonesia tersebut menggarisbawahi kolaborasi militer yang semakin mendalam antara kedua negara.
Dalam langkah signifikan untuk memperkuat kemampuan pertahanannya, Indonesia telah memesan sejumlah besar kendaraan udara tempur nirawak (UCAV) Bayraktar TB3 dan Bayraktar AKINCI dari Turki.
Bersamaan dengan itu, perjanjian usaha patungan diformalkan antara Baykar dan Republikorp untuk meningkatkan produksi pertahanan dalam negeri. Ditandatangani oleh Manajer Umum Baykar Haluk Bayraktar, perjanjian tersebut memperkuat komitmen kedua negara terhadap transfer teknologi dan kerja sama industri.
Kesepakatan ini menandai ekspansi internasional besar lainnya bagi Baykar.
Baykar baru-baru ini menjadi sorotan setelah mengakuisisi perusahaan penerbangan Italia Piaggio Aerospace—sebuah langkah yang menggemparkan Eropa.
Sebagai bagian dari strateginya, Baykar dan Republikorp telah sepakat untuk mendirikan fasilitas manufaktur UAV di Indonesia. Pabrik baru tersebut bertujuan untuk memperkuat industri pertahanan dalam negeri Indonesia dan meningkatkan kemampuan teknologinya dalam produksi kendaraan udara tak berawak.
“Kami menantikan kemitraan ini, karena Turki menghadirkan banyak pengetahuan dalam teknologi kedirgantaraan dan penyebaran UAV, yang akan sangat berharga bagi kemampuan pertahanan Indonesia,” kata seorang pejabat Turki, yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, kepada TRT World.
Pejabat tersebut menyatakan optimisme tentang usaha patungan tersebut, dengan menekankan keahlian teknologi, transfer pengetahuan, dan pengalaman luas Turki dalam operasi dan pendidikan wilayah udara UAV.
Sektor perdagangan dan investasi juga mengalami kemajuan yang signifikan. Nota kesepahaman (MoU) yang ditujukan untuk meningkatkan kerja sama dalam pengembangan industri ditandatangani oleh Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki Mehmet Fatih Kacir dan Menteri Perindustrian Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita.
Selain itu, surat pernyataan untuk mempromosikan dan me mfasilitasi investasi antara kedua pemerintah diformalkan oleh Kacir dan Menteri Investasi dan Pengolahan Bahan Baku Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani.
Kerja sama energi dan kolaborasi akademis
Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Turki Alparslan Bayraktar dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia Bahlil Lahadalia menandatangani MoU untuk memperkuat kolaborasi dalam energi dan sumber daya alam.
Perjanjian tersebut juga mencakup pertanian, pendidikan, dan urusan keagamaan. Menteri Pertanian dan Kehutanan Turki Ibrahim Yumakli dan mitranya dari Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menandatangani kesepakatan tentang kerja sama pertanian.
Sementara itu, Nota Kesepahaman antara Dewan Pendidikan Tinggi Turki dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia ditandatangani untuk meningkatkan pertukaran akademis dan kolaborasi penelitian.
Kerja sama urusan agama mendapat dorongan dengan kesepakatan antara Kepresidenan Urusan Agama Turki, yang dipimpin oleh Ali Erbas, dan Kementerian Agama Indonesia, yang diwakili oleh Menteri Nasaruddin Umar. Kesepakatan tersebut berupaya untuk mendorong kolaborasi dalam layanan keagamaan dan pendidikan.
Kemitraan media dan medis
Kolaborasi media merupakan landasan lain dari kesepakatan tersebut. Kantor Berita Anadolu Turki dan kantor berita negara Indonesia Antara menandatangani perjanjian kerja sama untuk meningkatkan kolaborasi jurnalistik.
Kesepakatan serupa dibuat antara Perusahaan Radio dan Televisi Turki (TRT) dan penyiar publik Indonesia, LPP RRI dan TVRI, yang memperkuat hubungan dalam berbagi konten radio dan televisi.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan dan Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono juga menandatangani perjanjian yang berfokus pada kerja sama di bidang kesehatan dan ilmu kedokteran, yang selanjutnya memperluas cakupan kerja sama antara kedua negara.
Perjanjian bersejarah ini mencerminkan visi bersama untuk hubungan ekonomi, strategis, dan budaya yang lebih dalam antara Turki dan Indonesia, yang menandai langkah signifikan menuju perluasan kemitraan di tahun-tahun mendatang.
SUMBER: TRT WORLD
























