• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

UNIVERSITAS DRS. DARSONO

M.Yamin Nasution by M.Yamin Nasution
September 21, 2024
in Feature, Pendidikan
0
UNIVERSITAS DRS. DARSONO
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh M Yamin Nasution-Pemerhati Hukum

Bila kamu ingin berada di puncak gunung, jangan berjalan di jalan yang datar. Dan pendidikan adalah sarana menuju puncak tersebut. – M Yamin Nasution

Ki Hajar Dewantara adalah salah satu pahlawan kemerdekaan Indonesia, semua masyarakat mengenal perjuang pendidikan pendidikan ini, semangat untuk mencerdaskan kaum miskin tidak terputus hanya di gedung sekolah.

Akan tetapi, tuntutan filosofis dari “ingarso sungtolodo” adalah dimana setiap orang harus menjadi role model pendidikan, khususnya tokoh-tokoh publik, mengingat di era digitalisasi tekhnologi setiap ucapan dengan mudah dapat diakses dan di tiru oleh generasi berikutnya.

Bicara tentang sosok modern Ki Hajar Dewantara, Alm.Drs. Haji Darsono adalah salah satu sosok yang pantas menerima gelar “Ki Hajar Dewantara Modern”.

Alm. Drs. Haji Darsono (Untuk selanjutnya disebut Ki Hajar Dewantara Modern) adalah pemilik Universtitas Pamulang (Sebelum mangkat beliau sebagai Ketua Yayasan Sasmita Jaya), yang berada di Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Indonesia.

Universitas ini memiliki jumlah mahasiswa yang sangat pantastis banyak dengan fasilitas gedung yang sangat memadai, dan untuk seluruh fasilitas tersebut Ki Hajar Dewantara Modern berkomitmen secara gratis, selain dapat mencicil biaya perkuliahan.

Suatu hari, dalam pengalaman penulis berbincang dengan “Ki Hajar Dewantara Modern” penulis bertanya :

Pak Haji, akankah Universitas Pamulang akan dijadikan negeri?

Ki Hajar Dewantara Modern : Tawaran dari pemerintah untuk menjadi Negeri sudah berkali-kali, namun tujuan dan semangat kampus ini didirikan untuk generasi yang memiliki semangat berkuliah, memiliki mimipi yang tinggi, namun terkendala dengan ekonomi.

Apabila Kampus menjadi Negeri, maka generasi tersebut tidak akan mampu membayar biaya perkuliahan lagi dan mimpi mereka akan sirna.

Selanjutnya, Ki Hajar Dewantara Modern bertanya kepada penulis : Apa tujuan pendidikan berdasarkan Undang-Undang?

Saya menjawab : Secara singkat sesuai yang diatur oleh undang-undang pendidikan Tahun 2003 bahwa tujuan pendidikan nasional menciptakan manusia manidiri, cerdas dan bertaqwa kepada Tuhan YME.

Kala itu, beliau mengucapkan hanya “Terima Kasih,” saya memahami makna ucapan itu dengan baik, sebab tidak banyak mahasiswa bahkan tenaga pendidik yang mengerti apa tujuan mereka masuk ke kampus utuk belajar dan mengajar.

Tujuan pendidikan tersebut, memberikan tuntutan kepada setiap pendidik dan mahasiwa yang dididik untuk tidak hanya cerdas dan mandiri, akan tetapi, harus bertaqwa pada Tuhan YME. Dengan kata lain bahwa, setiap mahasiwa yang keluar dari kampus harus mampu tidak menjadi pekerja melainkan menciptakan lapangan kerja (karya), dan salah satu tuntutan dari kalimat bertaqwa kepada Tuhan YME ialah memiliki peribadi yang jujur.

Mengingat, sebagaimana yang telah disebutkan Proklamator Kemerdekaan “Ir. Soekarno” bahwa bangsa Indonesia memiliki sindrom yang disebut sebagai “minder waarheids compleks,” sindrom ini dampak dari lamanya terjajah oleh dua hal, pertama ; terjajah secara politik dan, kedua : terjajah secara ekonomi.

Sindrome ‘’minder waarheids compleks’’ secara umum bahwa masyarakat desa minder dengan masyarakat kota, sebaliknya masyarakat kota sombong dengan tempatnya, orang-orang yang bersekolah sombong dengan gedung-gedung sekolahnya, orang-orang yang memiliki gelar sombong dengan gelarnya “instrumen fallacy” dan bila berkuasa mereka feodal dan jahat. Dalam istilah Inggris disebut sebagai “Colonial syndrome”.

 Penyakit ini, masih sangat mudah ditemukan di bangsa ini, kebanggaan terhadap gedung kampus yang mahal, padahal setiap kampus hanya mampu maksimal memberikan 30% (tiga puluh persen) ilmu pengetahuan, buku teks sebagai pintu gerbang bagi seseorang untuk kemudian mengembangkan dirinya menelusuri ilmu pengetahuan selanjutnya, dan 70% (tujuh puluh persen) selebihnya akan didapat lewat gerbang tersebut. Artinya, dimanapun gedung tempat seseorang di didik, hanya akan maksimal menereima ilmu pengetahuan sebesar 30%.

Ketika seseorang dengan baik menempuh pendidikan maka ia akan memiliki ilmu pengetahuan, dan ilmu pengetahuanlah (keahlian) yang pada dasarnya dibutuhkan dalam tataran profesional. Ki Hajar Dewantara Modern telah menunjukkan kemanfataannya sebagai manusia, mendirikan dan memberikan sarana pendidikan yang sangat terjangkau, ia telah banyak melahirkan profesional dibidang masing-masing sehingga dengan sendirinya memutus rantai kemiskinan.

Universitas DRS. Darsono adalah sebutan peribadi Universitas Pamulang, nama ini lebih tepat untuk diberikan sebagai bentuk penghormatan terhadap nasionalisme Alm. Drs. Haji Darsono yang besar.

Amanah mencerdaskan kehidupan bangsa dibebankan kepada Pemerintah Indonesia secara berkelanjutan, namun seorang warga negara telah melakukan amanah itu dengan sangat sempurna.

Sebutan Universitas Drs. Darsono adalah bentuk nasionalnya Kampus, sedangkan Universitas Pamulang adalah sebuah Kecamatan, alangkah lebih baiknya bila Universitas Drs. Darsono diberikan sebagai bentuk tiga hal, PERTAMA mengenang pendiri telah mangkat sehingga penghargaan harus diberikan, KEDUA Kampus bersifat nasional, bukan Kecamatan. KETIGA,ucapan terima kasih peribadi.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Apakah Jokowi dan Gibran Punya Kelainan Jiwa?

Next Post

Kisah Imam Bukhari dan Kunjungan Megawati ke Makamnya di Uzbekistan

M.Yamin Nasution

M.Yamin Nasution

Related Posts

Feature

Solusi Program MBG: Bangun Dapur Sekolah, Bukan Proyek Raksasa

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?
Feature

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara
Feature

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Next Post
Kisah Imam Bukhari dan Kunjungan Megawati ke Makamnya di Uzbekistan

Kisah Imam Bukhari dan Kunjungan Megawati ke Makamnya di Uzbekistan

China Tambah Kamera Keamanan di Sekitar Sekolah Jepang Setelah Seorang Siswa Ditikam Hingga Tewas

China Tambah Kamera Keamanan di Sekitar Sekolah Jepang Setelah Seorang Siswa Ditikam Hingga Tewas

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat...

Read more
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Solusi Program MBG: Bangun Dapur Sekolah, Bukan Proyek Raksasa

June 3, 2026
Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Deang Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Deang Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

June 3, 2026
Mengapa Jokowi Tak Diundang Prabowo?

Mengapa Jokowi Tak Diundang Prabowo?

June 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Solusi Program MBG: Bangun Dapur Sekolah, Bukan Proyek Raksasa

June 3, 2026
Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Deang Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Deang Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist